Sugawa Korry Apresiasi Respon Cepat BWS Bali Atasi Pendangkalan Saluran Irigasi
Rabu, 31 Juli 2024

Baliberkarya
Baliberkarya.com - Buleleng. Ketua DPD Golkar Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi respon cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali terkait pendangkalan saluran irigasi. Hal ini berawal dari kehadiran Sugawa Korry memenuhi undangan klian subak dan Bendesa Adat Tegallenge pada saat piodalan di Pura Puseh Desa Adat Tegallenge di Hari Purnama pada Sabtu 20 Juli 2024.
Pada saat itu disampaikan aspirasi dan keluhan klian subak atas banyaknya saluran irigasi petani yg mengalami pendangkalan akibat dari sedimentasi. Pendangkalan saluran irigasi ini berdampak terhadap sekitar 200 ha sawah atau sekitar 400 kk petani yang tidak bisa menanam padi secara maksimal. "Kalau dulu bisa tiga kali panen, sekarang hanya bisa sekali saja," katanya.
Baca juga:
Triwulan II Tahun 2024, Total Penerimaan Pajak Daerah di Kota Denpasar Capai Rp. 683 Miliar Lebih
Hal ini mengakibatkan tergerusnya pendapatan para petani sebagai sumber utama penghasilannya. Tahun 2020 pernah dibantu alat berat, tetapi baru bekerja sebentar sudah ditarik karena alasan covid 19, tetapi selanjutnya tidak dilanjutkan dan pendangkalan tidak tertangani.
Atas masukan klian subak yang dibenarkan oleh Klian Adat Tegallenge, selanjutnya Sugawa Korry melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, dan direspon dengan cepat oleh BWS Bali dengan mengirim tim untuk meninjau lapangan dan pada Senin tanggal 29 Juli 2024 sudah dikirim satu alat berat yang sudah mulai bekerja di lapangan.
Untuk lebih memantapkan koordinasi, Sugawa Korry pada Selasa 30 Juli 2024 juga melakukan koordinasi melalui kunker sebagai Wakil Ketua DPRD Bali yang dilaksanakan di kantor Camat Seririt, yang dihadiri klian-klian subak dan beberapa kepala desa yang subaknya terdampak. Dihadiri pula Camat Seririt, Kadis Pertanian Buleleng, PUPR Provinsi Bali dan BWS Bali.
"Banyak hal yang muncul dalam diskusi tersebut, seperti masalah sampah yang masuk ke saluran irigasi dan sawah-sawah, cek dam Banjarasem yang terbengkalai sejak 7 tahun yang lalu, dampak galian C terhadap sidementasi saluran irigasi," ungkap Sugawa Korry.
Dari diskusi yang transparan, tahap pertama pengerukan pendangkalan saluran irigasi akan dituntaskan sepanjang 7 sampai 8 km sampai dengan Desember 2024, diharapkan bisa selesai semua di tahun 2025. Cek dam Banjarasem agar segera ditangani dan diusulkan tahun anggaran 2025, karena ini mengakibatkan 80 ha sawah tidak teraliri air.
Galian C agar dilaksanakan pembinaan dan tindakan sesuai dengan ketentuan yang ada, diharapkan peran serta Satpol PP Kecamatan lebih dimaksimalkan. Dengan kesimpulan-kesimpulan tersebut para klian subak dan kepala desa menyambut gembira dan berharap bisa ditindak lanjuti dengan sebaik-baiknya. (BB)
Berita Terkini
Berita Terpopuler



