Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Tepis Mangkrak, Wayan Koster Akan Terus Lanjutkan Proyek PKB Kerja Sama Pihak Ketiga Tanpa Gunakan APBD Bali

Minggu, 15 September 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Foto: Ilustrasi Proyek PKB Klungkung.

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkaryacom-Klungkung. Gubernur Bali periode 2018-2023, Wayan Koster menegaskan proyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di eks Galian C Kabupaten Klungkung akan terus dilanjutkan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali. 

Koster yang menjadi bakal gubernur Bali untuk kedua kalinya ini dalam pernyataannya mengatakan pembangunan proyek besar ini memerlukan strategi khusus dan kerja sama dengan pihak ketiga, mengingat keterbatasan dana APBD.

“Untuk menjalankan proyek ini tidak mudah, diperlukan strategi yang tepat. Saya juga berupaya membangun proyek ini tidak menggunakan APBD, namun karena keterbatasan dana. Kerja sama dengan pihak ketiga. Manfaatnya nanti akan sangat dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Klungkung,” ucap Koster di Klungkung, Minggu (15/9/2024).

Koster juga menepis rumor yang beredar di media sosial mengenai proyek yang disebut mangkrak tersebut. Ia menegaskan bahwa proses pembebasan lahan telah selesai dan infrastruktur utama, seperti jembatan, sudah berdiri megah di kawasan tersebut.

“Kita patut berbangga dengan rencana besar ini. Proyek ini tidak mangkrak, lahan sudah dibebaskan, infrastruktur sudah dibangun, bahkan jembatan yang indah sudah ada di sana,” sebut Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa pembangunan embung di kawasan tersebut sedang dalam proses dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024 ini. Menurut Koster, embung ini akan mendukung kebutuhan air di kawasan pusat kebudayaan dan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Saya merancang pembangunan ini untuk memastikan kebutuhan air di kawasan pusat kebudayaan Bali dapat terpenuhi, dan kawasan ini juga akan menjadi tempat yang indah serta area bermain bagi anak-anak muda,” terang Koster.

Kawasan Pusat Kebudayaan Bali ini akan terdiri atas 3 zona, yaitu zona inti, zona penunjang dan zona penyangga. Pada zona inti akan berisi 15 Fasilitas Pentas Seni Tradisi dan Seni Modern, 12 Museum Tematik, Auditorium Bung Karno, Desa Difabel, Bali International Convention Center, Bali Exhibition Center, Pusat Promosi Ekspor, Fasilitas Pariwisata, Pelabuhan Marina, Taman Rekreasi Ekologis, serta panggung terbuka utama dengan kapasitas 15.000 orang.

Ada pula panggung terbuka madya dengan kapasitas 4.000 orang dan panggung terbuka lain untuk kapasitas 3.000 sampai 3.500 orang, serta 12 Museum Tematik juga akan dibangun di Zona Inti.

Di zona penunjang ada areal untuk hotel, apartemen, dan fasilitas usaha pariwisata. Sedangkan zona penyangga memiliki hutan dan taman ekologis tematik seluas kurang lebih 70 sampai 90 hektare.(BB).


Berita Terkini