Keliling Dunia 'Nindihin Bali' Habiskan Ratusan Miliar , IB Ugrasena Bersama 'Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit'

Oleh : Baliberkarya.com | 26 Agustus 2018 | Dibaca : 3732 Pengunjung

Keliling Dunia 'Nindihin Bali' Habiskan Ratusan Miliar , IB Ugrasena Bersama 'Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit'

sumber foto :IB Ugrasena for Baliberkarya

Baliberkarya.com-Denpasar. Di kalangan pecinta layang-layang di seluruh dunia, nama Ida Bagus Ugrasena sudah tersohor. Bagaimana tidak, hampir 30 tahun ia keliling ke lebih dari 200 kota di dunia untuk memperkenalkan karya layang-layangnya yang bertajuk "Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit". 
 
 
Hasilnya ternyata sukses, layangan tradisional Bali dan layangan kreasinya hingga populer ke seluruh penjuru dunia. Kini dalam ajang Dieppe Kite Festival di Normandy, Perancis yang akan digelar 8-16 September 2018, pria yang akrab disapa Gus Sena itu kembali tampil mengharumkan nama Bali. 
 
Ia akan memboyong "Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit" yang sudah menjadi ikon layangan Bali serta ikon dalam setiap festival  layang-layang Internasional. Seperti layangan Janggan, Bebean, Pecutan dan layangan kreasi.
 
"Layangan Rare Angon Janggan sudah menjadi ikon dunia. Dan saya ingin terus melayangan keliling dunia untuk membawa misi memperkenalkan budaya Bali. Ngayah pada Ida Bhatara Rare Angon nindihin Bali," kata Gus Sena di Denpasar, Minggu (26/8/2018).
 
Tidak hanya juga mengikuti berbagai rangkaian lomba dalam festival layang-layang di Perancis yang sudah ada sejak 1980 ini, Gus Sena juga akan terlibat dalam berbagai aksi sosial maupun juga edukasi dalam bentuk workshop membuat layang-layang.
 
 
"Biasanya akan ada edukasi on the spot. Jadi saya spontan ikut mengajar dan melatih bagaimana membuat layang-layang khususnya juga layang-layang ikon dari Bali," terang Gus Sena.
 
 
Pria yang sudah lebih dari 10 kali rutin hadir di Dieppe Kite Festival, Perancis ini mengungkapkan kehadiran "Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit" di berbagai festival layang-layang internasional ibarat sudah menjadi tradisi dan keharusan. Pasalnya, para pecinta layang-layang dari seluruh penjuru dunia juga sangat menanti bisa menyaksikan langsung keunikan tampilan dan aksi layang-layang Rare Angon ini meliuk-liuk di udara.
 
"Tanpa ada layangan tradisi dari Bali, layang-layang Rare Angon, festival ini dirasakan tidak meriah. Layangan kita ini berbeda. Ada energi, jadi ada taksu. Sebab sudah dipasupati oleh 9 Ida Pedanda Nabe," ujar pria yang pernah meraih berbagai penghargaan dan juara dalam berbagai festival layang-layang internasional itu.
 
Sama seperti perjalanan menghadiri ratusan festival layang-layang internasional di berbagai penjuru dunia dengan biaya sendiri, keberangkatan Gus Sena ke Perancis untuk festival layang-layang terbesar di dunia itu juga tanpa bantuan anggaran dari pemerintah. Orang-orang terdekatnya menyebutkan bahwa Gus Sena bahkan hingga menghabiskan uang ratusan miliar selama ini hanya untuk bisa ngayah melayangan keliling dunia ke berbagai festival. 
 
Hal itu juga tak terlepas dari kecintaannya pada layangan sejak kecil. Baginya melayangan untuk membanggakan Bali dan "ngayah ngiring" Ida Bhatara Rare Angon yang dipercaya sebagai dewa layang-layang di Bali ibarat sebuah perjalanan spiritual yang juga bersifat personal. 
 
 
"Ada ikatan batin dan kesatuan jiwa (soul) antara saya dengan layang-layang Rare Angon yang juga dipercaya memiliki spirit dan taksu Bali," tegasnya.
 
Maka tak heran jika ia kerap hanya seorang diri hadir di festival sambil membawa layang-layang dan berbagai aksesoris serta perlengkapan untuk menerbangkannya. Gus Sena juga sudah terbiasa menerbangkan layang-layang berukuran 4 meter hingga 6 meter seorang diri.
 
"Layang-layang yang saya bawa ini prototipe atau miniaturnya. Jadi ukuran maksimal 6 meter. Kalau yang asli sampai 40 meter," jelasnya.
 
Namun berbagai tantangan dan kendala pernah ia hadapi dalam menerbangkan layang-layang di sejumlah festival. Apalagi ketika angin memang sedang tidak bersahabat. Bahkan suatu ketika saat ia ikut festival di Inggris, Gus Sena sempat diolok-olok oleh warga Inggris. Sebab saat itu ia tidak bisa menerbangkan layangan akibat tak ada angin. 
 
"Orang Bali dibilang punya banyak dewa. Sekarang kamu memanggil angin saja tidak bisa. Minta dewa kamu membantu," begitu seloroh sejumlah warga Inggris yang hadir di festival.
 
 
 
Gus Sena langsung terkejut. Ditambah sedikit rasa amarah bercampur "jengah". Namun ia tidak habis akal dan tidak mati kutu. Berbekal keyakinan sebagai bakta (pemuja) atau "panjak" Ida Bhatara  Rare Angon, Gus Sena bersama sang istri R.A. Helmi Ginanti langsung melakukan sejumlah ritual pemujaan. 
 
Istrinya meniup sangka kala. Sambil juga mengibar-ngibarkan kober (semacam bendera) bergambar Hanoman. Sambil juga Gus Sena dalam hati merafal mantra pemujaan dan doa secara khusyuk.
 
"Tapi kemudian saya bingung dimana mencari dupa. Karena tidak ada dupa, saya lantas merokok agar ada unsur apinya. Sebab bunga, air suci dan api adalah tiga unsur utama pemujaan kita kepada para dewa," tutur pria kelahiran Denpasar 1 Agustus 1965 itu.
 
Akhirnya, setelah beberapa saat angin berhembus. Lalu layang-layangnya bisa terbang. Bahkan seperti menari-nari di udara, ikut merayakan pemujaan pada Dewa Rare Angon.
 
"Jadi tantangan terberat saya di Inggris. Orang -orang di negara ini percaya hal mistis, bahkan tahayul. Jadi kesannya dewa saya seperti diuji," tutup Gus Sena.(BB).


Oleh : Baliberkarya.com | 26 Agustus 2018 | Dibaca : 3732 Pengunjung


TAGS : hiburan IB ugrasena layang-layang Rare Angon Melayangan Nyujuh Langit baliberkarya




Berita Terkait :

Badung, 24 Mei 2019 13:55
'Nuna Surf Bali' Sekolah Surfing di Pantai Legian bagi Dewasa dan Anak-anak
Baliberkarya.com-Badung. Surfing menjadi salah satu olahraga seksi bagi wisatawan asing yang data ...
Denpasar, 24 Mei 2019 13:45
Order dari Bandung, Duo Ganja ini Dituntut 5 tahun
Baliberkarya.com-Denpasar. Dua terdakwa Ryan Fauzi Ramadhan (27) dan Bagja Perbawa (30) oleh Jaks ...
Jembrana, 24 Mei 2019 13:35
Hujan Deras Kota Negara Dikepung Banjir, Ratusan Rumah Terendam Warga Dipatuk Ular
Baliberkarya.com-Jembrana. Banjir yang menerjang kawasan kota Negara, Jembrana akibat hujan deras ...
Denpasar, 24 Mei 2019 13:25
Berantas 'Mafia Tanah Merajalela' di Bali, Togar Sarankan Penegak Hukum Gabungan Bersinergi
Baliberkarya.com-Denpasar. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanama ...
Badung, 24 Mei 2019 10:38
Selundupkan Bayi Berang-berang dan Kalajengking, Warga Rusia Diamankan di Bandara
Baliberkarya.com-Badung. Setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan binatang dilindungi be ...
Denpasar, 24 Mei 2019 10:25
Parah! Ribuan Taksi Online Tak Miliki Izin ASK, Gubernur dan Dishub Bali Diminta Tegas
Baliberkarya.com-Denpasar. Polemik angkutan online di Bali hingga kini belum juga berkesudahan. S ...
Denpasar, 24 Mei 2019 08:10
Serius! DPRD Bali Kritisi Rapergub Kesejahteraan Lansia
Baliberkarya.com-Denpasar. Pemerintah Provinsi Bali kini sedang menyusun Rancangan Peraturan Gube ...
Denpasar, 24 Mei 2019 08:04
Ketua DPRD Bali Apresiasi Krama Bali dalam Berdemokrasi
Baliberkarya.com-Denpasar. Perhelatan Pileg-Pilpres 17 April 2019 di Provinsi Bali telah berjalan ...
Jembrana, 23 Mei 2019 23:05
Mimih Dewa Ratu! Hujan Seharian, Ratusan Rumah Warga di Jembrana Terendam Banjir
Baliberkarya.com-Jembrana. Hujan deras yang mengguyur kawasan Jembrana, Bali sejak pukul 14.00 Wi ...
Jembrana, 23 Mei 2019 21:55
Lebihi Target, Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Sampaikan Apresiasi Positif
Baliberkarya.com-Jembrana. Hasil pemilu legislatif dan Pilpres telah ditetapkan oleh KPU RI Selas ...


Berita Lainnya :

Badung, 24 Mei 2019 21:06
Sambut Libur Sekolah dan Idul Fitri, ITDC Gelar 'Nusa Dua Light Festival'
Baliberkarya.com-Badung. Untuk keempat kalinya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ...
Denpasar, 24 Mei 2019 21:05
Belum Bayar Pesangon, DPRD Bali akan Panggil Perusda
Baliberkarya.com-Denpasar. Sempat disindir keras kalangan wakil rakyat di DPRD Jembrana, Komisi I ...
Denpasar, 24 Mei 2019 20:57
Mimih! ForBALI Tumpuk Baliho DPRD Dengan Gambar Sangut
Baliberkarya.com-Denpasar. Aksi penolakan reklamasi Teluk Benoa kembali digelar ForBALI (Forum Ra ...
Jembrana, 24 Mei 2019 20:42
Kabur ke Jawa Setelah Mencuri, Idrus Ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk
Baliberkarya.com-Jembrana. Hendak melarikan diri dengan menyeberangi Pelabuhan Gilimanuk, Idrus ( ...
Denpasar, 24 Mei 2019 20:26
Mantap! DPRD Bali Wajibkan Seluruh Sekolah Negeri dan Swasta Diberi ‘Bosda’
Baliberkarya.com-Denpasar. DPRD Provinsi Bali dalam ini melalui Komisi IV DPRD Bali memastikan se ...
Denpasar, 24 Mei 2019 20:21
Terima Dubes Taiwan, Koster Harap Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan
Baliberkarya.com-Denpasar.  Hubungan antara Pemerintah Indonesia dengan Taiwan selama ini te ...
Bangli, 24 Mei 2019 20:14
Tiga KK Tinggal Dalam Satu Tenda, Relawan Akan Bantu Pembuatan Rumah
Baliberkarya.com-Bangli. Menyikapi adanya pemberitaan terkait 3 (Tiga) Kepala Keluarga (KK) miski ...
Denpasar, 24 Mei 2019 20:07
Bali Kembangkan Transportasi Terintegrasi, Koster: Harus Ada Perubahan Pengelolaan Pariwisata
Baliberkarya.com-Denpasar. Pariwisata Bali perlu pengelolaan yang terintegrasi dan tepat sasaran. ...
Denpasar, 24 Mei 2019 17:17
Serangkaian HUT Koperasi ke-72, Pemkot Gelar Sarasehan
Baliberkarya.com-Denpasar. Serangkaian dengan peringatan hari jadi koperasi nasional ke-72 yang j ...
Denpasar, 24 Mei 2019 17:12
Daryl, Wisatawan Australia Borong Produk Pak Oles
Baliberkarya.com-Denpasar. Wisatawan Australia, Daryl (60) setelah menikmati liburan ke Bali dan ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :