Stop 'Bekingi' Carikan Siswa Sekolah, Panglima Hukum Togar: Kepala Sekolah Harus Berani 'Tolak Surat Sakti'

Oleh : Baliberkarya.com | 22 Juni 2019 | Dibaca : 8480 Pengunjung

Stop 'Bekingi' Carikan Siswa Sekolah, Panglima Hukum Togar: Kepala Sekolah Harus Berani 'Tolak Surat Sakti'

sumber foto :ist

Baliberkarya.com-Denpasar. Berbagai celah kecurangan dalam Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sorotan banyak pihak di tengah polemik dan pro kontra Sistem Zonasi PPDB 2019 yang dianggap merugikan siswa dan dinilai tidak adil oleh para orang tua atau wali murid.
 
 
Pengamat kebijakan publik Dr. (C) Togar Situmorang, S.H.,M.H., M.AP. mengungkapkan salah satunya masih adanya potensi intervensi dari oknum pejabat baik di eksekutif maupun legislatif dalam PPDB kali ini.
 
Misalnya dengan adanya titipan oknum pejabat untuk mencarikan anak atau kerabat sekolah di suatu sekolah tertentu yang sejatinya tidak memenuhi syarat atau tidak sesuai ketentuan yang ada.
 
"Tidak boleh lagi ada titipan oknum pejabat atau pengusaha. PPDB tahun ini harus benar-benar transparan dan sesuai mekanisme yang ada. Stop oknum pejabat atau pengusaha jadi beking untuk carikan siswa sekolah," tegas Togar Situmorang yang juga advokat senior ini di kantornya Law Firm Togar Situmorang & Associates, Jalan Gatot Subroto Timur nomor 22 Denpasar.
 
Seperti diketahui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan peraturan terbaru tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
 
Berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni zonasi (kuota 90%), prestasi (kuota maksimal 5%), dan perpindahan orangtua peserta didik (kuota maksimal 5%).
 
Dengan sistem zonasi ini PPDB diharapkan berjalan secara nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.
 
Selain itu, melalui sistem zonasi, pemerintah berniat untuk memeratakan kualitas pendidikan. Artinya, tidak boleh ada lagi label dan dikotomi sekolah favorit dan non favorit, semuanya sama.
 
"Jalur zonasi ini sesungguhnya bagus untuk pemerataan pendidikan. Sebab sekolah yang dekat dengan tempat tinggal siswa diutamakan menampung siswa di zona tersebut," jelas Togar Situmorang yang juga dijuluki "Panglima Hukum" ini.
 
Namun disayangkan masih ada sekolah-sekolah yang dianggap favorit sehingga banyak orang tua berebut menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. Padahal sudah dilakukan pemerataan kompetensi kepala sekolah melalui Dinas Pendidikan setempat.
 
 
Untuk itu, Togar memandang sesungguhnya orang tua tidak perlu lagi takut dan ragu. Dimana zona sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya maka itulah yang harus diutamakan. Baginya, tidak ada lagi namanya sekolah favorit di Denpasar, semua rata. Karena kompetensi kepala sekolah, para guru, komite sekolah rata-rata sudah bagus dan merata di semua sekolah dan terakreditasi.
 
Ket Foto: Pengamat kebijakan publik Dr. (C) Togar Situmorang, S.H.,M.H., M.AP.
 
"Jadi orang tua tidak perlu bingung dan ragu lagi, menyekolahkan anaknya sesuai zonasinya," terang Togar Situmorang yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon dan juga rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang Insurance AIA, property penjualan villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, food court dan juga barber shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar.
 
Namun karena masih kental anggapan sekolah favorit dan orang tua seperti ingin anaknya masuk kesana ditambah tidak ada ketegasan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan aturan maka masih ada potensi campur tangan pejabat baik oknum anggota DPRD, pejabat di  pemerintah daerah atau orang-orang berduit seperti pengusaha dalam PPDB ini.
 
"Ada yang bisa mental dari zona tersebut dan yang diutamakan adalah anak yang punya surat sakti atau titipan dari oknum pejabat, oknum aparatur penegak hukum. Jadi ini sangat disayangkan," imbuh advokat dengan sederet prestasi dan penghargaan seperti terdaftar di dalam Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019, Best Winners – Indonesia Business Development Award, dan terdaftar di dalam 100 Advokat Hebat versi majalah Property&Bank serta sederet prestasi lainnya.
 
Pria yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini mengatakan pihak Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali sebenarnya sudah memasang mata-mata di tiap sekolah saat dibukanya PPDB ini untuk memastikan semua berjalan dalam koridor aturan dan tidak ada penyimpangan.
 
 
Maka dari itu kini tinggal keberanian Kepala Sekolah untuk menolak surat sakti tersebut atau titipan dan intimidasi dari oknum pejabat tertentu yang ingin memaksakan kehendak agar siswa tertentu diterima di suatu sekolah. Pahadal zonasinya tidak masuk, lalu nilai tidak memenuhi serta kuota kursi yang tersedia sudah habis.
 
Pihak sekolah harus berani menolak titipan dari pejabat. Jangan juga terima melebihi kuota karena kuota ini harus teregister di Dinas Pendidikan setempat karena akan berkaitan dengan Dana BOS, DAK dan anggaran lainnya.
 
"Jadi bisa menimbulkan implikasi hukum jika ternyata dalam satu kelas kapasitasnya berlebihan. Ini yang tidak boleh," ujar Togar Situmorang yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.
 
Ia mengingatkan efek negatif dari adanya proses mencari sekolah dengan "jalur belakang" seperti titipan dari oknum pejabat ini. Sebab yang akan menjadi korban adalah para siswa. Togar Situmorang juga mengingatkan generasi muda kita dipersiapkan agar betul-betul punya akhlak dan moral yang baik agar punya intelegensia tinggi.
 
"Ketiga, bagaimana anak didik bisa berinteraksi sosial kalau ternyata masuk sekolah harus dibeking. Ini tidak bagus untuk masa depan anak. Kita harus selamatkan masa depan generasi emas Indonesia," ungkap advokat asal Sumatra Utara yang juga kandidat Doktor Ilmu Hukum di Pascasarjana Universitas Udayana ini.
 
Mencari sekolah dengan "bekingan" oknum pejabat atau dengan memberikan sejumlah uang kepada oknum di sekolah itu artinya secara tidak langsung mengajarkan anak menjadi penyuap, koruptor dan melakukan tindakan tidak terpuji. Bagaimana kita bisa mencetak anak cerdas tapi berkarakter baik, bermoral, punya attitude bagus, bertanggung jawab kalau memperoleh sekolah dengan cara yang yang tidak mendidik.
 
"Kasihan anak didiknya. Jadi ini tidak boleh terjadi lagi. Sudah pasti karakter anak akan buruk ke depannya. Kita kan harus berikan pendidikan karakter sejak dini, proteksi sejak awal dari hal hal negatif," tutup advokat kawakan yang sangat cinta Bali dan selalu "Siap Melayani Bukan Dilayani" itu.(BB).


Oleh : Baliberkarya.com | 22 Juni 2019 | Dibaca : 8480 Pengunjung


TAGS : denpasar pendidikan berita baliberkarya




Berita Terkait :

Denpasar, 20 Oktober 2019 15:40
Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Metatah Lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai wujud sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa s ...
Bangli, 20 Oktober 2019 14:13
Kebakaran Lahan di Bangli, Petugas Gabungan Sigap Padamkan Api
Baliberkarya.com-Bangli. Anggota kepolisian bersama TNI dan masyarakat bertindak cepat memadamkan ...
Denpasar, 20 Oktober 2019 10:55
Jaya Negara Lepas Jalan Santai Gebyar LPD Sanur
Baliberkarya.com-Denpasar. Jalan Santai serangkaian gebyar Hut Ke-28 Lembaga Perkreditan Desa (LP ...
Nasional, 20 Oktober 2019 10:33
Prof Wenten : Perlu Grand Strategy Politik Teknologi yang Memadukan Konsep 'Habibienomics dan Wijoyonomics'
Baliberkarya.com-Nasional. Prof. I G. Wenten, Guru Besar ITB, menyampaikan bahwa daya saing yang ...
Denpasar, 19 Oktober 2019 23:00
Fotografer Makasar Sukses Raih Juara I Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII
Baliberkarya.com-Denpasar. Setelah melalui beragam tahapan, pemenang lomba foto On The Spot Herit ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 22:53
Perlu Didukung! Pok Darwis Manistutu Kembangkan Wisata Tradisi Makepung Lampit
Baliberkarya.com-Jembrana. Pok Darwis Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana sejak beber ...
Denpasar, 19 Oktober 2019 20:09
Terbukti dan Teruji, Kosgoro 1957 Bali Kompak Dukung Airlangga Hartarto kembali Jadi Ketum Golkar
Baliberkarya.com-Denpasar. Dukungan menjelang Munas Partai Golkar bagi Airlangga Hartarto seiring ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 20:05
Astaga! Nyalip Truk Motor Terserempet dan Jatuh, Pelajar Tergilas Tewas Mengenaskan
Baliberkarya.com-Jembrana. Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gil ...
Badung, 19 Oktober 2019 17:29
Bisnis CNI Meningkat Pesat, Ajak Ribuan Anggota Berlibur ke Bali
Baliberkarya.com-Badung. Kiprah PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) dalam bisnis multi level mark ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 17:23
Simpan Belasan Penyu Hijau, Tahwan 'Dikerangkeng' Polisi Jembrana
Baliberkarya.com-Jembrana. Tahwan (49), seorang nelayan asal Dusun Klatakan, Desa Melaya, Kecamat ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 20 Oktober 2019 15:40
Jaya Negara Nyanggingin Serangkaian Karya Metatah Lan Menek Kelih Paiketan Mahasatya
Baliberkarya.com-Denpasar. Sebagai wujud sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa s ...
Bangli, 20 Oktober 2019 14:13
Kebakaran Lahan di Bangli, Petugas Gabungan Sigap Padamkan Api
Baliberkarya.com-Bangli. Anggota kepolisian bersama TNI dan masyarakat bertindak cepat memadamkan ...
Denpasar, 20 Oktober 2019 10:55
Jaya Negara Lepas Jalan Santai Gebyar LPD Sanur
Baliberkarya.com-Denpasar. Jalan Santai serangkaian gebyar Hut Ke-28 Lembaga Perkreditan Desa (LP ...
Nasional, 20 Oktober 2019 10:33
Prof Wenten : Perlu Grand Strategy Politik Teknologi yang Memadukan Konsep 'Habibienomics dan Wijoyonomics'
Baliberkarya.com-Nasional. Prof. I G. Wenten, Guru Besar ITB, menyampaikan bahwa daya saing yang ...
Denpasar, 19 Oktober 2019 23:00
Fotografer Makasar Sukses Raih Juara I Jambore Fotografi Mahasiswa Indonesia XII
Baliberkarya.com-Denpasar. Setelah melalui beragam tahapan, pemenang lomba foto On The Spot Herit ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 22:53
Perlu Didukung! Pok Darwis Manistutu Kembangkan Wisata Tradisi Makepung Lampit
Baliberkarya.com-Jembrana. Pok Darwis Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana sejak beber ...
Denpasar, 19 Oktober 2019 20:09
Terbukti dan Teruji, Kosgoro 1957 Bali Kompak Dukung Airlangga Hartarto kembali Jadi Ketum Golkar
Baliberkarya.com-Denpasar. Dukungan menjelang Munas Partai Golkar bagi Airlangga Hartarto seiring ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 20:05
Astaga! Nyalip Truk Motor Terserempet dan Jatuh, Pelajar Tergilas Tewas Mengenaskan
Baliberkarya.com-Jembrana. Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gil ...
Badung, 19 Oktober 2019 17:29
Bisnis CNI Meningkat Pesat, Ajak Ribuan Anggota Berlibur ke Bali
Baliberkarya.com-Badung. Kiprah PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) dalam bisnis multi level mark ...
Jembrana, 19 Oktober 2019 17:23
Simpan Belasan Penyu Hijau, Tahwan 'Dikerangkeng' Polisi Jembrana
Baliberkarya.com-Jembrana. Tahwan (49), seorang nelayan asal Dusun Klatakan, Desa Melaya, Kecamat ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

filme porno porno porno gratis filme porno gratis https://xxnxx.info