Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Merdekakan Hati Penyandang Disabilitas, Kaori Welas Asih dan Kaori Group Berbagi Kebahagiaan Kemerdekaan Bantu Komputer dan Sembako di Cahaya Mutiara Ubud

Sabtu, 17 Agustus 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Foto: Yayasan Kaori Welas Asih yang dipimpinan Ni Kadek Winie Kaori berbagi cinta kasih dan bantuan yang bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79 kepada puluhan penyandang disabilitas di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Tampaksiring, Gianyar, Sabtu 17 Agustus 2024.

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Gianyar. Yayasan Kaori Welas Asih yang dipimpinan Ni Kadek Winie Kaori kembali tebarkan kebaikan dengan berbagi cinta kasih dan bantuan yang bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79 kepada puluhan penyandang disabilitas di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Sabtu, 17 Agustus 2024.

Dalam berbagai kebahagiaan kali ini, Kaori Welas Asih bersama Kaori Group menyerahkan bantuan satu unit komputer dan sembako kepada 20 orang penyandang disabilitas di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. Kehadiran Winie Kaori bersama rombongan pun disambut suara emas dari para penyandang disabilitas yang menyanyikan dua buah lagu yang dilantunkan sangat merdu dengan penuh semangat.

Kaori yang dikenal sebagai pengusaha muda berparas cantik dan dermawan itu sangat mengagumi penampilan dan semangat para penyandang disabilitas tersebut. Meski keterbatasan fisik, Kaori memandang mereka sangat antusias berkreasi tidak mengenal lelah, dengan tetap menyajikan performa yang sangat luar biasa. 

"Astungkara, 79 tahun Indonesia Merdeka, kehadiran kami disini senantiasa nantinya bisa memotivasi semangat mereka," ucap Kaori.

Selain pintar menyanyi, Kaori juga melihat para penyandang disabilitas juga bisa menjadi penari diatas kursi roda, disamping bisa berjualan dalam kesehariannya.

"Walaupun, dengan kondisi yang serba kurang, tetapi disini yang kami lihat adalah semangat juang mereka untuk bisa terus berbuat, bergerak dan melakukan kebajikan," ungkap Kaori dengan rasa kagum.

Melihat kondisi tersebut, Kaori pun telah menjadwalkan setiap tahun untuk berbagi cinta kasih ke Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. "Kebetulan kita ber-partner dengan adik-adik disini, untuk membantu mereka melakukan aktivitas, dengan membuat aksesoris seperti ini. Jadi, kita supply bahan bakunya kesini, terus mereka bisa membuat rudraksa dengan gelang maupun kalung dan bisa dipakai sebagai tambahan income," kata Kaori penuh semangat.

Tak lupa, Kaori juga mengucapkan rasa syukur atas usaha para penyandang disabilitas dengan telaten, yang bisa menyerap peluang berusaha, untuk bisa dikerjakan secara bersama-sama diatas kursi roda. "Mereka tidak diam aja di rumah. Mereka bisa datang kesini di Yayasan, sekaligus mereka berbuat sesuatu, untuk menghasilkan income," terang Kaori. 

Walau terbatas fisik, Kaori berharap, pendidikan terus diadakan secara informal dan formal di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. Tak hanya itu, dilihat dari segi update, mereka sudah bisa membuat powerpoint, yang mulai terjadi peningkatan kualitas melalui performa para penyandang disabilitas.

"Dulu saya kesini, belum ada tempat untuk mereka perform. Sekarang sudah dilengkapi dengan banyaknya donatur-donatur dan kita bersinergi untuk mereka, apa yang dibutuhkan disini adalah perhatian," jelasnya. 

Kaori mengakui mereka membutuhkan kasih sayang, sekaligus peluang yang bisa dilakukan menghasilkan income, meski para penyandang disabilitas mengalami keterbatasan fisik. "Disinilah saya mendengar bagaimana mereka menyambung hidup. Mereka beraktivitas dan berjualan setiap hari bisa dengan membawa sepeda motor roda tiga, sambil mereka jualan sambil juga mereka mencari peluang-peluang bisnis," tuturnya. 

Setelah melihat dan menyaksikan langsung, Kaori bersama tim merasa terketuk hatinya dan berkeinginan terus berbagi rasa, kesempatan dan peluang bisnis, sekaligus berbagi kemerdekaan, bertepatan dengan 79 Tahun Indonesia Merdeka. 

"Jangan bermalas-malasan dan jangan jadi kaum rebahan, mereka dengan kemampuan dan keterbatasan seperti itu saja semangatnya luar biasa, apalagi kita sebagai manusia normal dibekali oleh dua tangan dan dua kaki, kenapa harus diam. Maka dari itu, teruslah bergerak, terus berkarya dan terus berkreativitas untuk masa depan kita yang mulia, tentunya supaya bisa bermanfaat bagi lingkungan dan sekitarnya," harap Kaori memotivasi.(BB).


Berita Terkini