Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Pedagang Pasar Ijo Gading Mulai Pindah Kembali ke PUN, Beberapa Masih Terjebak Ketidakpastian

Rabu, 18 September 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket poto: pedagang ngontrak di Pasar Umum Negara masih berjualan di Pasar Ijo Gading

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Para pedagang di Pasar Ijo Gading mulai mengemasi dagangan mereka untuk kembali berjualan di Pasar Umum Negara. Namun, sejumlah pedagang masih bertahan di Pasar Ijo Gading karena belum mendapatkan kepastian tempat di pasar yang baru selesai dibangun itu.

Indah Karmiawati, salah satu pedagang yang sebelumnya menyewa kios di Pasar Umum Negara, mengaku kebingungan dengan situasi saat ini. “Dulu saya ngontrak di kios saudara saya di Pasar Umum Negara. Sebelum pasar baru selesai, saya sudah mendaftar untuk kios, tapi tadi saat ke sana, saya ditolak karena tidak punya kios,” ujarnya. Rabu (18/9/2024).

Ia menambahkan bahwa dirinya kini bingung harus berjualan di mana. "Gimana nanti nasib dagangan saya? Saya sudah minta solusi ke petugas pasar, tapi hanya disuruh menunggu," lanjutnya.

Hal serupa juga dialami Ketut Yar, seorang pedagang buah yang sebelumnya menyewa kios di Pasar Umum Negara. Ia mengaku telah menyerahkan KTP untuk mendapatkan tempat di pasar yang baru, namun hingga kini ia belum mendapatkan kepastian. “Tadi saya ke Pasar Umum Negara, tapi petugas bilang saya tidak dapat tempat. Saya bingung harus berjualan di mana, jadi sementara tetap bertahan di Pasar Ijo Gading,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, menegaskan bahwa pihaknya berusaha menampung pedagang yang belum mendapatkan tempat. “Masih ada beberapa kios kosong yang bisa kita alokasikan. Kami sebelumnya sudah mendata pedagang yang menyewa kios. Kalau pun masih ada yang belum kebagian kios, mereka akan ditempatkan di lantai 2 Pasar Ijo Gading,” jelasnya.

Namun, Adinata mengakui bahwa tidak semua pedagang bisa diakomodir di Pasar Umum Negara yang baru. “Kalau mau menampung semua, bangunannya harus tiga lantai. Namun, pedagang hanya meminta sampai dua lantai, jadi tidak cukup untuk menampung semua pedagang yang sebelumnya ngontrak, hanya bisa menampung pedagang yang mempunyai SKR,” tuturnya. (BB)

 


Berita Terkini