Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Loloan, Komitmen Pupuk Toleransi

Selasa, 01 April 2025

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Ket foto : tokoh agama dan tokoh masyarakat Loloan melaksanakan silahturahmi dalam momentum halal bi halal hari raya Idul Fitri di rumah Lurah Loloan Timur, Selasa (1/4).

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Jembrana. Keberagaman adat dan agama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari di Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana.

Meskipun terdapat beragam latar belakang budaya dan keyakinan, toleransi dan keharmonisan antar umat beragama terjalin dengan sangat baik di wilayah ini semenjak dahulu dengan konsep menyame braye.

Dalam upaya kembali meningkatkan rasa kekeluargaan dan toleransi diantara umat beragama, tokoh agama dan tokoh masyarakat Loloan melaksanakan silahturahmi dalam momentum halal bi halal hari raya Idul Fitri di rumah Lurah Loloan Timur, Selasa (1/4).

Silahturahmi yang berlangsung hangat ini diikuti oleh anggota DPRD, Lurah Loloan Timur dan Loloan Timur, Bendesa Adat Lokasari beserta jajaran, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat lainnya.

Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya  mengatakan silaturahmi ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi pelaksanaan hari raya masing-masing untuk meningkatkan toleransi dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis di kabupaten Jembrana.

"Kami mengevaluasi kegiatan keagamaan yang sudah terlaksana, untuk kedepannya kami akan berupaya lebih baik lagi agar setiap perayaan hari raya dapat terlaksana dengan baik dengan tetap mengedepankan humanisme dan koordinasi dengan berbagai stakeholder yang ada di kelurahan kami dan di  kabupaten Jembrana," ucapnya.

Sementara itu, I Nengah Mahadiarta, Bendesa Adat Lokasari, Kelurahan Loloan Timur mengungkapkan pelaksanaan hari raya terutama hari raya Nyepi di wilayah Loloan Timur sangat membutuhkan toleransi yang sangat tinggi dengan saling menghormati kepercayaan masing-masing.

"Kami ke depan berusaha menjaga lebih ketat lagi apa yang menjadi harapan kita bersama, dimana keamanan dan ketertiban dalam rangkaian hari Nyepi ini bisa kami laksanakan dengan komunikasi yang erat ke depannya," ungkapnya.

Mahadiarta menambahkan membuat kesepakatan dengan seluruh tokoh di Loloan Timur untuk bagaimana menjaga toleransi yang sudah berlangsung sejak lama sehingga bisa diikuti oleh seluruh generasi berikutnya.

"Kami sepakat dengan bapak Lurah, tokoh-tokoh masyarakat dan sesepuh Alim Ulama yang ada di lingkungan Loloan Timur dan Loloan Barat, sepakat menjaga kebersamaan dan menjaga situasi keharmonisan yang sudah terjalin dari dulu dan lebih dipererat lagi dengan silaturahmi," ujarnya. (BB)


Berita Terkini