Pekerja Migran Jembrana Pulang dengan Kisah Mencekam Pasca Perang di Lebanon
Senin, 14 Oktober 2024

Ket poto: PMI asal Kabupaten Jembrana Ni Ketut Santi Suryaningsih
Baliberkarya.com - Jembrana, Seorang pekerja migran asal Kabupaten Jembrana, Bali, Ni Ketut Santi Suryaningsih (31), akhirnya kembali ke tanah air setelah difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lebanon. Santi, yang berasal dari Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, tiba di rumahnya pada Sabtu (12/10) sekitar pukul 01.00 wita, membawa cerita penuh ketegangan setelah menghadapi situasi mencekam di negara tersebut yang dilanda perang.
Dalam keterangannya pada Minggu (13/10/2024), Santi mengungkapkan bahwa situasi di tempat tinggalnya di Lebanon sangat mengkhawatirkan, terutama saat malam hari. "Setiap malam saya mendengar puluhan kali suara ledakan, yang semakin hari semakin dekat dengan tempat tinggal dan tempat kerja saya. Dua pekan sebelum saya pulang ke Indonesia, suara ledakan terus terdengar," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ledakan biasanya terjadi dari pukul 11 malam hingga 4 dini hari, membuatnya sulit tidur karena khawatir ledakan akan mengenai tempat tinggalnya. "Lingkungan tempat saya bekerja dulunya sangat nyaman, tapi sejak perang mulai, suasana menjadi sangat mencekam," lanjut Santi.
Selama perang, suara sirene ambulans yang mengevakuasi korban bom menjadi pemandangan sehari-hari. Santi bahkan sempat merasakan ketakutan gedung tempat ia tinggal akan roboh akibat ledakan yang sering terdengar. "Awalnya jarak ledakan sekitar 20 menit dari tempat saya tinggal, tapi belakangan hanya sekitar 5 menit saja," jelasnya dengan nada trauma.
Baca juga:
Gampang Banget Bisa Dilakukan Kapan Saja, Ini Cara Cek dan Bayar Tagihan PDAM Online Lewat HP
Santi bekerja di Lebanon sejak Januari 2023, dan meskipun perang terjadi, ia mengaku berterima kasih kepada KBRI yang telah membantu kepulangannya ke Indonesia. Meskipun begitu, Santi menyatakan keinginannya untuk kembali bekerja di Lebanon setelah situasi membaik. "Sebelum perang, Lebanon adalah tempat yang damai, aman, dan indah. Saya berharap perang segera berakhir sehingga saya bisa kembali bekerja di sana," tutupnya dengan harapan besar. (BB)
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terpopuler



