Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Terminal Negara Diwacanakan Pindah ke Pendem

Senin, 07 Maret 2016

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

nusabali.com

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com- Pemkab Jembrana mulai pertimbangkan memindahkan Terminal Negara di Jalan Pahlawan, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Pemindahan dilatarbelakangi terminal yang jorok karena setiap malam beralih fungsi jadi pasar senggol. Wacana pemindahan terminal di seberang Mapolres Jembrana itu disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha saat meninjau Terminal Negara, baru-baru ini. 
 
Saat turun ke Terminal Negara bersama Wabup Made Kembang Hartawan dan sejumlah pimpinan SKPD, Bupati Artha mendapati kondisi terminal yang jorok. Sejumlah aspal berlubang menyerupai kubangan karena tergenang air hujan. Limbah juga meluap ke jalan karena gorong-gorong mampet. Bupati Artha langsung perintahkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) segera perbaiki terminal. “Segera dikerjakan, jangan ditunda-tunda,” perintah Bupati Artha.
 
Dalam perbaikan terminal, Bupati Artha juga meminta Dishubkominfo mempertimbangkan pasar senggol pada malam harinya. Apakah menggunakan paving atau hotmix. Menyediakan tempat penampungan limbah, termasuk memastikan gorong-gorong tidak sampai tersumbat. SKPD terkait juga diminta mulai mepertimbangkan solusi jangka panjang terkait alih fungsi di terminal jadi pasar senggol saat malam hari.
 
Kadis Hubkominfo Jembrana, I Gusti Ngurah Putra Riyadi mengatakan, untuk perbaikan di Terminal Negara, anggarannya sebesar Rp 150 juta. Sekitar Rp 100 juta untuk landasan dan Rp 50 juta untuk gorong-gorong. Sementara untuk solusi jangka panjang, Terminal Negara akan dipindahkan sisi barat daya perempatan Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. “Pemindahannya masih dibahas lebih lanjut, sementara belum dianggarkan,” terang Putra Riyadi, Minggu (28/2). 
 
Solusi pindahkan terminal diambil karena sulit merelokasi pada pedagang di pasar senggol. Padahal terminal yang disulap jadi pasar senggol menghambat capain penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) di Gumi Makepung. “Buat sementara masih win-win solution dulu. Pedagang hanya boleh sore datang, sehabis operasional Angkutan Desa dan paginya sudah harus bersih dari pedagang,” tambahnya. (*)


Berita Terkini