Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Jadi Program Unggulan, Rai Mantra Ingin Pendidikan Berbasis Hindu di Sekolah

Sabtu, 08 Maret 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket poto: Anggota DPD RI Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Denpasar. Pendidikan berbasis Hindu atau sekolah widyalaya yang memiliki empat tujuan baik yaitu Sidhi atau kecerdasan, Sidha (keterampilan), Sudha (kejujuran), dan Sadhu (kebijaksanaan). Saat ini sekolah widyalaya di Indonesia menampung 3.698 siswa aktif di 120 satuan pendidikan mulai dari TK hingga SMA/SMK. 

Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra kepada media, Sabtu 8 Maret 2025. Mantan Walikota Denpasar 2 Periode ini mendorong pengembangan lebih banyak lagi sekolah widyalaya dan sangat penting dikembangkan di Bali.

"Sekolah berbasis agama umumnya mendapat materi pembelajaran keterampilan lebih disertai ilmu nilai-nilai agama yang baik di era moderen saat ini," katanya.

Rai Mantra mengaku mengadvokasi antara Bimas Hindu Kementerian Agama dan pemerintah daerah agar sekolah widyalaya yang berbasis agama dan budaya ini disosialisasikan dan terwujud. Ia juga mengajak sekolah lainnya seperti swasta mendaftar menjadi sekolah widyalaya sebab tidak ada kurikulum yang berbeda antara sekolah berbasis agama dan budaya dengan pendidikan formal lainnya.

"Sekolah berbasis agama dan budaya sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan kebutuhan modal manusia. Sekolah-sekolah yang bisa berbasis Hindu digalakkan dan sudah ditekankan Bali sebagai barometer, kalau berminat TK di banjar-banjar ya memungkinkan sekali sudah ditawarkan juga kepada swasta,” tegas Anggota Komite III DPD RI tersebut.

Menurut Rai Mantra, melihat saat ini sekolah widyalaya belum banyak dan merata di Bali sehingga potensi sekolah-sekolah mengajukan diri menjadi widyalaya sangat besar. Baginya, keberadaan taman kanak-kanak atau dinamakan pratama widyalaya, di mana sebagian TK di Bali berada di banjar-banjar sehingga untuk mendorong perubahan statusnya tidak sulit.

"Semua berorientasi pada sumber daya manusia baik, SDM yang memiliki keterampilan dan perilaku atau akhlak yang baik. Pengeksekusi daerah dan yang punya kewenangan kementerian,” jelas Rai Mantra. (BB)


Berita Terkini