Jembatan Bambu di Jembrana Kembali Roboh, 15 KK Terisolasi
Jumat, 04 April 2025

Ket poto: Kondisi jembatan bambu yang jebol di Desa Yehembang Kauh
Baliberkarya.com - Jembrana. Jembatan bambu di Banjar Sekar Kejula Kelod, Jembrana, kembali roboh setelah dihantam banjir pada Senin, 1 April 2025. Ini merupakan kali kedua jembatan tersebut ambruk, setelah kejadian serupa pada Oktober 2022 lalu. Akibatnya, sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terisolasi, terutama saat debit air sungai meningkat. Warga pun khawatir, terutama terkait akses anak-anak ke sekolah dan kondisi darurat yang memerlukan akses cepat ke fasilitas kesehatan.
Saat melakukan asesmen ke lokasi jembatan bambu tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian ini merupakan kali kedua terjadi, setelah pada Oktober 2022 lalu.
“Jembatan ini juga saat itu jebol disapu banjir, namun saat itu warga sempat kembali memperbaiki jembatan tersebut dan kembali roboh pada hari Senin, 01 April 2025 dikarenakan material jembatan sudah lapuk,” ungkapnya, Jumat (4/4/2025).
Ia mengaku, saat ini dalam kondisi jembatan yang roboh, warga masih bisa melintas lantaran air sungai dalam keadaan kecil. “Saat air sungai besar masyarakat terisolasi tidak bisa menyeberangi sungai. Yang menjadi kekhawatiran masyarakat disaat air sungai besar ada anak-anak mereka yang harus masuk sekolah dan saat ada emergency seperti warga yg sakit harus segera diantar ke RS,” terangnya.
Baca juga:
Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Melaspas dan Pasupati Pelawatan di Pura Dalem Penataran Sumerta
Menurut informasi dari kepala dinas setempat, lanjut Artana, masyarakat yang terisolasi sebanyak 15 KK, sesuai dengan hasil koordinasi dengan masyarakat, aparat desa sudah berusaha meminta bantuan dari pihak-pihak terkait, namun sampai saat ini belum bisa terealisasi. “Mereka sudah pernah meminta bantuan ke instansi terkait, akan tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” jelasnya.
Untuk meringankan beban masyarakat, pihaknya menyerahkan bantuan kepada warga yang yang terisolasi sebanyak 15 KK, di Banjar Sekar Kejula Kelod berupa paket sembako 15 paket, matras BNPB 30 buah, paket kebersihan 15 paket. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terisolasi serta sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ucapnya. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini


Berita Terpopuler



