Pelantikan Pengurus PHDI Desa Pedawa Membawa Misi: Ajeg Tradisi, Menuju Umat Yang Termoderasi
Jumat, 13 September 2024

Baliberkarya (Ist)
Pimpin PHDI Desa Baliaga Pedawa, Satria Akan Ajegkan Tradisi Dan Memoderasi Umat Beragama di Pedawa
Baliberkarya.com - Buleleng. Wrespati paing wuku julungwangi, tepat pada tanggal 12 September 2024, Desa Pedawa memiliki Pengurus PHDI yang baru. Acara pelantikan dilakukan di Kantor Kepala Desa Pedawa yang dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat Desa Dinas dan perwakilan dari Desa Adat Pedawa. Kegiatan juga dilakukan bersamaan dengan pelantikan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) masa bhakti 2024-2029. Acara dibuka oleh MC tepat pada pukul 14.15 Wita, dilanjutkan dengan acara seremonial dan pelantikan pengurus, dimana serah terima jabatan dilakukan oleh pengurus lama ke pengurus baru. Acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru oleh Kepala Desa (Perbekel) Pedawa. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua yang baru. Adapun pengurus baru yang dilantik di pimpin oleh salah satu Pemuda Hindu yang lahir dari Desa Pedawa yaitu I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. seperti diketahui bahwa Satria adalah sosok pembaharu muda Hindu yang sangat gencar melakukan penyuluhan ke pelosok-pelosok desa d Bali dan luar Bali.
Terpilihnya Satria karena adanya kesepakatan dari beberapa tokoh Desa Pedawa yang kemudian aspirasi itu diserap oleh Perbekel dan secara aklamasi disepakati oleh jajaran pengurus Desa Pedawa. Adapun sebagai wakilnya adalah Nengah Wiryana sebagai wakil bidang Tattwa dan Agama, I Nyoman Swayama sebagai wakil bidang Upacara, Kadek Baru sebagai wakil bidang pemberdayaan ekonomi Hindu, I Putu Ritana sebagai bagian Balitbang, Gede Armawan sebagai wakil Bidang Pendanaan dan Humas, lalu Made Putra sebagai Sekretaris dan I Wayan Swadaya sebagai bendahara. Selain itu juga ada I Nyoman Wijanayasa sebagai pembantu Umum, sesuai dengan SK Nomor : 35 dan 36 Tahun 2024 yang dibacakan oleh Sekretaris Desa Made Warsita Kusuma. Sedangkan WHDI dipimpin oleh Luh Suarni, Wanita hebat di Pedawa, yang pernah menjadi Ibu Ketua DPRD Buleleng. Pengalaman yang sudah banyak dan berharap WHDI Pedawa semakin maju dan termoderasi serta terbuka wawasannya tentang pemaknaan adat dan tradisi keberagamaan di kalangan Wanita Hindu di Pedawa. Didampingi sebagai wakilnya adalah Ni Putu Dewi Pradnyan, S.Fil. M.Ag, seorang Dosen Filsafat Agama Hindu di Universitas Hindu ternama di Denpasar yaitu Universitas Hindu Indonesia Denpasar. sekretaris Made Dartini, Bendahara Ketut Paryoni, Bidang agama Ni Ketut Saleati, Bidang Organisasi Ketut Erny Andayani, Bidang ekonomi umat Luh Lindayani, Bidang Kebudayaan Sri Ambarawati dan bidang sosial Kadek dariani.
Sebagai salah satu Desa Baliaga, maka banyak tradisi yang perlu pemaknaan secara filosofis agama gabungan pengalaman dan keilmuan ini akan membantu membawa WHDI menuju kemajuan dan kemandirian, khususnya di Pedawa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Pedawa Putu Mardika, SH menyatakan bahwa PHDI dan WHDI mesti bangkit sesuai dengan slogan Desa pedawa saat ini yaitu Pedawa Bangkit. Kedua Lembaga Keagamaan yang ada di desa ini mesti berupaya untuk selalu membangun kerukunan umat beragama sebagai salah satu tugas pokok dari PHDI dan WHDI, menjaga hubungan baik antar organisasi, serta selalu berkoordinasi tentang program-program prioritas yang sedang dikerjakan oleh Desa. Memberikan pemahaman keagamaan yang baik serta mampu menjadikan pelaksanaan Agama Hindu menjadi lebih baik, lebih paham tentang makna dan belajar untuk memngajegkan tradisi. “saya berharap PHDI dan WHDI agar selalu berupaya untuk menjembatani dan membantu umat di Pedawa agar lebih memaknai agamanya dan mau untuk melaksanakan kegiatan upacara secara lebih terjangkau, seperti misalnya Mesangih masal dan lain” tandasnya. Selain itu beliau juga berpesan agar kelompok serati banten lebih difokuskan agar selalu ada regenerasi pembelajaran dari generasi tua ke generasi muda.
Sementara itu, Ketua PHDI Desa Pedawa yang baru yaitu I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H juga adalah salah satu penyuluh agama yang mumpuni, berbagai pengalaman dan prestasi bidang keagamaan juga ditorehnya di Desa Pedawa. Salah satunya adalah memberikan penyuluhan pada warga di pelosok-pelosok Pedawa, membangkitkan seni tari modern, membangkitkan Pesantian dengan mendirikan Pasraman Pasir Ukir, serta pemaknaan tentang sarana ritual di Desa-desa baliaga utamanya Desa Pedawa, yang paling mentereng adalah pernah menggagas Upacara Mesangih Megibung di Desa Pedawa untuk pertama kalinya, beberapa tahun lalu. Upaya ini sangat sejalan dengan keberadaan PHDI yang memiliki tugas sebagai fasilitator dan penguatan tentang pemahaman, pendalaman dan pengamalan ajaran agama bagi umat. Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa, Susla dan Acara merupakan bungkusan yang harus dibuka dan dikemukakan kepada umat, agar selalu mendapatkan nilai lebih berupa pemahaman yang baik kepada umat untuk terciptanya kerukunan, keharmonisan dalam beragama.
Program pemerintah seperti moderasi beragama atau jalan tengah dalam arus global ini sangat penting untuk dilaksanakan kini. Beragama yang ekstrim dalam beryadnya dengan mengesampingkan berbagai kemiskinan umat, ekstrim dalam berprilaku sehingga memunculkan pemikiran negative dari daerah lain adalah tugas berat PHDI Desa Pedawa kini. Tentu bukan sebagai masalah, tetapi sebagai tantangan untuk kemudian dicarikan solusinya. Satria Optimis dengan tugas ini, maka pengurus baru akan berupaya untuk membangun jejaring dan komunikasi inter instansi serta pihak swasta untuk ikut bersama membangun permata yang luar biasa yaitu Desa Pedawa, agar kuat dalam tradisi keberagamaannya. dengan tanpa mengurangi nilai filosofis yang terkandung didalamnya. Pembangunan bukan saja pada bangunan fisik, tetapi Pembangunan manusia yang Pancasila, yang beradab, yang mencintai dan ikut membangun desanya juga adalah bentuk sederhana dalam mendukung kemajuan desa, daerah, bangsa dan negara.
Pembangunan sumber daya manusia yang baik juga menjadi sorotannya, sehingga berbagai program kedepannya yang akan disasar adalah aksi nyata untuk mendukung visi dan misi PHDI secara umum dan program pemerintah desa secara khusus, utamanya dalam bidang agama, budaya dan peningkatan Sumber Daya Manusia Hindu. Pemaknaan Nista, Madya dan Utama dalam beryadnya di Desa Pedawa juga akan digalakan sehingga dengan pemahaman itu, umat bisa merasakan bahwa beragama itu tak selalu mahal, asalkan kuat dalam pemahaman dan beragama yang tulus untuk pemujaan dan pemuliaan. Mengajak stake holder yang ada di Tingkat Desa, Kabupaten dan Provinsi, sangat mungkin dilakukan untuk pembenahan dan pembangunan manusia seutuhnya. “ini adalah bentuk dari Moderasi Beragama. Beragama yang moderat yaitu beragama tidak lepas dari akarnya berupa tradisi dan budaya, yang kemudian dilengkapi dengan pemaknaan filosofis sehingga umat paham, mendalami dan kemudian mampu untuk melaksanakan”, pungkasnya. Terkait dengan pelaksanaan manusa yadnya yang dilakukan secara massal, Satria berpendapat bahwa beberapa yadnya besar yang bisa dimassalkan untuk membantu umat, itu tidak masalah. Namun, ada juga beberapa upacara manusa yadnya yang kurang pas jika dilakukan secara masal menurut tradisi yang ada di Desa Pedawa, Tandasnya. Acara ditutup dengan ramah Tamah dan pembagian SK masing-masing anggota PHDI dan WHDI. (Rls/BB)
Berita Terkini
Berita Terpopuler



