475 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Nyepi dan Idul Fitri di Jembrana
Kamis, 20 Maret 2025

Ket poto: Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto bersama Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan cek kendaraan sebelum Operasi Ketupat di gelar
Baliberkarya.com - Jembrana. Antisipasi lonjakan arus mudik saat hari raya Nyepi Saka 1947, sebanyak 475 personel gabungan dikerahkan. Dalam Operasi Ketupat yang melibatkan Polres Jembrana bersama instansi terkait ini akan berlangsung selama 17 hari, mulai 23 Maret hingga 8 April 2025.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, pengamanan difokuskan pada kelancaran seluruh rangkaian perayaan, mulai dari puasa Ramadan, malam takbiran, salat Id, arus mudik dan balik, hingga prosesi Melasti, pawai ogoh-ogoh, serta Ngembak Geni.
“Kami ingin memastikan semua kegiatan masyarakat selama momen besar ini berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Endang saat dikonfirmasi, Kamis (20/3).
Endang merinci, sebanyak 270 personel Polres Jembrana diterjunkan dalam Operasi Ketupat, ditambah 45 personel untuk penebalan kekuatan, 19 personel BKO Ditlantas, dan 16 personel Brimob. Selain itu, 125 personel dari berbagai instansi juga dilibatkan dalam pengamanan.
Khusus di wilayah Pelabuhan Gilimanuk, sebanyak 240 personel Polri dikerahkan untuk mengatur arus mudik dan penyeberangan. Hal ini dilakukan mengingat puncak arus mudik diprediksi berdekatan dengan penutupan pelabuhan saat Nyepi.
“Empat pos pengamanan juga kami dirikan di Pengragoan, Rambutsiwi, Negara, dan Melaya. Ditambah Pos Pelayanan Gilimanuk dan Pos Terpadu ASDP Gilimanuk,” jelasnya.
Untuk mengurai potensi kemacetan, enam kantong parkir disiapkan di sejumlah titik, yakni Yeh Leh (Pekutatan), areal Pura Rambutsiwi (Mendoyo), Terminal Negara (Negara), serta Gudang Toyota, Gudang Suzuki, dan UPPKB Cekik di Melaya.
Selain pengamanan di darat, antisipasi lonjakan arus mudik juga dilakukan di jalur penyeberangan. ASDP memprediksi peningkatan penumpang sebesar 8 persen menjadi 572.706 orang, kendaraan naik 10 persen menjadi 148.408 unit, dan jumlah perjalanan kapal naik 13 persen menjadi 3.840 trip.
“Sebanyak 54 kapal akan dioperasikan selama Operasi Ketupat, ditambah dua kapal besar sebagai perbantuan jika terjadi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Endang menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, bertepatan dengan malam Pengerupukan. Sebanyak 519 ogoh-ogoh akan diarak, dengan 182 di antaranya melintasi jalur utama Denpasar-Gilimanuk.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan mudik lebih awal dan bersama-sama menjaga ketertiban selama perayaan Nyepi,” pungkasnya. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini


Berita Terpopuler



