Pasutri Tuna Netra Tertipu Investasi Pulsa hingga Jutaan Rupiah
Rabu, 09 Oktober 2019
Baliberkarya
IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI
GOOGLE NEWS
Baliberkarya.com-Jembrana. Sungguh miris dan tragis yang dialami oleh pasutri Putu Utama (48) seorang tuna netra dari Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara dan istrinya Gusti Ayu Ketut Ganteng (48) yang juga seorang tuna netra.
Bagaikan pepatah, sudah jatuh malah tertimpa tangga pula. Pasutri yang tercatat sebagai KK miskin ini harus kehilangan uang Rp 5 juta karena menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku dari perusahan besar. Padahal uang sebanyak itu dia kumpulkan bertahun-tahun dari hasil menjadi tukang pijet keliling.
Pasutri tersebut tertipu karena termakan bujuk rayu seseorang yang mengaku dari perusahan besar internasional dengan jaringan sampai ke Malaysia. "Awalnya memang teman-teman saya yang juga tuna netra yang ikut. Teman saya juga kena, kami diajak ikut seminar di Hotel Jimbarwana. Disuruh bayar sebagai modal awal dan akhirnya istri saya juga ikutan,” terang Utama, Rabu (9/10/2019).
Pasutri ini tertarik karena video yang diputar oleh orang yang mengaku dari perusahan besar tersebut begitu meyakinkan. Bahkan melibatkan orang-orang terkenal. Intinya tawaran yang diberikan kepada pasutri tersebut merupakan bisnis investasi.
“Saat itu yang ada dalam benak saya ikut menanamkan modal dalam investasi tersebut dengan harapan masa depan kami lebih terjamin. Tapi semua ternyata hanya kedok penipuan," tutur Utama sambil berlinang air mata.
Bisnis investasi yang ditawarkan adalah bisnis pulsa. Total saldo dana yang disetorkan Rp 5 juta. "Itu dana saya dan istri. Itu hasil jerih payah memijat sejak puluhan tahun. Kami tidak berani menuntut atau ambil jalur hukum karena minim bukti. Bahkan rekan-rekan yang jadi korban ada dananya jauh lebih besar tidak bisa nuntut," ujar Utama lirih.
Awalnya mereka sempat shock karena tertipu. Dana sebesar itu bagi mereka sangat berharga dan besar untuk masa depan. Apalagi putri mereka masih sekolah dan kini duduk di bangku SMK.
"Kami ingin masa depan anak lebih terjamin karena itu kami ingin investasi namun malah tertipu. Bahkan pernah sepeda kami dicuri orang. Pernah juga HP hilang. Ya, bagaimana lagi diikhlaskan saja," katanya pasrah.
Sehari-hari Putu Utama membuka praktik pijat bersama istrinya di rumah dab kadang menerima panggilan. Mereka baru saja menerima bantuan bedah rumah dan sudah mendapat bantuan PKH. Usaha memijat katanya kini sedang sepi. Kadang satu atau dua orang dan juga kadang tidak ada dalam sehari.(BB)
Berita Terkini
Berita Terkini
Arah Kade! Kebijakan Aneh, Kantin Sekolah Jadi Mesin Uang Pemkab
11 Januari 2025
Pemkot Denpasar Imbau Warga Beli LPG 3 Kg di Pangkalan Resmi
10 Januari 2025