Ditutup, Pelatihan Tata Kecantikan Kulit dan Tata Boga bagi Ibu-ibu PKK Gianyar
Rabu, 19 Oktober 2016
Baliberkarya/ist
IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI
GOOGLE NEWS
Baliberkarya.com-Gianyar. Komitmen Pemkab. Gianyar untuk memberdayakan kaum perempuan khususnya di daerah pedesaan, terus berlanjut. Melalui instansi dan dinas terkait, berbagai pelatihan terus diberikan, mulai dari kursus kecantikan, menjahit, tata boga hingga manajemen. Materi pelatihan tentu disesuikan dengan kebutuhan dan kondisi di masyarakat.
Jangan sampai terjadi, keterampilan itu nanti tidak dapat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan Ketua PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra seusai menutup pelatihan tata kecantikan kulit dan tata boga bagi anggota PKK Desa di SKB Sukawati, Selasa (18/10/2016).
Selama 15 hari ibu-ibu anggota PKK Desa se-Kabupaten Gianyar digenjot materi tentang tata rias kulit dan kursus memasak. Untuk tata boga, instruktur dari SMK 2 Sukawati memberikan materi tentang memasak makanan dari berbahan non beras dan serba ikan.
Menurut Ny. Adnyani Mahayastra, pemilihan menu pelatihan non beras dan serba ikan ini bukanlah tanpa alasan. Saat ini ketergantungan kita akan beras cukup tinggi, padahal masih banyak pangan penganti beras sebagai sumber karbohidrat. Dengan olahan menu yang beraneka ragam dan bergizi diharapkan para anggota PKK ini dapat berinovasi dan menjadikan keterampilan ini sebagai sumber ekonomi.
“Sumber karbohidrat bukan hanya beras, bisa ubi, ketela atau jangung. Dengan olahan menu yang beragam, bahan-bahan non beras ini dapat bernilai ekonomi yang cukup tinggi dan dapat dijadikan sumber penghasilan,” jelas Ny. Adnyani Mahayastra.
Begitu pula dengan menu serba ikan. Anggota PKK selama mengikuti pelatihan juga diajarkan berbagai resep pengolahan ikan. Bagaimana mengolah menu ikan segar maupun sudah diolah dalam bentuk pindang. Ketua PKK Kab. Gianyar ini sangat berharap, agar ilmu yang didapat selama pelatihan tidak diendapkan begitu saja, namun harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari. Kalau tidak dikembangkan dalam usaha bisnis, minimal untuk menu sehari-hari keluarga.
Sementara itu, salah satu instruktur pelatihan tata kecantikan kulit Ni Wayan Sumerti dari LPK Putra Intan, mengaku sangat bangga melihat antusias para peserta pelatihan. Semangat mereka mengikuti setiap tahap-tahap materi yang diberikan, menunjukkan bahwa pelatihan ini memang merupakan minat mereka. Sumerti berharap, apa yang didapat selama pelatihan, dapat dikembangkan melalui wadah salon desa yang sudah terbentuk di setiap desa di seluruh Kabupaten Gianyar. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini
Pemkot Denpasar Imbau Warga Beli LPG 3 Kg di Pangkalan Resmi
10 Januari 2025
Audiensi Bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan
10 Januari 2025
Bappebti Serahkan Pengawasan Aset Kripto ke OJK dan BI
10 Januari 2025