Anggaran Pendidikan di Jembrana Tak Terdampak Efisiensi, Jam Mengajar Guru Ditambah
Senin, 10 Maret 2025

Ket poto: Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra
Baliberkarya.com - Jembrana. Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat berdampak pada berbagai sektor di daerah. Namun, di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana, dampak tersebut tidak signifikan. Pemangkasan anggaran hanya menyasar perjalanan dinas dan belanja alat tulis kantor (ATK), sementara program prioritas tetap berjalan tanpa gangguan
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, memastikan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah tidak berdampak signifikan terhadap program prioritas di sektor pendidikan.
“Sebenarnya, dampak efisiensi di dinas kami tidak terlalu besar. Hanya ada beberapa pos yang dikurangi, seperti perjalanan dinas yang sudah distandarkan dan belanja cetak alat tulis kantor (ATK) yang dipangkas hingga 30 persen. Sementara untuk beberapa kegiatan lain, tidak ada efisiensi,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (10/03/2025).
Anom Saputra menambahkan bahwa justru terdapat penambahan anggaran untuk program prioritas, terutama beasiswa bagi siswa. “Selain itu, beberapa program prioritas pimpinan tetap dijalankan melalui mekanisme pergeseran anggaran, bukan pemangkasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perbaikan sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan skema Specific Grant (SG) tetap berjalan tanpa pengurangan. Namun, untuk tahun ini, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang biasanya digunakan untuk pembangunan sekolah baru sudah tidak tersedia. Sebaliknya, hanya ada anggaran untuk renovasi melalui DU SG. “Untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga saat ini masih tidak mengalami pengurangan,” terangnya.
Terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai pengurangan tenaga non-ASN, Anom Saputra mengakui adanya tantangan, terutama di sekolah-sekolah. Namun, pihaknya masih dapat mengatasi kekurangan tenaga pengajar dengan menambah jam mengajar bagi guru yang sudah ada.
“Sebelumnya, guru mengajar 24 jam pelajaran, sekarang kami tambah lagi. Intinya, kami berdayakan sumber daya yang ada agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran secara optimal,” pungkasnya. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini

Berita Terpopuler



