Pemprov Bali Siap Dukung Kesejahteraan 80.000 Pinandita di 1.480 Desa
Jumat, 27 Mei 2016

Baliberkarya/Ist
IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI
GOOGLE NEWS
Baliberkarya.com-Denpasar. Penyelenggaraan Loka Sabha Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri pinandita dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin upacara keagamaan sesuai tingkatan yang diemban, selain juga sebagai media diskusi permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan beragama untuk mewujudkan masyarakat Bali khususnya umat Hindu yang damai dan sejahtera lahir dan bathin.
Demikian disampaikan Wagub Ketut Sudikerta yang terungkap saat membuka secara resmi penyelenggaraan Loka Sabha II Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali di Gedung PHDI Jl. Ratna Tatasan No. 71 Denpasar, Jumat (27/5). “Melalui Loka Sabha, saya harapkan para Pinandita dapat meningkatkan kualitas dalam melaksanakan profesinya sebagai seorang pemangku di masing-masing tingkatannya, sehingga dapat mewujudkan krama dan jagat Bali yang sukerta lahir-bathin,” ujar Sudikerta.
Wagub Sudikerta juga berharap melalui kegiatan tersebut terpilih kepengurusan baru yang mampu melaksanakan dengan baik program-program yang sudah tersusun, serta mampu mengevaluasi dan memperbaiki program yang sudah dijalankan sebelumnya agar terus dapat meningkat.
“Melalui Loka Sabha ini semoga dapat dikoreksi, program yang sudah baik kita pertahankan dan terus tingkatkan jangan sampai ada kemunduran, yang belum baik kita pacu lagi agar semua program berjalan dengan baiki,” imbuh Sudikerta. Tak hanya itu, Wagub Sudikerta yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, AA. Gede Geriya juga menjelaskan beberapa program Pemprov Bali guna mendukung kesejahteraan para Pinandita diantaranya pelayanan JKBM dengan penanganan di ruang perawatan kelas I maupun pemberian bantuan genta.
Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Sudiana yang turut diundang dalam acara tersebut menyampaikan di Bali terdapat hampir 80 ribu orang pinandita yang tersebar di 1.480 desa, karena masing-masing desa pekraman di Bali rata-rata memiliki Kahyangan Tiga. Jadi, menurutnya dalam satu desa pekraman minimal terdapat 3 orang pemangku. Senada dengan Wagub Sudikerta, peranan penting para Pinandita sebagai contoh panutan bagi umat diwilayahnya masing-masing, menurutnya juga menjadi tuntutan agar para Pinandita mampu meningkatkan kualitas diri dalam menerapkan ajaran agama.
Untuk itu, Ia pun menghimbau para Pinandita agar melaksanakan yoga minimal yoga asana, serta hidup vegetarian, agar kualitas kerohanian para Pinandita bisa meningkat. Dalam kehidupan keagamaan, Ia pun berharap para Pinandita mampu memberikan tuntunan dan pencerahan tentang ajaran agama maupun makna pelaksanaan upacara melalui dharma wacana yang diselipkan dalam rangkaian upacara keagamaan. Sebagai tempat memperdalam ajaran Agama terutama Weda, Ia berharap keberadaan Ashram di wilayah-wilayah Bali bisa ditingkatkan. Lebih jauh, Ia berharap Pengurus terpilih bisa menjembatani seluruh kepentingan Kabupaten/Kota, agar bisa meningkatkan kerjasama dan koordinasi, sehingga secara tidak langsung juga akan meningkatkan persatuan umat Hindu.
Disis lain, Ketua Panitia Lokasabha II, Jro Mangku Nyoman Sampun Widarna Yana dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk memilih kembali kepengurusan PHDI periode 2016-2021, setelah kepengurusan yang sebelumnya masa jabatannya sudah usai. Disamping itu, juga untuk membahas program-program yang akan dilaksanakan pada periode selanjutnya. Kegiatan menurutnya terlaksana dengan biaya hasil urunan dari panitia, serta sumbangan dari berbagai lembaga.
Acara menurutnya diikuti oleh Ketua Koordinasi Daerah (Korda) Pinandita dari 6 Kabupaten di Bali minus 3 Kabupaten/Kota yang belum terbentuk yakni Kota Denpasar, kabupaten Badung dan karangasem, serta pengurus Paguyuban Pinandita Se-Bali.
Terkait 3 daerah yang belum terdapat Korda, akan dilantik Plt. untuk memacu terbentuknya Korda di wilayah tersebut. Tak lupa diakhir laporan, Ia juga menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kerjasama yang baik dari seluruh jajaran yang membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Ditambahkan Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara Pusat, Wayan Puji, acara tersebut mampu menghasilkan rumusan dan penghayatan ajaran keagamaan, bukan sekedar ucapan tetapi juga dalam pemahaman dan pelaksanaan.
Pemahaman yang dimaksud yakni upacara yang sudah dilaksanakan selama ini tidak sekedar pelengkap seremonial saja, tetapi paham akan maknanya. Lebih jauh, Ia juga berharap para Pinandita bisa memberikan tuntunan ajaran-ajaran agama kepada umat dalam menumbuhkan toleransi dan tenggang rasa umat.(bb)
Berita Terkini
Berita Terkini


Berita Terpopuler



