Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

JL. Patih Nambi XII No.5, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara

Call:081353114888

redaksi@baliberkarya.com

Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Akhir Tahun

Sabtu, 21 Desember 2024

Baliberkarya.com - Suara Rakyat Bali Membangun

Baliberkarya (Ist)

IKUTI BALIBERKARYA.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baliberkarya.com - Denpasar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali pada 20 Desember 2024. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Menjaga Stabilitas Ekonomi Melalui Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Keuangan Daerah Menuju Bali Hijau, Tangguh, dan Sejahtera Mendukung Indonesia Maju”.

HLM TPID menjadi wadah koordinasi antarinstansi dan pemangku kepentingan daerah dalam upaya pengendalian inflasi di Bali. Acara ini dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Hadir pula Kepala Perwakilan BI Bali, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB) Bali, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Direktur Utama PT BPD Bali, Pimpinan Wilayah Bulog Bali, serta kepala daerah kabupaten/kota se-Bali.

Pertemuan ini membahas strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Berdasarkan data inflasi November 2024, Bali mencatat inflasi sebesar 0,50% (mtm) dan 2,50% (yoy), sejalan dengan target inflasi nasional.

Plt. Kepala BPS Bali, Kadek Agus Wirawan, melaporkan adanya tren inflasi setiap Desember dalam tujuh tahun terakhir. Sekda Dewa Made Indra menyatakan bahwa HBKN Natal dan Tahun Baru berpotensi memicu inflasi pada beberapa komoditas strategis, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. “Cuaca yang kurang baik dapat mengganggu ketersediaan komoditas utama seperti bawang merah, tomat, daging ayam ras, dan minyak goreng. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja,” ujar Dewa.

Sekda juga mengajak kepala daerah dan perangkat daerah untuk mengambil langkah preventif. “Kita perlu memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan memaksimalkan peran Perumda Pangan sebagai offtaker. Dengan demikian, harga-harga tetap stabil,” tambahnya.

Pimpinan Wilayah Bulog Bali, Muhammad Anwar, memastikan bahwa persediaan komoditas pangan aman menjelang Nataru. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, optimistis perekonomian Bali tetap tumbuh kuat dengan proyeksi pertumbuhan 5,1-5,9% (yoy) pada 2024, serta inflasi yang terkendali.

“BI terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter yang pro-growth, disertai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Erwin. Ia juga memaparkan lima strategi pengendalian inflasi jangka menengah panjang, meliputi penguatan regulasi perlindungan lahan pangan, kemudahan akses teknologi pertanian, hingga sinergi pembiayaan ketahanan pangan.

Dalam kesempatan ini, BI Bali menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat kepada UMKM Desa Jatiluwih Tabanan, LUPM Renon Mandiri Denpasar, dan Kelompok Tani Petani Muda Keren Buleleng. Bantuan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mendukung produktivitas pertanian di Bali.

TPID se-Bali berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi Bali berada dalam sasaran target nasional, yakni 2,5% ± 1% pada 2024. (Rls/BB)


Berita Terkini