Terus Tebar Kebaikan, Kaori Welas Asih Bagikan 3 Kursi Roda Bagi Warga Butuh Pertolongan
Kamis, 12 September 2024

Foto: Yayasan Kaori Welas Asih Bagikan 3 Kursi Roda Bagi Warga Butuh Pertolongan di Wilayah Gianyar, Bali, Kamis 12 September 2024.
Baliberkarya.com-Gianyar. Yayasan Kaori Welas Asih (YKWA) dibawah pimpinan Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota terus menggencarkan aksi sosial kemanusiaan dengan menebar pundi-pundi tali kasih yang diperuntukkan bagi sesama warga yang membutuhkan.
Atas informasi warga setempat, Yayasan Kaori Welas Asih bergerak cepat dengan memberikan tiga kursi roda yang diperuntukkan bagi tiga warga di tiga lokasi berbeda seputaran Ubud dan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, pada Kamis 12 September 2024.
Lokasi pertama, Winie Kaori bersama Tim Yayasan Kaori Welas Asih mendatangi rumah Ni Wayan Murtini, nenek berusia 76 tahun atau disebut Jero Mangku Megalan Istri di Banjar Kawan, Desa Mas, kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Satu unit kursi roda diberikan buat Jero Mangku Megalan Istri untuk bisa melewati kesedihannya dengan terus didorong dari belakang terkait motivasi dan semangat hidupnya. Mengingat sang nenek telah menderita lumpuh selama 16 tahun yang mengalami kondisi stroke sebanyak 3 kali.
"Kita berikan kursi roda sebagai tali kasih dari Yayasan Kaori Welas Asih kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bisa bermanfaat," kata Winie Kaori.
Atas bantuan dari Yayasan Kaori Welas Asih pihak keluarga Jro Mangku Megalan Istri mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi roda supaya bisa dipakai sebagai sarana bepergian saat hendak berobat maupun bersantai menikmati hidup dirumah. Perwakilan keluarga, Made Dwija Putra yang juga tokoh adat dan anggota BPD Banjar Kawan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kursi roda yang diberikan Yayasan Kaori Welas Asih.
"Kami dari keluarga Ibu Mangku di Pura Megalan Desa Adat Mas Ubud ucapkan terima kasih atas support Kaori Group kepada ibu saya yang sudah diberikan fasilitas kursi roda, supaya bisa dipakai kemana ibu itu berobat. Dengan kondisi seperti ini bisa juga merasakan kemana dan dimana kita mau ajak ibu itu pergi, santai supaya bisa menikmati hidup," ungkapnya.
Selanjutnya, Winie Kaori bergerak cepat ke lokasi kedua dengan mengunjungi rumah salah seorang warga di Banjar Bangkilasan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kehadiran Winie Kaori berbagi cinta kasih disambut penuh haru berbalut kebahagiaan oleh
Wayan Mandi berusia 68 tahun yang menderita gejala stroke selama 7 tahun.
"Kami dari Yayasan Kaori Welas Asih support pak Wayan Mandi dengan berikan satu unit kursi roda. Kehadiran kami disini senantiasa nantinya bisa memotivasi semangat warga untuk bisa melewati masa-masa sakit, semoga bisa cepat sembuh," kata Winie Kaori.
Dengan pemberian kursi roda diharapkan dapat meringankan beban keluarganya, sekaligus bisa menambah semangat bagi warga penderita stroke. Atas bantuan Yayasan Kaori Welas Asih, pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Wayan Mandi beraktivitas.
"Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Kaori Welas Asih atas bantuan kursi roda," ucapnya.
Tak berhenti hanya disitu, Yayasan Kaori Welas Asih kembali bergerak cepat ke lokasi ketiga tepatnya berada di Banjar Anggarkasih, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Kedatangan Winie Kaori disambut antusias oleh Komang Oka Mahendra berusia 14 tahun yang merupakan anak ketiga dari pasangan I Kadek Oka Asmara (45 tahun) dan Ni Putu Wiarningsih (42 tahun).
Saat pandemi Covid-19, Oka Mahendra masih bisa berjalan jinjit, karena sempat duduk lama, yang mengakibatkan lemas hingga akhirnya tidak bisa berjalan. "Mulai kelas 1 SD jalannya jinjit, lalu sempat dibawa ke Rumah Sakit dicek ternyata menderita kelainan genetik," kata Ni Putu Wiarningsih didampingi I Kadek Oka Asmara selaku orangtua, saat diwawancarai awak media, Kamis, 12 September 2024.
Menyikapi kondisi tersebut, Yayasan Kaori Welas Asih dibawah pimpinan Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota menebar kebaikan dengan berdonasi kursi roda. "Bu Putu ini, yang sudah kita ajak di Kaori Group produksi Dupa bercerita tentang kondisi keluarganya tentang anak ketiga, adik Komang Oka Mahendra yang tidak bisa berjalan dan perlu kursi roda," terang Kaori.
Baca juga:
Meski terbatas fisik, namun Winie Kaori terus memompa semangat Oka Mahendra agar terus berkreasi seperti sang bapak yang berprofesi sebagai pelukis untuk bisa berprestasi kedepannya. Bahkan diharapkan Oka Mahendra tidak boleh bersedih tapi tetap semangat dalam kesehariannya.
"Nanti bikin lukisan kayak Bapaknya, berkarya ditengah keterbatasan fisik hingga bisa berprestasi," ucap Kaori memberi semangat yang dibalas senyuman oleh Oka Mahendra.(BB).
Berita Terkini
Berita Terkini
Berita Terpopuler



