Bantah Pecat Pecalang, Kelian Banjar Ini Juga Bantah Kontrak Politik Koster-Ace

Oleh : baliberkarya.com | 13 Maret 2018 | Dibaca : 7254 Pengunjung

 Bantah Pecat Pecalang, Kelian Banjar Ini Juga Bantah Kontrak Politik Koster-Ace

sumber foto :istimewa

Baliberkarya.com-Badung. Kelian Banjar Angas Sari Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung I Made Sondra membantah jika terjadi pemecatan seorang pecalang bernama I Made Sutama Atmaja dari berbagai macam kegiatan adat di banjar. 
 
 
“Saya pastikan, sesungguhnya tidak ada pemecatan sama sekali terhadap pecalang di Banjar Angas Sari. Yang benar adalah pecalang yang bersangkutan tidak diikutkan dalam kegiatan sementara di banjar dan setelah Pilkada selesai, yang bersangkutan silahkan kembali mengikuti kegiatan pecalang di banjarnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).
 
keterangan : pecalang yang diduga dipecat I Made Sutama Atmaja (dok)
 
Menurutnya, sebagai kelian banjar, dirinya tidak ingin berpolemik soal pemecatan pecalang. Namun ia memahami karena ini adalah situasi politik yang bisa dijadikan isu sensitif di Bali. 
 
Namun sesungguh yang terjadi adalah khusus di Banjar Angas Sari, menyikapi kasus yang menimpa pecalang Made Sutama, maka Ketua Pecalang Banjar Angas Sari I Wayan Narka mengeluarkan surat klarifikasi pada tanggal 12 Maret 2018. 
 
 
Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Pecalang Banjar Angas Sari I Wayan Narka, Kelian Banjar Dinas Angas Sari I Wayan Miasa, Kelian Banjar Adat Angas Sari I Made Sondra.
 
Dalam surat klarifikasi tersebut disebutkan bahwa setiap pecalang di Banjar Angas Sari diberikan dua opsi. 
 
Pertama, setiap pecalang silahkan menggunakan hak pilihannya masing-masing sesuai dengan haknya saat pemungutan suara. Namun anggota pecalang tidak bisa secara khusus mempublikasikan dirinya dalam kegiatan-kegiatan politik, dan berkomitmen mengikuti segala kegiatan kemasyarakatan. 
 
 
Opsi kedua, pecalang boleh ikut berperan aktif dalam kegiatan politik dengan risiko mengurangi kegiatan-kegiatan sosial budaya. Untuk opsi ini maka pecalang yang bersangkutan boleh untuk sementara meninggalkan tugas-tugasnya sebagai pecalang agar dapat lebih fokus dalam kegiatan politik dan tidak mengganggu kegiatan internal pecalang. 
 
 
"Dalam kasus yang dialami oleh Made Sutama seorang pecalang dari Banjar Angas Sari, beliau sering terlibat dalam kegiatan politik. Atas saran dari anggota pecalang yang lain maka Made Sutama harus memilih dua opsi tersebut di atas. Dan Made Sutama memilih untuk sementara berhenti dari kegiatan pecalang. Jadi tidak benar kalau dirinya diberhentikan dari pecalang karena beda pilihan politik," ujarnya.
 
Sondra juga membantah jika banjarnya telah berafiliasi dengan pasangan calon I Wayan Koster-Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati (Koster-Ace). Apalagi sudah ada kontrak politik dengan janji-janji politik untuk memenangkan Koster-Ace. 
 
Bukan hanya itu. Pihaknya menolak untuk memasang bendera partai, poster atau baliho paslon tertentu di dalam bale banjarnya. 
 
"Kalau di luar silahkan dipasangan dimana saja. Kami menolak kalau balai banjar digunakan untuk kegiatan politik. Pecalang itu organisasi adat, bekerja sosial tanpa dibayar, jangan dikait-kaitkan dengan politik," ujarnya.(BB)
 
 


Oleh : baliberkarya.com | 13 Maret 2018 | Dibaca : 7254 Pengunjung


TAGS : pecalang, diduga dipecat, kelian, bantah, badung, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 21 Oktober 2018 19:39
Gelar Pemilihan Duta Endek 2018, Denpasar Lestarikan Kain "Endek" di Kancah Nasional
Baliberkarya.com-Denpasar. Kain Endek sebagai salah satu tenun ikat Bali memiliki ragam corak dan ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 19:16
OMG! Kepepet Bayar Asuransi, Ni Luh Putu Nekat Gasak ATM 'Mantan Kekasih'
Baliberkarya.com-Denpasar. Terdesak kebutuhan hidup untuk membayar semua keperluan hidupnya seora ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:37
Anak 'Zaman Now' Kecanduan Gadget Ini Solusinya!
Baliberkarya.com-Denpasar. Kekhawatiran para orang tua saat ini terhadap dampak ketagihan penggun ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:00
Jangan Diabaikan, Eko: Lembaga Non Formal 'Belum Tersentuh Anggaran' Pendidikan 20 Persen
Baliberkarya.com-Denpasar. Ekonom yang juga pendiri Ekonomi Bali Creatif H.M. Eko Budi Cahyono, S ...
Jembrana, 21 Oktober 2018 15:44
Mih Dewa Ratu! Bertabrakan dengan Truk, Pengendara Vespa Tewas
Baliberkarya.com-Jembrana. Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 22:01
Sambut Hari Santri 22 Oktober, 16 Ribu Santri Penuhi Lapangan Niti Mandala Renon Dukung NKRI
Baliberkarya.com-Denpasar. Menyambut Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2018 rencananya sekit ...
Gianyar, 20 Oktober 2018 17:58
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, BPR Kanti Ajak Pramuka 'Melek Digital'
Baliberkarya.com-Gianyar. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti menggelar Seminar Kesetaraan Gender ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 17:49
Kuatkan Produk Ekonomi Kreatif, Supadma Rudana Optimis RUU Ekonomi Kreatif Rampung 2019
Baliberkarya.com-Denpasar. Diera globalisasi, ekonomi kreatif diyakini akan semakin menggeliat da ...
Jembrana, 20 Oktober 2018 13:28
Heboh di Medsos, Ada Penodongan di Dekat SPBU Tuwed-Melaya, Jembrana. Polisi : Itu Hoax !
Baliberkarya.com-Jembrana. Warga netizen, Jumat (19/10) malam dihebohkan dengan postingan status ...
Denpasar, 19 Oktober 2018 23:00
Gelar 'Petinget Tumpek Landep ke-X', Ratusan Keris Dipamerkan di Denpasar
Baliberkarya.com-Denpasar. Dalam rangka memperingati hari Tumpek Landep, Pemkot Denpasar melalui ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :