Indonesia Inc. Perlu Mereposisi Digital Trade
Rabu, 15 Juni 2016

Istimewa
Baliberkarya.com - Nasional. Bebincang mengenai ekonomi digital, tentu tak terlepas dari pedagangan digital (digital trade) yang belakangan sangat mengemuka. Revolusi digital telah mengubah sistem perdagangan yang melahirkan micromultinationals.
Perdagangan dalam jaringan (online) seperti Alibaba, Instagram dan Facebook telah menjadi eksportir global berskala kecil menengah dengan kapasitas ekspor terselubung tanpa batasan regulasi terkait, termasuk perpajakan.
Di tengah maraknya masalah pengampunan pajak (tax amnesty) dan digitalisasi, sudah saatnya Indonesia mmpunyai formula regulasi yang bersifat win-Win bagi pertumbuhan Indonesia, baik bagi negara baik pula untuk dunia usaha.
Konsep out of the box selayaknya diganti dengan konsep there is no box yang semakin bebas batasan.
Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) yang didirikan oleh Christianto Wibisono , akan menggelar Technology Summit terkait digital trading pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Kamis (16/6/2016) di Jakarta.
Konferensi ini bakal membahas formulasi regulasi dan kebijakan dalam reposisi Indonesia Inc. (Incorporated) sebagai salah satu pusat perdagangan digital dan inovator berkelas dunia.
Menteri Kiomunikasi dan Informatika Rudiantara akan membuka konfersensi yang menampilkan panelis Prof.Dr.Harjanto Prabowo (rektor Universitas Bina Nusantara), Johanes Soetikno (direktur PT Valburry Asia Securities, dan drs. Crhistianto Wibisono (founder & Chairman PDBI). (BB/inilah)
Berita Terkini
Berita Terpopuler



