Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Rai Mantra Hadiri Upacara Mecaru dan Melaspas Prahyangan Desa Adat Peguyangan

Jumat, 06 Desember 2019

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Baliberkarya

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Bertepatan dengan Sukra Kliwon Wuku Watugunung (6/12/2019) ratusan warga Desa Adat Peguyangan, melaksanakan upacara Mecaru dan Melapas Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa. 
 
 
Pelaksanaan upacara disaksikan langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, yang pada kesempatan ini berkesempatan sekaligus mundut ida sesuhunan, menyerahkan sertifikat purna pugar dan ngaturang punia.
 
Sebelum upacara Mecaru dan Melaspas Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kukulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa di mulai, acara di awali dengan tabuh pengawit, pesantian dipersembahkan tari wali  Rejang  dan Tari Topeng Sidakarya.
 
Restorasi pura haruslah sesuai dengan undang undang cagar budaya, restorasi boleh saja  dilakukan akan  tetapi jangan sampai menghilangkan sejarah dari bangunan pura itu sendiri. Dikarenakan sejarah itu merupakan dasar kemampuan kita hidup dalam peradaban hiidup ini, demikian disampaikan Walikota Rai Mantra saat memberikan sekapur sirih di hadapan warga Desa Adat Peguyangan.
 
 
Lebih lanjut dikatakan, dimana peradaban itu merupakan sebuah kemampuan untuk memaknai nilai-nilai kehidupan dan budaya itu merupakan sebuah kebiasaan. Jadi restorasi sebuah bangunan kuno itu harus tetap ada nilai-nilai sejarahnya jangan sampai hilang. 
 
 
Karena di Desa Peguyangan ini dan di Denpasar sudah ada banyak jejak-jejak sejarah dan itu harus dipertahankan, agar kita bisa memaknai hidup ini berdasarkan peradaban dari leluhur kita.
 
“Saya sangat mengapresiasi warga Desa Adat Peguyangaan yang masih mempertahankan nilai-nilai sejarah pura walau sudah di restorasi dengan memperbaharui beberapa bagian bangunan tanpa merubah bagian inti sejarah dari bangunan tersebut”, ujar Rai Mantra.
 
 
Sementara Bendesa Adat Peguyangan, I Ketut Sutama mengatakan, restorasi bangunan di pura desa adat peguyangan ini sudah dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dengan merestorasi bangunan gedong ratu puseh, gedong ratu desa, meru lan gedong bale agung, penyengker pura, pembangunan bale santi, bale pesaneka, prasarana BUMD, penataan lingkungan pura dan  jaba sisi gebongan semua.
 
 
“Saya mewakili warga Desa Adat Peguyangan meengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah bisa hadir dan mengikuti upacara Mecaru dan Melaspas Prahyangan  Desa Adat Peguyangan lan Peresmian Purna Pugar Bale kulkul, gedong ratu puseh dan gedong ratu desa. 
 
Serta Pemkot Denpasar karena sudah memberikan perhatiannya dan stimulan kepada warga  Desas Adat Peguyangan. Kami juga pasti akan ikut melaksanakan program Pemkot Denpasar untuk melindungi bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah yang ada di desa kami”, pungkas Sutama. (BB)


Berita Terkini