Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Gubernur Koster Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Bali Atasi Sampah, Kemacetan Hingga Wisatawan Nakal

Rabu, 12 Maret 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket foto : Gubernur Bali Wayan Koster

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Badung. Gubernur Bali Wayan Koster membentuk Tim Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan Bali 2025-2030 yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Tim ini bertujuan untuk mempercepat implementasi program strategis yang mencakup isu lingkungan, transportasi, pariwisata, hingga pembangunan ekonomi.

"Rapat pembentukan tim ini akan dimulai minggu depan," ucap Gubernur Koster saat Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah Provinsi, Kota, dan Kabupaten se-Bali di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Rabu (12/3/2025).

Gubernur Koster menyebutkan bahwa tim yang dibentuk akan berfokus pada berbagai isu mendesak, termasuk pengelolaan sampah, kemacetan, serta wisatawan asing yang melanggar aturan.

"Ada sekitar 30 tim percepatan yang akan bekerja dalam skema lima tahun. Kami akan mulai dari program yang paling cepat diterapkan dan tidak membutuhkan biaya besar, terutama yang berbasis teknologi," jelasnya.

Tim ini nantinya akan terdiri dari perangkat daerah provinsi/kabupaten/kota, akademisi, sektor swasta, komunitas, media, dan tokoh masyarakat. Selain tim percepatan, Gubernur Koster juga membentuk Tim Terpadu Penertiban, yang akan berfokus pada transportasi ilegal, penyewaan vila tak berizin, prostitusi terselubung, serta pelanggaran lingkungan.

Salah satu agenda prioritas adalah menindak wisatawan asing yang melanggar hukum dan norma kesucian Bali. Tim terpadu akan terdiri dari perangkat daerah, akademisi, kepolisian, serta Majelis Desa Adat.

Pembentukan tim percepatan dan tim terpadu ini menjadi langkah awal implementasi RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali 2025-2045, yang menargetkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya dan kearifan lokal.

"Dengan tim terpadu ini, kita akan bersih-bersih dari pelanggaran, baik dalam pariwisata maupun lingkungan," pungkas Koster. (BB)


Berita Terkini