Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Doakan Gus Par-Guru Pandu Menang, Mangku Pastika Minta Fokus Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat Miskin Karangasem

Kamis, 21 November 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Foto: Mantan Gubernur Bali dua periode, Komjen Pol (Purn) Dr. Made Mangku Pastika, M.M.,hadir ikut mengkampanyekan Gus Par-Guru Pandu dan Mulia-PAS dalam Kampanye Akbar Gus Par-Guru “Gebyar Pepadu” di lapangan Candra Bhuana, Karangasem pada Kamis 21 November 2024 .

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Karangasem. Kampanye akbar pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karangasem nomor urut 3, I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa pada Kamis 21 November 2024 di Lapangan Taman Budaya Candra Buana dipenuhi ribuan masyarakat Karangasem. Ribuan pendukung yang dikenal dengan sebutan Pepadu memadati lokasi untuk memberikan dukungan kepada pasangan tersebut.

Istimewanya lagi, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting di Bali, termasuk mantan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, I Nyoman Sugawa Korry, Sekjen DPW Nasdem Bali Nyoman Winatha, anggota DPR RI Dapil Bali I Gede Sumarjaya Linggih, serta calon Gubernur Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Tak ketinggalan, sejumlah kader Partai Gerindra Karangasem turut hadir memberikan dukungan.

Mangku Pastika turun gunung di Pilkada Karangasem dalam acara kampanye Kampanye Akbar Gus Par-Guru Pandu bertajuk “Gebyar Pepadu” di lapangan Candra Bhuana, Karangasem ini dihadiri ribuan massa dan simpatisan pendukung Paslon GP dari berbagai penjuru di Gumi Lahar Karangasem.

Mantan Kapolda Bali ini khusus  untuk mengkampanyekan dan memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem nomor urut 3 I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa (Gus Par-Guru Pandu) yang dikenal sebagai Paslon GP.

Dalam orasinya, Komjen Pol (Purn) Dr. Made Mangku Pastika, M.M., menyampaikan pesan khusus kepada para calon pemimpin, baik di tingkat Bali maupun Karangasem, agar fokus memperhatikan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Saya berpesan kepada Gus Par, Guru Pandu, De Gadjah, serta Putu Agus Suradnyana untuk memperhatikan rakyat miskin. Rakyat tidak boleh lapar, tidak boleh sakit, dan tidak boleh bodoh,” ucap Mangku Pastika.

Mangku Pastika menekankan pentingnya upaya pasangan calon tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karangasem dan mengangkat mereka dari kemiskinan. Ia juga mengimbau warga Karangasem yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak suara mereka dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November mendatang untuk mendukung pasangan nomor urut 3 yang diusung Partai NasDem dan Golkar tersebut serta didukung juga oleh Partai Gerindra.

Mangku Pastika menyatakan kekagumannya terhadap Karangasem yang dikenal sebagai “The Spirit Of Bali,” slogan yang dipopulerkan di era kepemimpinan IGA Mas Sumatri sebagai Bupati Karangasem periode 2016-2021. Menurutnya, wilayah ini memiliki peran penting sebagai roh spiritual Bali, dengan banyaknya pura suci, termasuk Pura Sad Khayangan, yang tersebar di Karangasem.

Selain itu, Gunung Agung, yang dianggap sebagai gunung paling suci di Bali, juga berada di wilayah ini, menegaskan posisi Karangasem sebagai pusat spiritual Pulau Dewata.

“Karangasem itu dulu slogannya Bu Mas waktu jadi Bupati, Karangasem itu adalah The Spirit Of Bali, rohnya Bali, buktinya paling banyak adalah Pura-Pura suci kita, Pura Sad Khayangan kita, paling banyak berada di Karangasem. Gunung Agung, gunung yang paling kita sucikan berada di wilayah Karangasem,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Mangku Pastika juga berbagi kisah tentang daerah kelahirannya di Sanggalangit, Gerokgak, yang saat itu didominasi oleh warga asal Seraya, Karangasem. Ia menjelaskan bahwa para pendatang dari Karangasem, yang disebut sebagai “Golongan Karangasem” atau Golkar, menjadi mayoritas di lingkungan tempat tinggalnya dan hingga kini masih banyak bermukim di sana.

“Saya belajar makan Jukut Kelor, Sambal Sere, Gerang Metunu, adalah dari semeton-semeton, itu tadi, dari Seraya. Nasinya, nasi jagung,” kenang Mangku Pastika.

Tokoh karismatik asal Buleleng itu menyatakan rasa kedekatannya dengan masyarakat Karangasem, yang ia anggap sebagai saudara sendiri. Ia juga mengenang masa ketika Gunung Agung erupsi, di mana ia bersama Bupati Karangasem saat itu, Mas Sumatri, tim dan pegawai pemerintah bekerja keras membantu warga terdampak. Selama beberapa bulan, ia secara rutin datang ke Karangasem untuk mendukung proses evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengungsi akibat letusan tersebut.

”Saya tadi ingat, tiap hari saya ke sini, ke Karangasem. Tiap hari. Selama berapa bulan. Kita ngurusi saudara-saudara yang mengungsi bersama Bu Mas dan pegawai yang lain, bahu-membahu, membantu masyarakat kita, terutama sekali yang terdampak langsung oleh letusan itu,” kenang Mangku Pastika.

Mangku Pastika juga mengungkapkan kedekatannya dengan masyarakat Karangasem, yang menurutnya telah ia rasakan secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di Karangasem kali ini adalah sesuatu yang istimewa, mengingat biasanya ia jarang meninggalkan markasnya di Sekar Tunjung Center di Denpasar. Namun, pentingnya acara ini mendorongnya untuk turun langsung ke Karangasem.

“Saya merasakan denyut nadi dari masyarakat Karangasem. Oleh karena itu, baru kali ini saya keluar Denpasar untuk hadir dalam urusan yang ini. Biasanya saya hanya di markas itu di Sekar Tunjung Center. Tidak pernah keluar,” ungkap mantan Anggota DPD RI Perwakilan Bali itu.

Mangku Pastika juga mengenang masa awal jabatannya sebagai Gubernur Bali pada 28 Agustus 2008. Ia bercerita bahwa keesokan harinya, 29 Agustus, ia langsung mengunjungi sebuah rumah tidak layak huni di wilayah Abang. Rumah tersebut milik keluarga Wayan Sopak, yang memiliki lima anak, tiga di antaranya mengalami kelumpuhan.

Ia juga menyoroti bahwa kondisi rumah tersebut bahkan tidak diketahui oleh kepala desa, camat, maupun bupati setempat. Hal ini menggambarkan komitmennya untuk langsung turun ke lapangan guna memahami kondisi masyarakat secara langsung.

“Saya pergi ke situ, maaf ya, kepala desanya enggak tahu tempat itu, apalagi camatnya, apalagi bupatinya. Jadi keluarga Pak Wayan Sopak namanya itu, saya ingat namanya. Itu anaknya lima, tiga lumpuh. Rumahnya sangat tidak layak huni. Di daerah Abang barangkali itu kira-kira,” bebernya.

Tak lupa Mangku Pastika juga mendoakan agar pasangan calon Gus Par dan Guru Pandu sukses dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang. Ia mengimbau seluruh masyarakat Karangasem yang memiliki KTP Karangasem dan hak pilih untuk mendukung dan mencoblos pasangan nomor urut 3, Gus Par-Guru Pandu.

“Datang berbondong-bondong ke TPS mencoblos pasangan nomor urut 3, Gus Par dan Guru Pandu,” harap Mangku Pastika.

Sementara, paslon nomor urut 3, Gus Par dan Guru Pandu, juga menyampaikan program-program pro rakyat yang akan dijalankan jika terpilih. Salah satu fokus utama mereka adalah mengatasi masalah air bersih yang sudah menjadi persoalan serius bagi masyarakat Karangasem selama beberapa tahun terakhir.

“Kalau ingin air lancar dan harga turun, harus coblos Paslon nomor 3,” tegas Gusti Parwata, didampingi Pandu Prapanca.

Acara kampanye ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga sarana untuk mempertegas komitmen Gus Par-Guru Pandu dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat Karangasem. Pasangan ini berharap dukungan masyarakat akan membawa mereka menuju kemenangan dalam Pilkada mendatang.(BB).


Berita Terkini