Kader PDIP "Ponglik" Nilai 9 Kepemimpinan Rai Mantra, Koster Mentok Hanya 3
Kamis, 07 Juni 2018
Baliberkarya
IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI
GOOGLE NEWS
Baliberkarya.com-Denpasar. Advokat senior Bali yang juga kader senior PDIP, Nyoman "Ponglik" Sudiantara mempertegas pernyataannya terkait sikap memberontaknya melawan induk partai bersama politisi senior yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI Perjuangan Bali, Anak Agung Ngurah Oka Rahmadi alias Cok Rat.
Ponglik beralasan dirinya memilih figur dalam Pilgub Bali sehingga ia bersama Cok Rat. Ketika ditanya apakah DPP PDIP salah memberikan rekomendasi kepada Wayan Koster? Ponglik menjawab hal tersebut bukan masalah salah atau benar.
"Tapi, pemilihan kader PDIP untuk bertarung di Pilgub Bali 2018 tidak betul-betul disurvei sebelum penetapan ke masyarakat. Hal ini cenderung berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang secara paramater statistik apapun tidak memenuhi," kritiknya.
Terkait penilaian terhadap sosok Gubernur Bali 2018, Ponglik tak menampik Rai Mantra memiliki sejumlah kelemahan. "Namun bila dikomparasi saya memberikan penilaian Gus Rai 9, Koster paling banyak 3. Yang paling mencolok Gus Rai tidak mata duitan. Gus Rai juga masih mampu menjadi negosiator yang baik. Koster tidak akan pernah kamu bisa ajak negosiasi," tegasnya.
Pengamat yang objektif dan independen, lanjut Ponglik pasti sepakat dengan penilaiannya. Ponglik menilai blunder-blunder yang dilakukan Koster (ucapan mekente, adahbedag atau nasbedag, sontoloyo) menunjukkan karakter Koster yang sebenarnya.
BACA JUGA : Sebelum Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun Jagung, Lailatil 'Menghilang Sehari Sebelumnya'
"Saya berdoa dari 2 minggu terakhir semoga suara silent majority (kelompok yang belum menentukan pilihan) yang lepas dari survei betul-betul dukung Gus Rai," harapnya.
Ditanya apakah tidak takut dipecat karena membangkang? Ponglik tegas menjawab dirinya bukan tipikal kompromistis berkaitan dengan prinsip. "Kader lain boleh takut karena ingin mendapat sesuatu dari partai, saya nggak," tegasnya.
Lebih lanjut, Ponglik meyakini pilihan membangkang dari keputusan partai yang secara resmi dibesarkannya sejak 2005 (dibuktikan dengan kartu tanda anggota PDIP) merupakan jalan yang benar.
BACA JUGA : Sadis! Diduga Diperkosa, Sosok Mayat Perempuan Setengah Telanjang Ditemukan di Kebun Jagung
"Pilihan ini tidak merugikan orang lain. Saya membangkang karena punya kriteria pemimpin Bali ke depan yang baik, yang betul-betul memahami budaya Bali. Masa kita harus harus ikut dengan sesuatu yang menurut kita salah? Kan itu justru membuat diri sendiri sakit hati," tegasnya mengakhiri. (BB).
Berita Terkini
Berita Terkini
Bali Mau Dibawa Kemana? Begini Jawaban Tegas Wayan Koster
12 Januari 2025
Mahasabha II Paiketan Krama Bali, Wayan Jondra Terpilih Kembali
12 Januari 2025