Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Puluhan Hektar Tanaman Padi di Subak Tegak Gede Terserang Penyakit Daun Kering

Kamis, 22 Februari 2018

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

baliberkarya

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com-Jembrana. Sedikitnya puluhan hektar tanaman padi di Subak Gede, yang berlokasi di pinggir pantai Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana terserang penyakit cacar daun (daun mongering).
 
 
Kondisi tersebut membuat sejumlah penati resah. Lantaran kuatir berdampak dengan produksi padi yang dihasilkan dan kuatir akan merugi.
 
Sejumlah petani di subakj tersebut siang tadi mengatakan, serangan penyakit daun mongering tersebut terjadi sejak padi berumur 1,5 bulan. Daun padi yang awalnya hijau segar, tiba-tiba mongering.
 
 
Sejumlah petani sebenarnya telah berusaha mengendalikan penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini dengan melakukan penyemprotan secara rutin minimal dua kali dalam seminggu, namun tak berhasil, daun padi tetap mongering dan menjalar ke tanaman padi yang lainnya.
 
“Padi saya luasnya 1,5 hektar. 50 are diantaranya daunnya mongering. Saya sudah coba menyemprot secara rutin, tapi tetap daunnya kering,” ujar Gusti Ketut Biasa, salah satu petani di subak, Kamis (22/2/2018).
 
 
Menurutnya, bukan saja tanaman padi miliknya saja yang terserang penyakit tersebut melainkan puluhan hektar tanaman padi petani lainnya juga terserang. Kebanyakan tanaman padi tersebut lokasinya dekat dengan pantai.
 
Dia khawatir, tanaman padi yang saat ini mulai berbuah akan mempengaruhi kualitas buah padi, sehingga mengakibatkan kerugian terhadap petani.
 
 
“Biasanya kalau daun tanaman padi mengering sebelum berbuah akan mempengaruhi buah. Biasannya buah padi akan banyak yang kosong atau buahnya tidak normal, lantaran daun untuk asimilasi sudah rusak,” imbuhnya dan dibenarkan petani lainnya.
 
 
Karena itu, untuk mengurangi kerugian petani, dirinya dan sejumlah petani lainnya di subak tersebut mengharapkan petugas penyuluh pertanian turun untuk melakukan penelitian sekaligus melakukan penanggulangan serangan penyakit tersebut agar tidak semakin meluas menyerang tanaman padi yang belum terserang.(BB)
 


Berita Terkini