Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

DJP Hapus Sanksi Administratif dalam Implementasi Coretax

Jumat, 28 Februari 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ilustrasi (Ist)

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jakarta, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menetapkan kebijakan penghapusan sanksi administratif bagi wajib pajak dalam rangka implementasi Coretax DJP. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor 67/PJ/2025 yang diterbitkan pada 27 Februari 2025.

Ketentuan Penghapusan Sanksi

  1. Penghapusan Sanksi atas Keterlambatan Pembayaran dan Penyetoran Pajak

    • Berlaku bagi Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat (2) (kecuali dari pengalihan hak atas tanah/bangunan), PPh Pasal 15, 21, 22, 23, 25, dan 26 untuk Masa Pajak Januari 2025 yang dibayar setelah jatuh tempo hingga 28 Februari 2025.

    • PPh Pasal 4 ayat (2) dari pengalihan hak atas tanah/bangunan untuk Masa Pajak Desember 2024 yang disetor setelah jatuh tempo hingga 31 Januari 2025 dan Masa Pajak Februari 2025 yang disetor setelah jatuh tempo hingga 28 Februari 2025.

    • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk Masa Pajak Januari 2025 yang disetor setelah jatuh tempo hingga 10 Maret 2025.

    • Bea Meterai yang dipungut Pemungut Bea Meterai untuk Masa Pajak Desember 2024 yang disetor setelah jatuh tempo hingga 31 Januari 2025 dan Masa Pajak Januari 2025 yang disetor setelah jatuh tempo hingga 28 Februari 2025.

  2. Penghapusan Sanksi atas Keterlambatan Pelaporan atau Penyampaian SPT

    • Penyampaian SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 serta SPT Masa Unifikasi untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga 28 Februari 2025, Masa Pajak Februari 2025 hingga 31 Maret 2025, dan Masa Pajak Maret 2025 hingga 30 April 2025.

    • Pelaporan PPh Pasal 4 ayat (2) dari pengalihan hak atas tanah/bangunan untuk Masa Pajak Desember 2024 hingga 31 Januari 2025, Masa Pajak Januari 2025 hingga 28 Februari 2025, Masa Pajak Februari 2025 hingga 31 Maret 2025, dan Masa Pajak Maret 2025 hingga 30 April 2025.

    • Pelaporan PPh Pasal 4 ayat (2) dari usaha dengan peredaran bruto tertentu serta PPh Pasal 25 untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga 28 Februari 2025, Masa Pajak Februari 2025 hingga 31 Maret 2025, dan Masa Pajak Maret 2025 hingga 30 April 2025.

    • Penyampaian SPT Masa PPN untuk Masa Pajak Januari 2025 hingga 10 Maret 2025, Masa Pajak Februari 2025 hingga 10 April 2025, dan Masa Pajak Maret 2025 hingga 10 Mei 2025.

    • Penyampaian SPT Masa Bea Meterai untuk Masa Pajak Desember 2024 hingga 31 Januari 2025, Masa Pajak Januari 2025 hingga 28 Februari 2025, Masa Pajak Februari 2025 hingga 31 Maret 2025, dan Masa Pajak Maret 2025 hingga 30 April 2025.

  3. Mekanisme Penghapusan Sanksi

    • DJP tidak akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) bagi wajib pajak yang memenuhi syarat.

    • Jika STP telah diterbitkan sebelum keputusan ini berlaku, maka penghapusan sanksi administratif akan dilakukan secara jabatan.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum serta mendorong kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan seiring dengan implementasi sistem Coretax DJP.

 


Berita Terkini