PT BTID Tak Gubris Tuntutan Rakyat Bali, Satu Komisi DPR RI Turun ke Serangan
Sabtu, 01 Maret 2025

Ilustrasi (Ist)
Baliberkarya.com - Denpasar. Sudah sebulan lebih janji PT BTID untuk membuka pelampung laut di kawasan pantai di Pulau Serangan hingga belum juga di realisasikan. Komitmen menerapkan prinsip Tri Hita Karana dari pihak BTID pun menjadi tanda tanya dari para nelayan dan publik di Bali.
Terkait sikap PT BTID yang dinilai "bengkung" atau bandel ini, membuat Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama memberi peringatan keras kepada PT BTID agar tidak membandel. Adi Wiryatama mengaku pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif dengan pihak PT BTID pada tanggal 30 Januari 2025 lalu.
Adi Wiryatama yang juga dikenal mantan Ketua DPRD Bali ini mengaku sudah menghubungi Kepala Komunikasi PT Bali Turtle Island Development (BTID), Zakki Hakim namun tidak digubris.
Baca juga:
Sikap Bandel BTID Picu Komisi IV DPR RI Raker Bersama Menteri Kelautan Bahas Pelampung Laut Serangan
“Saya sebenarnya ingin bagaimana memediasi biar tidak ramai seperti di Tangerang Banten, soalnya Bali ini kan kecil. Tapi rasanya semakin membandel, jangan terkejut nanti satu komisi turun ke sana,” ucap Adi Wiryatama kepada media, Sabtu, (1/3/2025).
Lebih jauh antan Bupati Tabanan 2 Periode itu mengatakan persoalan pelampung laut di Serangan sudah ia bawa dalam rapat Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, kemarin di Jakarta.
Melalui Ketua Poksi PDI Perjuangan Komisi IV DPR RI, Sonny T Danaparamita, pihaknya meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia memberi atensi khusus untuk laut Serangan yang sifatnya segera dan urgen.
“Saya sudah sampaikan ke Komisi IV bahwa selama ini tuntutan rakyat sama sekali tidak digubris. Jadi kita minta Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia segera atensi. Saya tidak mau yang rebut-ribut, tapi kalau masih bandel jangan kaget kita satu komisi turun,” tegas Adi Wiryatama mengakhiri. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini

Berita Terpopuler



