Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Residivis Kambuhan Beraksi Lagi, Gasak 3 Karung Beras di Warung Nenek di Pekutatan

Minggu, 23 Februari 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket poto: Terduga pencuri bernama Ahmad Tahir 40 tahun

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Salah satu warung milik Mastini 64 tahun warga Banjar Pukulan Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana dimasuki maling. Dari warung milik korban, terduga pencuri bernama Ahmad Tahir 40 tahun asal Kelurahan Loloan Barat,Kecamatan Negara berhasil mengambil 3 karung plastik beras kemasan 5 kg.

Saat dikonfirmasi, kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suarmadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku kejadian tersebut terjadi pada Sabtu tanggal 22 Pebruari 2025 sekira pukul 18.30 wita. “Ya terduga pencuri ersebut telah diamanakan di Polsek dan sedang dimintai keterangan,” terangnya, Minggu (23/02/2025).

Ia menerangkan, kejadian bermula saat pemilik warung yang berada di dapur hendak memasak. Korban mendengar suara mencurigakan dan memberi tahu suaminya. Korban kemudian melihat pelaku keluar dari kios dengan membawa bungkusan putih.

“Saat itu pemilik warung berteriak “maling-maling” dan mengejar pelaku, diikuti oleh korban yang juga berteriak meminta pertolongan. Pelaku berhasil diamankan oleh warga, saat itu kami tiba dilokasi dan mengamankan pelaku,” terangnya.

Dari tangan pelaku, lanjut Suarmadi, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga karung beras kemasan 5 kg merek Laba-Laba senilai Rp 210.000 serta satu unit sepeda motor Yamaha Frigo warna hitam dengan nomor polisi DK 6219 ZA. “Barang bukti sera pelaku sudah kita amankan di Polsek. Kasusnya kita masih dalami,” jelasnya.

Hasil penyelidikan, imbuh Suarmadi, pelaku merupakan residivis kasus pencurian. Pada tahun 2005, ia divonis enam bulan penjara akibat kasus pencurian tabung gas di Kelurahan Loloan Timur.

“Sementara pada tahun 2024, ia kembali dipenjara selama tiga bulan atas kasus serupa di tujuh lokasi berbeda, yakni Desa Banyubiru, Kelurahan Loloan Barat, Kelurahan Loloan Timur, dan Kelurahan Pendem,” pungkasnya. (BB)


Berita Terkini