Sikapi Dugaan Bansos Fiktif , Gubernur Bali Turun Langsung ke Getakan
Senin, 07 Maret 2016

baliberkarya.com
IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI
GOOGLE NEWS
Baliberkarya.com- Hasil monitoring dan evaluasi (monev) Tim Bagian Kesra Setkab Klungkung beserta BPKP yang mengindikasikan dugaan proposal fiktif, disikapi langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dengan turun ke banjar Anjingan, desa Getakan kecamatan Banjarangkan Jumat (4/3/2016).
Kehadiran Gubernur didampingi Karo Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra dan diterima diterima langsung Sekda Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra, Kepala Dinas PPK kabupaten Klungkung IGN Badiwangsa, Kabid Bina Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Klungkung Ida Bagus Bayu, staf Bagian Kesra Setkab Klungkung Mangku Mandia, dan Perbekel Getakan Cokorda Putra Parwata. Turut pula hadir Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi.
Dalam pertemuan yang menghadirkan panitia penerima Bansos, Gubernur mencecar Panitia penerima Bansos dengan pertanyaan seputar pembuatan proposal tersebut. Akhirnya panitia pun mengakui membuat proposal fikttif dan tanda tangan serta stempel Perbekel palsu. Gubernur Bali sangat menyayangkan hal ini karena dana bansos yang lumayan besar yang mestinya dipergunakan demi kesejahteraan masyarakat malah disalahgunakan.
Untuk menghindari permasalahan ini semakin meluas, Gubernur Made Mangku Pastika menghimbau instansi terkait agar segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Saya sebenarnya kasihan kepada para pejabat, kalau nantinya harus terlibat masalah hukum gara-gara proposal seperti ini, makanya harus segera disikapi, adanya temuan dari BPK harus segera ditindaklanjuti bahwa memang benar tidak ada pejabat yang terkait menerima uang. Kalau ada indikasi bawahan yang bermain, proses saja. ” pinta Mangku Made Pastika tegas.
Gubernur Pastika pun meminta Kapolres Klungkung beserta jajarannya agar memeriksa pelanggaran apa saja yang dilakukan, dan turut memeriksa orang-orang yang turut terlibat apabila ada. Lebih jauh Gubernur Made Mangku Pastika berharap agar masalah tersebut menjadi pelajaran bagi instansi-instansi yang menangani bansos, agar ke depannya lebih selektif, memperketat proses verifikasi dan mengadakan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan bansos. Saat ini pun, bansos-bansos yang sudah cair perlu diperiksa kembali realisasinya untuk menghindari adanya tindakan melanggar hukum.
“Ini harus menjadi pelajaran, supaya ke depannya tidak terjadi lagi.
Bansos-bansos yang sudah cair pun, saya perintahkan untuk diperiksa kembali, nanti saya akan minta kepolisian dan kejaksaan untuk memeriksa kembali baik yang di Kabupaten maupun Provinsi, jangan sampai ada kongkalingkong. Jika ada sikat aja, hal seperti ini jangan dianggap remeh. Semua penerima coba dicek lagi, kan pasti ada data penerimanya, datangin itu, pokoknya seminggu ini periksa terus, Sabtu-Minggu jangan libur,” pungkas Gubernur. (*)
Berita Terkini
Berita Terkini


Berita Terpopuler



