Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Tanggapan Bupati Tamba Atas Video Ipat di Medsos

Rabu, 10 Juli 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket. Foto : Bupati Jembrana I Nengah Tamba

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Video yang viral di media sosial beberapa hari lalu yang menyatakan, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna atau yang akrab disapa Ipat menyampaikan sikap bahwa dalam Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kabupaten Jembrana dirinya akan pisah kongsi dengan Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan selanjutnya akan berpasangan dengan I Made Kembang Hartawan lewat PDI Perjuangan 

Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, yang sebelumnya telah menyatakan kesepakatan bersama bergandeng tangan paket Tamba Ipat. Menurut penjelasan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, dirinya merasa terkejut menonton video yang diunggah oleh Ipat yang menyatakan dirinya akan berpasangan dengan Made Kembang Hartawan.

“Kita sudah mengalami perjalanan dari waktu ke waktu tiga setengah tahun lamanya, saya merasa tidak ada masalah yang sangat serius. Kita membangun Jembrana ini dengan tagline Jembrana Emas dengan selangkah lagi kita wujudkan. Menjelang detik-detik perhelatan Pilkada ini. kita menyadari bahwa sepertinya kami akan tetap bersatu dan akan tetap kompak menjalankan dan menyelesaikan tugas ini tentunya dengan paket Tamba Ipat,” terangnya, Rabu (10/7/2024).

Ia mengaku sudah berjalan bergandengan dengan Ipat meminta dukungan ke para tokoh masyarakat, lembaga dan mendapat dukungan. “Kami sudah berjalan dan wara wiri ketemu masyarakat Jembrana berdua masing-masing meminta komitmen dan mereka mendukung untuk paket Tamba Ipat untuk 2 periode. Karena ada dukungan dari masyarakat, akhirnya kita berdua membuat kesepakatan tertulis komitmen bersama calon bupati dan calon wakil bupati yang diadakan di Pura Pecangakan saat hari Purnama. Secara normatif sudah selesai dan juga secara faktual juga sudah selesai,” ungkapnya.

Tamba bercerita, awal dari permasalahannya saat pembebasan mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa. “Atas pembebasan bapak Prof Winasa, saya pribadi merasa bahagia. Ekspektasi saya berharap bahwa bapak Winasa kembali ke alur spiritual mendekatkan diri, mulat sarira hal-hal seperti itulah. Akan tetapi diluar dugaan kami ada video di media sosial (tiktok), sehingga saya sendiri banyak menerima pertanyaan, terus terang saya sendiri tidak bisa menjawab. Jawabanya ada pada bapak Winasa, saya tetap merasa beliau tidak ada perubahan apa-apa,” ujarnya.

Tamba mengatakan sebelumnya acara pembebasan dirinya bersama Ipar menghadiri rapat koalisi. Dalam rapat tersebut, dalam pernyataannya Ipat tetap bersama dengan palet Tamba Ipat. “Besoknya terjadi perubahan. Saat sebelum acara euforia pembebasan bapak Winasa, sebenarnya saya mau datang ke Rutan Negara dan juga saya sudah jadwalkan pada tanggal 2 Juli 2023 dan pak Ipat juga sudah tahu. Saya bermaksud mengucapkan selamat sama pak Winasa, akan tetapi dengan euforia yang luar biasa saya menunda pertemuan tersebut, “katanya.

Selain itu menyatakan dirinya keluar dan bergabung dengan Made Kembang Hartawan, lanjut Tamba, dirinya juga dikagetkan dengan adanya poto Ipat bersama Made Kembang Hartawan di sekretariat PKB. “Saya tidak bisa bilang apa, itu merupakan hak beliau, saya menghormati kalau sudah begitu. Kalau etikanya, sebenarnya pak Ipat datang ke saya, kalau dia masih menghargai saya sebagai kakaknya, saudaranya, sebagai teman dan sebagai bupatinya secara gentleman mengutarakan niat kedepannya, saya pasti menerimanya,” ucapnya.

Tamba mengaku, dirinya sampai saat ini belum pernah bertemu dengan Ipat mulai saat pembebasan Gede Winasa. Ia juga mengatakan, terkait partai koalisi, sampai saat ini masih tetap kompak. “Saya berharap terus kompak, karena keputusan tetap ada di pusat. Dari awal kami solid sekali, kalau ada intervensi saya sendiri merasa sedih, mudah-mudahan koalisi ini kuat dan utuh, saya harus pertahankan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Ia merasa partai koalisi merupakan orang yang cerdas dalam berpolitik yang dari awal ikut membangun Jembrana sehingga terjadi perubahan. “Dari awal membangun Jembrana dengan tekad yang bulat melakukan perubahan, dan perubahan itu saya sudah buat pelan-pelan tidak bisa membalikan sebelah tangan meski harus berbagai tahapan apalagi dengan waktu yang singkat ini,” katanya.

Lebih jelasnya Tamba mengungkapkan, dirinya sebelumnya telah mempersiapkan Ipat untuk menjadi calon bupati selanjutnya, untuk melanjutkan semua program yang telah berjalan. “Ini kita juga sudah tanda tangan berdua dan sudah deal dan ada buktinya juga. Ya memang ini perjalanannya, ini merupakan cobaan buat saya. Semua progress yang kita lakukan berdua tidak ada yang bisa membatalkan, dan kenapa kita bisa pisah ini pertanyaan yang sangat besar. Ya saya serahkan sama yang diatas,” jelasnya.

Disinggung terkait calon wakil pengganti Ipat, ia mengatakan, akan mempertimbakan dengan partai koalisi agar mereka menyodorkan calon wakil nantinya. “Ya kita serahkan nanti ke koalisi siapapun yang diajukan harus sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya. (BB)


Berita Terkini