Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Hadapi Tantangan Efisiensi Anggaran, Bang Ipat Optimalkan Pendapatan Daerah

Sabtu, 01 Maret 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket foto : Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Persindonesia.com Jembrana - Mengawali masa kepemimpinan, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna dihadapkan pada tantangan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kebijakan ini berdampak pada terganggunya pembangunan infrastruktur, termasuk jalan dan irigasi di kabupaten paling barat dan termiskin di Bali yang selama ini mengandalkan sektor pertanian.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Kembang tetap optimistis. Pemerintah daerah akan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mencari bantuan keuangan dari pemerintah provinsi serta kabupaten lain di Bali, dan melakukan efisiensi internal guna memastikan program pembangunan tetap berjalan.

“Situasi ini tidak mudah dari sisi pendapatan. Di sisi lain, kami memiliki visi-misi serta berbagai janji bantuan kepada masyarakat yang harus direalisasikan,” ujar Kembang usai serah terima jabatan di Kantor DPRD Jembrana.

Sebagai langkah strategis, lanjut Kembang, pemerintah daerah akan melakukan reorganisasi dengan menggabungkan empat hingga lima dinas demi efisiensi. Selain itu, penghematan perjalanan dinas juga diterapkan sesuai arahan Presiden, termasuk pengurangan hibah serta kegiatan yang dinilai kurang prioritas. “Efisiensi ini bertujuan agar anggaran lebih difokuskan kepada kepentingan masyarakat,” jelasnya, Sabtu (01/03/2025).

Di tengah tantangan fiskal, Kembang menambahkan, beberapa program unggulan tetap akan dijalankan dalam 100 hari pertama kepemimpinan. “Dari 24 program yang telah dirancang, salah satu prioritas utama adalah pemberian dana talangan tanpa bunga dan tanpa jaminan bagi masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri. Pemerintah akan mensubsidi salah satu bank untuk memfasilitasi pinjaman tersebut,” terangnya.

Selain itu, pihaknya menargetkan pengadaan 70 unit mobil pikap untuk desa adat dan desa dinas. Program lain yang menjadi perhatian adalah penyediaan mobil pengantar pasien rawat jalan serta pembangunan rumah singgah bagi warga Jembrana yang membutuhkan tempat tinggal sementara saat menunggu pasien di rumah sakit. “Kami sudah meninjau lokasi rumah singgah agar warga tidak lagi menunggu pasien di lorong rumah sakit. Itu yang kita kerjakan sebelum seratus hari,” ungkapnya.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna menambahkan, terkait efisiensi, dirinya telah meninjau beberapa titik aset daerah, seperti sirkuit, rumah coklat, dan sentra tenun, untuk mencari sumber-sumber PAD yang potensial. "Kami juga akan mengevaluasi pengeluaran yang bisa lebih efisien. Saat ini, beban terhadap aset-aset tersebut masih cukup tinggi, sehingga perlu langkah-langkah strategis agar lebih optimal," ujarnya.

Selain itu, sektor parkir juga menjadi perhatian. Menurutnya, beberapa titik parkir masih belum dikelola dengan baik akibat berkurangnya petugas setelah pengurangan tenaga non-ASN. Ia mempertimbangkan kemungkinan menyerahkan pengelolaan aset-aset tersebut kepada pihak ketiga agar lebih efektif. "Kami juga berencana menata kawasan Pura Persinggahan di Rambutsiwi. Area parkir akan diperluas ke bagian belakang agar tidak mengganggu jalur nasional," tambahnya.

Sebagai langkah efisiensi, Pemkab Jembrana juga akan mengurangi penggunaan listrik di kantor-kantor pemerintahan. Penerangan di malam hari akan dibatasi hanya di titik-titik yang benar-benar diperlukan. "Kebijakan ini bertujuan untuk menghemat anggaran, sehingga ada tambahan PAD yang bisa dialokasikan bagi program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya. (BB)

 


Berita Terkini