Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

DPRD Jembrana 2 Kali Adakan Proses PAW

Selasa, 10 Mei 2022

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket Poto: Ilustrasi

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Setelah meninggalnya anggota Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana Ni Putu Lilyana dari Fraksi PDI Perjuangan Politisi asal Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa Melaya beberapa waktu lalu kini proses PAW kembali terjadi di tubuh DPRD Kabupaten Jembrana.

Dalam kurun waktu di periode 2019-2024 sudah 2 kali terjadi PAW ditubuh DPRD Jembrana. Terkait meninggalnya Komisi II DPRD Jembrana tersebut DPC PDI P Jembrana telah melayangkan surat ke Ketua DPRD Kabupaten Jembrana. Dalam surat nomor 082/EX/DPC-02.09/IV/2022 tanggal 27 April 2022 tersebut terkait usulan pemberhentian Anggota DPRD.

Surat dari DPC PDI P tersebut ditindaklanjuti oleh DPRD Jembrana dengan mengirimkan surat kepada Gubernur Bali melalui Bupati Jembrana. Dalam surat nomor 170/526/DPRD/2022 tertanggal 28 April 2022 yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi tersebut berisi permohonan untuk peresmian pemberhentian Ni Putu Lilyana.

Sementara dari pihak DPRD Jembrana juga telah mengirimkan surat ke Ketua KPU Kabupaten Jembrana. Pada surat bernomor 170/523/DPRD/2022 tertanggal 28 April 2022 perihal penyampaian nama anggota DPRD yang diberhentikan antarwaktu dan mohon naman calon pengganti antarwaktu. 

DPRD Kabupaten Jembrana meminta nama calon pengganti dengan sejumlah kelengkapan diantaranya Daftar Calon Tetap (DCT) dan Foto Copy Daftar Peringkat Perolehan Suara Partai Politik yang telah dilegalisir KPU Jembrana.

Bupati Jembrana juga telah menindaklanjuti Surat Ketua DPRD Jembrana tersebut dan telah mengirimkan surat bernomor 171/1185/Pem/2022 tanggal 28 April 2022 tentang usulan pemberhentian anggota DPRD Kabupaten Jembrana Masa Jabatan 2019-2024. Surat yang berisi sejumlah lampiran tersebut juga ditembuskan kepada Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali. 

Sementara Sekretaris DPRD Jembrana, I Komang Suparta mengakui proses pemberhentian tersebut tengah berproses. Saat dikonfirmasi awak media diringa mengaku DPRD Jembrana sudah bersurat ke Gubernur Bali (melalui Bupati Jembrana) untuk penetapan pemberhentian karena yang bersangkutan meninggal dunia. DPRD juga bersurat ke KPU untuk (meminta) calon penggantinya.

"Setelah pemberhentian mendapatkan penetapan dari Gubernur Bali baru akan diproses PAW. Namun ia mengakui tidak ada batasan waktu terkait dengan penetapan PAW tersebut, kalau batasan waktu tidak ada, belum kami temukan aturan-aturan itu, tergantung dari proses-proses berikutnya,” terangnya. Selasa (10/5/2022).

Penetapan PAW tersebut, lanjut Suparta, akan dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa, setelah ada SK Peresmian dari Gubernur nanti akan dilantik oleh Ketua DPRD dalam Rapat Istimewa. Sepeninggal Ni Putu Lilyanan, maka formasi Anggota DPRD Jembrana wanita untuk sisa masa jabatan 2,5 tahun kedepan, 

"Terkait calon pengganti, sementara menurut informasinya laki-laki, jadi anggota dewan wanita berkurang. Karena sudah ada pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD), jadi nanti penggantinya secara otomatis mengisi kesongan posisi yang ada saat ini,” pungkasnya. (BB)


Berita Terkini