Pemda Wajib Tanggulangi Anjing Liar

Miris! Digigit "Cicing" saat ke Pura, Ketut Dharma Terpaksa Bayar 50 Juta Akibat 'SAR Langka' di RS

Oleh : baliberkarya | 24 Juni 2019 | Dibaca : 11080 Pengunjung

Miris! Digigit "Cicing" saat ke Pura, Ketut Dharma Terpaksa Bayar 50 Juta Akibat 'SAR Langka' di RS

sumber foto :Baliberkarya

Baliberkarya.com-Denpasar. Pulau Bali sebagai daerah yang dikenal rentan penyakit rabies yang berbahaya dan mematikan dengan populasi anjing yang sangat tinggi, namun sayang tak dibarengi dengan ketersediaan SAR (Serum Anti Rabies) maupun VAR (Vaksin Anti Rabies) yang baik. 
 
 
Terbukti, seorang warga bernama Ketut Dharma Siadja yang digigit "cicing" (anjing) saat hendak sembahyang ke Pura Batur, Bangli terpaksa membayar harga yang sangat fantastis yakni Rp 50 Juta untuk mendapatkan suntikan SAR lantaran sejumlah rumah sakit di Denpasar yang dia cari tak satupun menyediakan SAR yang dibutuhkan tersebut.
 
Ketut Dharma Siadja yang berasal dari Desa Mas, Ubud, Gianyar itu menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika ia mau melakukan persembahyangan di Pura Batur, Bangli pada Jumat 21 Juni 2019, ia buang air kecil di tempat orang buang sampah di sebelah toilet karena toiletnya sedang di perbaiki total. 
 
Nah, pas selesai buang air kecil tersebut, tiba-tiba ada anjing datang menggigit kaki kanan dan kirinya. Setelah anjing tersebut menggigit dirinya, kemudian lari menggigit anjing yang lainnya. 
 
"Segera saya pamit, nggak masuk ke Pura Batur lagi untuk segera mencari rumah sakit agar mendapatkan suntikan SAR. Saya baru dapat kabar dari sana (Bangli) hari ini kalau setelah itu anjing tersebut menggigit orang lain disana," tutur Ketut Dharma Siadja kepada awak media Baliberkarya.com, Senin 24 Juni 2019.
 
Ia mengaku sangat sulit sekali untuk mencari rumah sakit yang menyediakan SAR yang sangat ia butuhkan segera. Setelah berkeliling mencari sejumlah rumah sakit di wilayah di Bali, ternyata ia baru mendapatkan SAR Minggu malam 23 Juni 2019 kemarin.
 
"Baru kemarin malam di SOS dengan harga yang sangat fantastis 50 Juta. Itu juga tergantung dengan berat badan si pasien. Bisa jadi akan lebih mahal atau lebih murah, tergantung denga berat badan yang disuntik," katanya.
 
Ia berharap agar pemerintah baik pusat maupun daerah serta dinas terkait agar selalu mengecek dan menyediakan VAR (Vaksin Anti Rabies) di semua rumah sakit dan puskesmas dengan biaya yang terjangkau masyarakat luas. Selain itu, ia juga berharap pemerintah agar menunjuk beberapa rumah sakit untuk menyediakan SAR (Serum Anti Rabies) dengan biaya yang terjangkau dan tidak mahal bagi masyarakat yang tidak mampu.
 
"SAR itu obat import dari Jerman. Untung SAR ada di SOS Ikat Plaza jalan Bypass Ngurah Rai. Karena kalau tidak ada di SOS, saya mesti berobat ke Singapore untuk mencari SAR tersebut dengan biaya yang jauh lebih mahal," terang pengusaha import kerajinan itu.
 
 
Tak hanya itu, Ketut Dharma Siadja juga berharap agar dinas terkait mampu menanggulangi keberadaan anjing liar dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga di desa dinas dan pekraman. Tak lupa, ia meminta dinas terkait memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya dan mahalnya biaya berobat kalau terjadi gigitan binatang menimpa dirinya maupun kerabatnya. 
 
Ket Foto: Ketut Dharma Siadja, korban gigitan anjing asal Desa Mas, Ubud, Gianyar
 
"Dan masyarakat agar lebih bijaksana di dalam memelihara binatang peliharaannya tanpa harus membahayakan masyarakat umum, sarannya. 
 
Seperti diketahui, gigitan hewan seperti anjing yang terkena rabies terbukti nyata mematikan bagi korban yang digigit. Penanganan lebih dari 12 jam akan membuka peluang virus rabies menunjukkan gejalanya. 
 
Bila hal ini sampai terjadi, bisa dipastikan korban akan meninggal. Untuk itu, saat digigit pastikan untuk segera diberi vaksin. Bila sangat parah dan dalam bisa diberikan serum antirabies. Pemberian vaksin akan memberikan perlindungan terhadap dampak gigitan rabies dan kematian hingga 100 persen.
 
Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) terbagi menjadi 3 periode yaitu pertama, saat digigit (pre-exposure) dimana vaksin diberikan tiga kali yaitu saat digigit, dan diulang di hari ke-7 dan ke-21 atau ke-28 setelah gigitan. Dosis pertama yang diberikan adalah 0,5 mililiter, kemudian menjadi 1,5 mililiter, dan kembali menjadi 0,5 mililiter. Pemberian dilakukan lagi pada tahun berikutnya, kemudian diulang tiap 3 tahun.
 
Kedua, setelah digigit (post exposure) maka vaksin diberikan pada saat yang sama dengan vaksin pre eksposure. Namun suntikan pertama diberikan dua kali dengan dosis 0,5 mililiter. Dosis yang sama juga diberikan pada peyuntikan yang kedua dan ketiga.
 
Untuk suntikan ketiga bergantung pada kondisi hewan penggigit. Bila hewan penggigit berhasil ditangkap kemudian mati saat suntikan kedua diberikan, maka korban harus disuntik yang ketiga kalinya. Hal ini mengindikasikan hewan penggigit terserang rabies, dan korban harus diberi pelindung.
 
Ketiga, gigitan berulang (reexposure) yaitu bila korban kembali digigit dalam waktu kurang dari 3 bulan suntikan re eksposure tidak perlu diberikan. Hal ini dikarenakan antibodi yang diproduksi masih cukup untuk melindungi tubuh.
 
Bila gigitan terjadi dalam kurun waktu 3 bulan hingga satu tahun, korban harus kembali disuntik satu kali, dengan dosis 0,5 mililiter. Namun jika gigitan terjadi lebih dari satu tahun, maka suntikan diberikan tiga kali dengan dosis dan durasi seperti suntikan post eksposure.
 
Untuk diketahui, vaksin ini tidak menimbulkan dampak buruk apapun. Bekas suntikan terkadang berjejak merah, sedikit bengkak, atau gatal. Namun kondisi ini akan segera menghilang. Bagi luka gigitan yang sangat parah bisa dibarengi dengan Serum Anti Rabies (SAR), dengan dosis 20 IU per kilogram berat badan. 
 
 
SAR yang diberikan berupa human rabies immunoglobulin bersifat homolog. Suntikan SAR diberikan menyebar di daerah sekitar luka gigitan. Sementara, vaksin wajib diberikan pada seseorang yang selalu berinteraksi dengan hewan berpotensi terkena rabies, misal pengasuh anjing. 
 
Vaksin juga wajib diberikan pada daerah dengan populasi anjing tinggi, yaitu Bali, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat. VAR wajib ada di puskesmas di setiap propinsi tersebut. 
 
Pemerintah pusat juga menyediakan namun untuk stok nasional. Selain vaksin pada manusia, hewan pembawa virus rabies juga harus mendapat vaksin sehingga mencegah penularannya pada manusia.(BB).


Oleh : baliberkarya | 24 Juni 2019 | Dibaca : 11080 Pengunjung


TAGS : denpasar peristiwa berita baliberkarya




Berita Terkait :

Badung, 18 Oktober 2019 20:04
Gaet Wisatawan Milenial, Festival Musik dan Budaya Terbesar 'Nusa Dua Fiesta' Target 15 Ribu Pengunjung
Baliberkarya.com-Badung. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism De ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 19:58
Jasa Berkompeten, Mitra Kerja PLN UID Bali Dipilih Secara 'Terbuka dan Transparan'
Baliberkarya.com-Denpasar. PLN UID Bali berupaya mendapatkan mitra kerja yang kompeten, salah sat ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:58
Dukungan untuk Gus Agung dan Mahalini di Ajang Pencarian Bakat Terus Mengalir
Baliberkarya.com-Denpasar. Putra dan Putri terbaik Bali kini berjuang untuk menjadi yang terbaik ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:50
Disperkim Kota Denpasar Gelar Aksi Kebersihan, Dukung Estetika Keindahan Kota
Baliberkarya.com-Denpasar. Pencanangan Denpasar Heritage City rupanya mampu menjadi stimulus bagi ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:43
Pemkot Denpasar Laksanakan Bakti Penganyar di Pura Hulundanu Batur
Baliberkarya.com-Denpasar. Serangkaian pelaksanaan Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, P ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:35
Sasar Kawasan Heritage Denpasar, Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia Resmi Digelar
Baliberkarya.com-Denpasar. Komitmen Pemkot Denpasar untuk mendukung pengembangan seni kreatif ter ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:28
Dua Pemuda Diadili Selundupkan Bibit Lobster ke Vietnam
Baliberkarya.com-Denpasar. Agus Tri Haryanto (36) asal Wonogiri dan Eko Rizky Andika (26) asal Pe ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 16:33
Pemprov Bali Siap Gelar Pameran Seni Rupa Terakbar ‘Bali Megarupa’
Baliberkarya.com-Denpasar. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali akan menggelar Pameran Bali Megarupa un ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 16:12
Ya Ampun! Rudianto dari Surabaya Ternyata Berencana Bunuh Suami Siri Halima, Begini Kronologisnya
Baliberkarya.com-Denpasar. Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyebut pelaku penusukan wan ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 14:00
Rai Mantra dukung Pogram Taspen Life
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh Aparatur Sipil Negara ...


Berita Lainnya :

Badung, 18 Oktober 2019 20:04
Gaet Wisatawan Milenial, Festival Musik dan Budaya Terbesar 'Nusa Dua Fiesta' Target 15 Ribu Pengunjung
Baliberkarya.com-Badung. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism De ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 19:58
Jasa Berkompeten, Mitra Kerja PLN UID Bali Dipilih Secara 'Terbuka dan Transparan'
Baliberkarya.com-Denpasar. PLN UID Bali berupaya mendapatkan mitra kerja yang kompeten, salah sat ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:58
Dukungan untuk Gus Agung dan Mahalini di Ajang Pencarian Bakat Terus Mengalir
Baliberkarya.com-Denpasar. Putra dan Putri terbaik Bali kini berjuang untuk menjadi yang terbaik ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:50
Disperkim Kota Denpasar Gelar Aksi Kebersihan, Dukung Estetika Keindahan Kota
Baliberkarya.com-Denpasar. Pencanangan Denpasar Heritage City rupanya mampu menjadi stimulus bagi ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:43
Pemkot Denpasar Laksanakan Bakti Penganyar di Pura Hulundanu Batur
Baliberkarya.com-Denpasar. Serangkaian pelaksanaan Karya Ngusaba Kapat di Pura Hulundanu Batur, P ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:35
Sasar Kawasan Heritage Denpasar, Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia Resmi Digelar
Baliberkarya.com-Denpasar. Komitmen Pemkot Denpasar untuk mendukung pengembangan seni kreatif ter ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 17:28
Dua Pemuda Diadili Selundupkan Bibit Lobster ke Vietnam
Baliberkarya.com-Denpasar. Agus Tri Haryanto (36) asal Wonogiri dan Eko Rizky Andika (26) asal Pe ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 16:33
Pemprov Bali Siap Gelar Pameran Seni Rupa Terakbar ‘Bali Megarupa’
Baliberkarya.com-Denpasar. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali akan menggelar Pameran Bali Megarupa un ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 16:12
Ya Ampun! Rudianto dari Surabaya Ternyata Berencana Bunuh Suami Siri Halima, Begini Kronologisnya
Baliberkarya.com-Denpasar. Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyebut pelaku penusukan wan ...
Denpasar, 18 Oktober 2019 14:00
Rai Mantra dukung Pogram Taspen Life
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh Aparatur Sipil Negara ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

filme porno porno porno gratis filme porno gratis https://xxnxx.info