Gas Poll Proyek 5 Tahun Kedepan, Gubernur Koster: Banyak Mau Kerja Sama, Tiang Mencari Orang Punya Idealisme dan Niat Baik Jaga Bali
Kamis, 13 Maret 2025

Ket foto : Gubernur Bali Wayan Koster
Baliberkarya.com-Badung. Gubernur Bali Wayan Koster telah menyiapkan proyek pembangunan infrastruktur strategis di periode kedua. Tak mau terlena, Koster gas poll langsung membeberkan proyek-proyek dalam lima tahun ke depan saat Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah Provinsi, Kota, dan Kabupaten se-Bali di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Rabu (12/3/2025).
Pertama, Gubernur Koster bakal melakukan restorasi Parahyangan Pura Agung Besakih yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 mendatang. "Banyak pelinggihnya sudah jamuran, reot, dibiarkan terus, padahal kita terus nunas anugerah di pelinggihnya. Jadi harus dibagusin supaya Ida Bathara sayang sama kita semua," kata Gubernur Koster.
Kedua, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng tersebut juga akan melanjutkan mega proyek Pusat Kesenian Bali (PKB) Klungkung pada akhir tahun ini. Saat ini, pihaknya tengah menyeleksi investor yang akan mengerjakan proyek yang diprediksi bakal menyerap puluhan ribu tenaga kerja tersebut.
"Banyak sekali pihak ketiga yang mau bekerja sama di sini, tetapi tiang mencari pihak ketiga yang terbaik. Orang yang tidak semata mencari untung bagi dirinya, tapi punya idealisme dan niat baik menjaga Bali," terang Gubernur Koster.
Tak hanya PKB Klungkung, Gubernur Koster juga memastikan kelanjutan pembangunan proyek Turyapada Tower di Buleleng. Ia memprediksi kawasan Turyapada Tower akan rampung pertengahan 2026.
Selanjutnya, Gubernur Koster juga bakal menata kawasan wisata Batur. Ia juga akan berkoordinasi dengan Bupati Bangli terkait pengembangan desa adat di sana sebagai daerah tujuan wisata.
Tak berhenti di situ, Gubernur Koster juga berencana membangun jalan baru yang menghubungkan Pura Batur dan Besakih untuk kelancaran pemedek yang akan bersembahyang di sana.
"Terus dibangun jalan baru menghubungkan Klungkung-Karangasem, bagian dalam Jalan Lingkar Bali, melintasi terowongan 200 meter. Jadi ga lagi macet di tikungan yang sangat tajam," lanjut Gubernur Koster.
Kemudian, Gubernur Koster juga merancang pembangunan jalan baru yang menghubungkan Karangasem-Buleleng. "Kalau ini dibangun Karangasem akan menyala juga. Sekarang Karangasem gelap terus," ungkap Gubernur Koster.
Baca juga:
Dukung Arahan Gubernur Bali, Kembang Sampaikan 24 Program Unggulan Jembrana Sejalan dengan Provinsi
Masih soal infrastruktur, Gubernur Koster juga akan mengebut pembangunan Jalan Shortcut titik 9-10 Singaraja-Mengwitani. Saat ini, proyek ini memasuki tender.
"Kalau sudah selesai titik 9-10 (pada) 2026, dilanjutkan titik 11-12 sampai selesai. Dan kita akan siapkan bus listrik dari Buleleng ke Denpasar," tegas Gubernur Koster.
Untuk pemerataan ekonomi Bali, Gubernur Koster berencana menyulap Pelabuhan Terpadu Amed yang digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan ekonomis di kawasan Bali Timur. Selain itu, Koster juga akan menjadikan Pelabuhan Sangsit sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Buleleng Timur.
Baca juga:
Dukung Arahan Gubernur Bali, Kembang Sampaikan 24 Program Unggulan Jembrana Sejalan dengan Provinsi
Bergeser ke selatan, Gubernur Koster juga akan melakukan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi kemacetan di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar (Sarbagia). Seperti, pembangunan jalan yang menghubungkan Sunset Road-Mahendradatta-Gatot Subroto-Canggu. Kemudian pembangunan under pass Ahmad Yani dan under pass Tohpati di Denpasar, serta under pass Jimbaran di Badung.
"(Membangun) gedung parkir Sanur pakai lahan Pemprov supaya ga macet lagi di Bypass Sanur, jalan shuttle pinggir pantai, ini dikerjakan 2026 sampai 2027 (dan pembangunan jalan) Simpang Akasia-Padanggalak," sebutnya.
Selanjutnya, Gubernur Koster bakal mengembangkan Pembangunan Pusat Olahraga Provinsi Bali di Kabupaten Bangli.
"Ini inisiatif bupati Bangli tapi akan dijadikan program pemerintah provinsi Bali kerja sama dengan Kabupaten Badung. Nanti kita kelola secara profesional, bisa dapat duit kita biar Bangli menyala juga," terang Gubernur Koster.
Lebih jauh, Gubernur Koster juga memastikan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan kembali. "Tanggal 17 bulan ini kita akan ketemu Pak Menteri PU untuk memastikan pola pembangunan jalan tol ini," jelas Gubernur Koster.
Kemudian, merencanakan pembangunan subway. "Inisiatornya pihak ketiganya akan ketemu tanggal 16 nanti di Jakarta. Harus berjalan ini untuk mengatasi kemacetan di Denpasar, Badung, Gianyar," ungkap Doktor lulusan ITB Bandung tersebut.
Gubernur Koster menyebut, pembangunan infrastuktur strategis tersebut nantinya menggunakan sistem sharing pembiayaan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan pemerintah daerah (Pemda)
"Program ini harus berjalan paling lambat 2028 selesai, buruk-buruknya 2029 sudah harus selesai," pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali tersebut. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini

Berita Terpopuler



