Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Dharmasadhana Ke-5 Digelar, Aplikasikan Green Dharma Dan Kemenag Berdampak

Kamis, 20 Maret 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Baliberkarya

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Oleh : I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H

Baliberkarya.com - Buleleng. Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Buleleng kembali melakukan kegiatan triwulanan berupa Dharmasadhana yang ke-5. Kegiatan ini dilakukan di Kecamatan Buleleng yang dipusatkan di Pura Bukit Pucak Emas, lingkungan Desa Adat Bale Agung Tenaon. Sebagai informasi kegiatan ini sudah dilakukan di beberapa Kecamatan Buleleng Timur sebanyak empat kecamatan dan kali ini yang kelima dengan membawa selogan Green Dharma dan Kemenag berdampak sesuai dengan program Kementerian Agama RI, khususnya Dirjen Bimas Hindu RI. Kegiatan ini diikuti dengan antusias warga Bale Agung Tenaon, Perangkat Desa Dinas dan Prajuru Adat, serta Dharmawacana dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Sebagai salah satu suluh penerang Agama di Buleleng, kelompok kerja penyuluh memiliki link media sosial Nirwasita Gantari yang memuat permediaan penyuluhan dan bimbingan penyuluh agama Kemenag Kabupaten Buleleng kepada masyarakat

Program ini merupakan program rintisan dari Penyuluh Agama PPPK yang telah diangkat, rasa syukur mereka kemudian diawali dengan mengupulkan sisa rejeki yang diperoleh secara rutin dan tulus dikumpulkan dan kemudian dituangkan dalam bentuk program Dharmasadhana. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pembagian sembako untuk masyarakat lansia yang kurang mampu, masyarakat disabilitas serta ibu hamil (dalam rangka pengentasan stunting), penanaman pohon, tirtayatra dan aplikasi dari Sad Dharma lainnya. Pada setiap kegiatan yang berlangsung tiga bulanan inilah dilakukan kegiatan Dharmayatra, Dharmawacana, Dharmatula, Dharmasantih, Dharmagita dan Dharmasadhana secara bersamaan di salah satu Pura masing-masing kecamatan yang dituju. Kegiatan ini berkembang dan mampu mengetuk warga kemenag lainnya. Bukan hanya itu, warga masyarakatpun ikut mensuport acara ini seperti yang telah rutin memberikan support akhir-akhir  ini seperti PT Bisi, Pasraman Pasir Ukir, kerabat penyuluh dan pada bulan ini diikuti oleh Buleleng Sosial Community (BSC).

Kegiatan di bulan maret ini juga membawa misi program Kemenag Berdampak, antara lain dengan pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan mencerahkan pemahaman umat, moderasi beragama, peningkatan kerukunan serta kegiatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan aplikasi dari ajaran-ajaran agama dengan berkegiatan secara langsung, hal ini ditunjukan dengan melakukan Dharmawacana, Dharmayatra, Dharmasantih bersama prajuru desa, dharmatula terkait aspek-aspek Agama Hindu dan kegiatan aplikatif lainnya. Hal ini merupakan salah satu program unggulan dari kemenag, bahwa teks mesti dikontekskan, sederhanannya adalah teori agama mesti dipraktekan dan diawali oleh warga kemenag.

Program besar lainnya adalah kegiatan Green Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon matoa sebagai salah satu upaya untuk perlindungan flora endemic. Pohon matoa ( Pometia pinnata) merupakan spesies tumbuhan yang termasuk dalam famili Sapindaceae. Ciri khas pohon ini adalah buahnya yang berdaging dan memiliki rasa manis-asam. Selain sebagai sumber pangan, pohon matoa juga memiliki nilai ekonomi dan ekologi. Perlindungan terhadap flora endemik seperti pohon matoa sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Buleleng, dalam acara Dharmasadhana yang ke-5 ini.

Selain itu penanaman pohon juga dilakukan dilingkungan Tempat suci seperti penanaman bibit Kelapa Hybrida yang mampu berbuah cepat (3-5 Tahun). Tujuan dari penanaman pohon kelapa ini juga adalah untuk swasembada sarana upakara. Seperti yang diketahui bahwa penggunaan kelapa daksina sangat banyak bagi masyarakat dan harapannya adalah memenuhi kebutuhan itu secara bertahap. Kelapa unggul ini juga bisa digunakan dalam berbagai ritual, baik daun muda, daun tua bahkan yang kering serta kelapanya juga yang masih muda ataupun yang sudah tua. Dalam rangka persiapan upakara, mutlak bahwa kelapa sangat penting. Kedepan diharapkan kegiatan ini bisa menambah lahan penanaman utamanya di lahan desa (pelaba pura) yang ada di desa adat.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, serta dharmatula hangat tentang aspek-aspek agama Hindu yang sedang dialami oleh Masyarakat. Mengunjungi warga masyarakat yang disabilitas dan kurang mampu dengan membawakan bantuan berupa sembako. (BB)


Berita Terkini