Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Jembatan Wisata Sungai Gelar Putus Dihantam Air Bah

Senin, 17 Oktober 2022

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket poto: Situasi Jembatan Obyek Wisata Sungai Gelar terputus

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com – Jembrana. Jembatan Obyek Wisata Sungai Gelar Banjar Palunganbatu, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, putus akibat sungai Gelar meluap. Terlihat senderan jembatan sepanjang 3 meter mengakibatkan tiang penyangga jembatan jebol. Hal tersebut diakibatkan  curah hujan yang cukup derah di wilayah hutan dari kemarin malam cukup deras.

Selain itu, di DAM Jro Pengentuh Banjar Taman, Desa Batuagung, di sebelah selatan DAM tersebut senderan dijalan utama jebol kurang lebih sepanjang 8 meter yang mengambil sebagian badan jalan. Terlihat juga bekas air bah naik ke jalan utama disaming DAM Jero Pengentuh. Hingga saat ini situasi air sungai sudah mulai surut.

Sementara Kelian Dinas Banjar Palunganbatu I Kadek Permana mengatakan, air sungai meluap dimulai sekira pukul 20.00 wita dan puncaknya sekira  23.45 wita sekaligus dimulainya jembatan merah itu jebol.

“Jembatan putus sekira pukul 23.45 wita, diakibatkan sungai meluap diikuti dengan balok kayu yang ikut hanyut dan menghanpan jembatan. Selain itu senderan jembatan jebol sepanjang 3 meter, mengakibatkan tiang penyangga jembatan jebol,” terangnya.

Menurutnya,  jembatan tersebut sudah 2 kali jebol akibat meluapnya iar sungai Gelar. “Ini yang paling besar dari bencana sebelumnya. “Dua kali sudah jembatan ini jebol, ini yang paling besar. Besarnya air sungai yang warnanya  coklat bercampur lumpur indikasi dihutan ada longsor. Pasang surut kenaikan air terus berubah-rubah karena situasi saat ini masih hujan di hutan,” terangnya.

Dirinya menghimbau, warga yang berada di Banjar Batuagung dan Banjar Taman selalu waspada dikarenakan hujan belum reda saat ini di hutan. “Dimohonkan selalu waspada terutama di hilir, dikarenakan hujan di hutan belum reda sampai saat ini dan terlihat air sungai pun mengalami kenaikan. Kami sudah terus memberikan informasi kepada bapak Perebekel Batuagung setiap saat,” pungkasnya. (BB)

 

 


Berita Terkini