Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

FGD Panduan Hibah Penelitian, Prof Faiz Syuaib Harap Produk Riset Unud Jadi Bahan Pengabdian Masyarakat

Jumat, 21 Oktober 2022

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr selaku Direktur Riset, Teknologi Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, hadir pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Panduan Hibah Penelitian dan Pengabdian PNBP Edisi VII.

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Ubud. Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr selaku Direktur Riset, Teknologi Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek, hadir pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Panduan Hibah Penelitian dan Pengabdian PNBP Edisi VIII yang dilaksanakan oleh LPPM Unud. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat, 21 Oktober 2022 di Sthala, Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali.

Selepas acara, Prof. Faiz Syuaib kepada media menyatakan perguruan tinggi merupakan kombinasi dari sistem dan level pendidikan di Tanah Air. Setiap pendidikan tinggi tentunya memiliki kegiatan riset. Perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya memiliki pendidikan pengajaran dan penelitian, tetapi juga ada sesuatu yang harus dihasilkan oleh pendidikan tinggi karena memiliki kualifikasi tertinggi bukan hanya manusia tetapi produk-produk risetnya.

Lebih lanjut Prof. Faiz Syuaib menyatakan produk-produk riset pendidikan tinggi harus mendorong dan menggerakkan bisnis untuk mengelola sumber daya yang ada. Di sisi lain, tidak semua produk perguruan tinggi bisa dihitung secara komersial, yaitu bisa dalam bentuk lain yang dapat mengubah produktivitas masyarakat, yang dapat menguntungkan suatu bangsa.

Rencana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus inline. Dengan begitu, apa yang dihasilkan dari produk riset dapat menjadi bahan untuk ke masyarakat ke dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jalurnya bisa melalui sosialisasi atau diseminasi dimana sumber daya dan dana menjadi keterbatasan.

“Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dapat dilakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain seperti masyarakat, industri, pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut harus dibangun melalui ide bersama, permasalahan apa yang harus diselesaikan dan potensi apa yang harus digali sehingga akan membangun aktivitas bersama untuk tujuan bersama,’’ ujar Prof. Faiz.(BB). 

Sumber: http://www.unud.ac.id


Berita Terkini