Eksepsi Perkara Bos Hotel Kuta Paradiso Dinilai Tidak Masuk Akal

Oleh : Baliberkarya.com | 22 November 2019 | Dibaca : 2124 Pengunjung

Eksepsi Perkara Bos Hotel Kuta Paradiso Dinilai Tidak Masuk Akal

sumber foto :ist for Baliberkarya

Baliberkarya.com-Denpasar. Penasihat hukum Tomy Winata Makdir Ismail menilai jika eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum Haryanto Karjadi sama sekali tidak masuk logika hukum. Makdir menyebut, eksepsi yang dibangun sangat tidak cermat. 
 
 
"Klien kami Tomy Winata adalah orang yang membuat laporan karena telah menjadi korban tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa. Peristiwa yang dilaporkan merupakan peristiwa pidana yang telah terjadi dan dilakukan oleh terdakwa. Tomy Winata selaku kreditur PT GWP – yang menggantikan kedudukan Bank CCBI, memiliki kepentingan karena akibat tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa, asset yang dipergunakan sebagai jaminan hutang menjadi hilang atau berkurang. Jadi, laporan yang dibuat oleh Tomy Winata jelas memenuhi pengertian Pasal 108 ayat (1) KUHAP jo Pasal 1 angka 24 KUHAP tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (21/11).
 
Menurut Makdir, kronologis yang disampaikan dalam Nota Keberatan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi karena piutang yang dialihkan oleh BPPN kepada PT Millenium Atlantic Securities (MAS) hanyalah tiga piutang dari kreditur yang berada di bawah BPPN, yaitu Bank PDFCI, Bank Rama dan Bank Dharmala. 
 
Fakta itu tertuang dengan jelas dan nyata dalam Akta Perjanjian Pengalihan Piutang (Cessie) Nomor 67 tanggal 23 Februari 2004 yang dibuat di hadapan Hilda Sari Gunawan, SH, Notaris di Jakarta dan Perjanjian Jual Beli Piutang yang dilegalisasi dengan nomor 060/L/II/2004 tanggal 23 Februari 2004 oleh Notaris Hilda Sari Gunawan, SH, Notaris di Jakarta, dimana dalam Lampiran 1 disebutkan dengan jelas bahwa BPPN hanya mengambil alih piutang dari 3 kreditur yang berada di bawahnya, yaitu PT Bank Dharmala, PT Bank PDFCI, dan PT Bank Rama. Sedangkan di dalam Lampiran 3 (Daftar Harga Pembelian Piutang) disebutkan piutang yang dialihkan oleh BPPN kepada MAS adalah piutang Bank Dharmala, Bank PDFCI dan Bank Rama;
 
Surat dari Tim Pemberesan BPPN No.: S-009/PMH-TPBPPN/0304 tanggal 18 Maret 2004 Perihal: Status Penanganan BPPN Terhadap PT. Geria Wijaya Prestige, yang ditujukan kepada PT Bank Danamon Tbk. selaku Agen Sindikasi, dengan jelas menyatakan bahwa hak tagih BPPN (eks. Bank Dharmala, Bank Rama dan Bank PDFCI) telah dialihkan kepada MAS, dimana surat tersebut ditandatangani oleh Robertus Bilitea selaku Wakil Ketua Pokja Penanganan Masalah Hukum Team Pemberesan BPPN.
 
 
 
Surat dari Tim Pemberesan BPPN No.: S-32/POKJA-III/TP-BPPN/0804 tanggal 23 Agustus 2004, Perihal: PT. Geria Wijaya Prestige (GWP) – Pelaporan Sita Jaminan oleh BPPN, yang ditujukan kepada PT Bank Danamon Indonesia selaku Agen Sindikasi, menyatakan bahwa hak tagih BPPN yang meliputi hak tagih eks. Bank PDFI, Bank Rama dan Bank Dharmala terhadap PT GWP telah dialihkan kepada MAS.
 
Klaim terdakwa bahwa kesepakatan Bersama tanggal 08 Nopember 2000 merupakan pengalihan seluruh piutang kreditur sindikasi kepada MAS dari BPPN merupakan klaim yang sama sekali tidak mempunyai dasar/landasan hukum dan fakta karena kesepakatan itu hanya merupakan kesepakatan agar BPPN melakukan penagihan terhadap PT GWP, bukan melakukan penjualan piutang, dan untuk melakukan penagihan itu BPPN harus mendapatkan surat kuasa khusus dari kreditur sindikasi lainnya, yaitu PT. Bank Multicor, PT. Bank Arta Niaga Kencana, Tbk, PT. Bank Finconensia, PT. Bank Indovest, Tbk (Dalam Likuidasi). Surat kuasa itu pada akhirnya tidak pernah dibuat oleh 4 kreditur tersebut; 
 
Kesepakatan Bersama dibuat pada tanggal 8 Nopember 2000 sedangkan pengalihan hak tagih BPPN (eks. Bank Dharmala, Bank Rama dan Bank PDFCI) kepada MAS baru dilakukan pada tahun 2004. Jika piutang yang dialihkan oleh BPPN termasuk piutang dari 4 kreditur sindikasi lainnya, maka tentunya dalam jual beli piutang antara BPPN dan MAS tidak hanya disebutkan 3 eks bank tersebut yang dialihkan seperti yang tertuang dalam Lampiran 1 dan Lampiran 3 sebagaimana diuraikan di atas. Namun faktanya, hanya tiga eks bank tersebut yang dialihkan oleh BPPN kepada MAS.
 
 
 
Adanya gugatan Tomy Winata terhadap GWP terkait dengan wanprestasi tidak ada relevansinya dengan perkara/laporan pidana tentang memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik (Pasal 266 KUHP) dan penggelapan sertifikat tanah yang dipergunakan sebagai jaminan hutang (Pasal 372 KUHP) sehingga perkara pidana tersebut tidak berkaitan dengan sengketa kepemilikan. Dengan kata lain, adanya perkara perdata yang diajukan oleh Tomy Winata terhadap PT GWP tidak dapat dipergunakan sebagai alasan untuk menghentikan atau menunda proses pidana tersebut, karena gugatan yang diajukan tidak menyangkut mengenai sengketa kepemilikan. Dalam perkara pidana ini juga tidak menyangkut mengenai sengketa kepemilikan, tetapi mengenai memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik dan penggelapan sertifikat tanah yang dipergunakan sebagai jaminan hutang. 
 
"Jadi, dalil adanya pre-judicial geschil yang diajukan oleh Terdakwa sama sekali tidak berdasar. Tidak ada bukti atau fakta bahwa PT. GWP telah melunasi kewajibannya, apalagi terkait dengan hak tanggungan tidak ada bukti bahwa terhadap hak tanggungan telah dilakukan Royalti. Terhadap proses pidana yang sedang berlangsung ini, pihak terlapor Hartono Karjadi (kakak Harijanto Karjadi) juga telah melakukan Praperadilan di PN Jakarta Selatan September 2018 lalu terhadap Kapolri Cq. Kapolda Bali Cq. Direskrimsus Polda Bali dimana memutuskan menolak pemohon Hartono Karjadi cs dan memenangkan Polda Bali (100/Pid.Pra/2018/PN.Jkt.Sel. tgl 17 September 2018). Dalam Praperadilan tersebut juga disampaikan terkait legal standing Tomy Winata dan adanya laporan polisi di Direktorat Pidum Bareskrim Polri, namun diputuskan bahwa tidak ada hubungannya dan relevansinya terhadap tindak pidana yang sedang berjalan saat ini.(BB)


Oleh : Baliberkarya.com | 22 November 2019 | Dibaca : 2124 Pengunjung


TAGS : opini haryanto karjadi sidang bos hotel kuta paradiso baliberkarya




Berita Terkait :

Denpasar, 09 Desember 2019 22:06
Tiara Dewata dan Carefour Disidak Jelang Nataru
Baliberkarya.com-Denpasar. Guna memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat ...
Denpasar, 09 Desember 2019 21:47
Simpan hampir 8 kg Ganja, Erfin Diciduk Polisi. Begini Kronologisnya
Baliberkarya.com-Denpasar. Erfin (26) yang bekerja sebagai buruh harus berhenti lantaran harus me ...
Denpasar, 09 Desember 2019 19:39
Gigolo Pembunuh Yuni Dituntut 12 Tahun
Baliberkarya.com-Denpasar. Bagus Putu Wijaya alias Gustu (25) terdakwa yang menghabisi nyawa Ni P ...
Denpasar, 08 Desember 2019 22:02
Mahfud Sebut Banyak Praktik Industri Hukum, Togar Situmorang: Stop Praktik Tak Salah Dibuat Masalah‎, Orang Bersalah Diatur Agar Tak Bersalah
Baliberkarya.com-Denpasar. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud ...
Denpasar, 08 Desember 2019 20:05
Gelar Mukerda, Gapensi Bali Pelopor dan Mitra Pembangunan Infrastruktur Berkualitas
Baliberkarya.com-Denpasar. Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda), pada Minggu (8/12/2019) di Hotel As ...
Denpasar, 08 Desember 2019 19:54
Hindari HIV/AIDS, BI Bali dan GenBI Edukasi Generasi Muda Bijak Bersosial Media
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai bentuk kepedulian bagi generasi muda Bali, Bank Indonesia (BI) ...
Buleleng, 08 Desember 2019 19:40
Niat 'Banyu Pinaruh', Sumerta Ditemukan Tak Bernyawa di Air Terjun Mabun
Baliberkarya.com-Buleleng. Pemuda asal Dusun Klandis, Desa Pakisan Kecamatan Kubutambahan, Kabupa ...
Denpasar, 08 Desember 2019 17:06
Ciptakan Iklim Investasi Kondusif di Bali, Dit Intelkam Gelar FGD
Baliberkarya.com-Denpasar. Guna menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayah Bali, Direkt ...
Denpasar, 07 Desember 2019 20:39
Ingat! SKM adalah Toping/Pirasa Makanan, PP Muslimat NU Imbau tidak Dikonsumsi untuk Balita Dibawah 3 tahun
Baliberkarya.com-Denpasar. Wakil Ketua IV Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj. Aniroh Slamet Yusuf, me ...
Denpasar, 06 Desember 2019 23:07
Belajarlah Seperti Tukik, Goro: Pegawai DJP Harus Miliki Daya Juang dan Sikap Adaptif
Baliberkarya.com-Denpasar. Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada tanggal 9 Desembe ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 10 Desember 2019 21:14
Mendagri, Menkumham dan DPD RI Dukung RUU Provinsi Bali, Gubernur Koster Imbau Masyarakat Bali Bersatu
Baliberkarya.com-Denpasar. Sejak tahun 2005 lalu, berbagai komponen masyarakat menginginkan agar ...
Jembrana, 10 Desember 2019 18:24
Unggah di Facebook Bantuan Bibit Babi Warga Telah Mati, Pihak Desa Bela Diri
Baliberkarya.com-Jembrana. Bantuan dari pemerintah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana ber ...
Denpasar, 10 Desember 2019 17:49
Saksi Notaris Lemahkan Bos Paradiso Soal Akta Otentik
Baliberkarya.com-Denpasar. Sidang kasus dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen pada akta otentik d ...
Denpasar, 10 Desember 2019 16:12
Ny. Putri Koster Ajak Dukung Kesetaraan Difabel Mampu Mandiri dan sejahtera
Baliberkarya.com-Denpasar. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menegaskan, sejat ...
Bangli, 10 Desember 2019 16:05
Hadiri Hut DWP Ke-20, Sekda Apresiasi Eksistensi DWP Bangli
Baliberkarya.com-Bangli. Sebagai salah organisasi kemasyarakatan paling besar di Indonesia, Sekre ...
Denpasar, 10 Desember 2019 15:58
Peduli Lansia, Ny. Selly Mantra Serahkan Bantuan Kursi Roda
Baliberkarya.com-Denpasar. Menyusuri satu persatu kediaman para Lansia di Kecmatan Denpasar Selat ...
Denpasar, 09 Desember 2019 22:06
Tiara Dewata dan Carefour Disidak Jelang Nataru
Baliberkarya.com-Denpasar. Guna memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat ...
Denpasar, 09 Desember 2019 21:47
Simpan hampir 8 kg Ganja, Erfin Diciduk Polisi. Begini Kronologisnya
Baliberkarya.com-Denpasar. Erfin (26) yang bekerja sebagai buruh harus berhenti lantaran harus me ...
Denpasar, 09 Desember 2019 19:39
Gigolo Pembunuh Yuni Dituntut 12 Tahun
Baliberkarya.com-Denpasar. Bagus Putu Wijaya alias Gustu (25) terdakwa yang menghabisi nyawa Ni P ...
Denpasar, 09 Desember 2019 19:27
Buronan AS yang Kabur dari Imigrasi Rabie Ayad Diminta Menyerahkan Diri
Baliberkarya.com-Denpasar. Terkesan sudah "putus asa" begitulah pernyataan Kepala Kejak ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

filme porno porno porno gratis filme porno gratis https://xxnxx.info