Awasi Fintech dan Perlindungan Konsumen, OJK Pilih 'Pendekatan Disiplin Pasar'

Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 2164 Pengunjung

Awasi Fintech dan Perlindungan Konsumen, OJK Pilih 'Pendekatan Disiplin Pasar'

sumber foto :baliberkarya

Baliberkarya.com-Badung. Otoritas Jasa Keuangan akan fokus pada kebijakan perlindungan konsumen dalam membangun Industri Financial Technology (Fintech) melalui pendekatan disiplin pasar sesuai sifat fintech yang fleksibel, market driven dan transparan.
 
 
 
"OJK memilih pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik fintech, yaitu pendekatan disiplin pasar untuk mengawasi fintech," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida saat membuka Seminar Internasional Kebijakan dan Regulasi Fintech dari Nusa Dua,  Bali, Senin (12/3/2018).
 
Seminar Internasional Kebijakan dan Peraturan Fintech Bali yang digelar dari 12-13 Maret 2018, menurutnya dengan fokus pada perlindungan konsumen maka pengembangan fintech diharapkan sejalan dengan tugas OJK dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat serta mendorong inklusi keuangan di masyarakat. 
 
 
Untuk melindungi kepentingan konsumen termasuk data nasabah, perusahaan fintech harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, seperti manajemen risiko sehingga mendorong transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, independensi dan keadilan. 
 
Nurhaida mengatakan, transparansi adalah faktor kunci keberhasilan pengembangan fintech, melalui sistem pelaporan yang jelas kepada konsumen dan kepada OJK. 
 
"Untuk meningkatkan transparansi, harus ada standar tentang jenis informasi apa yang harus dimiliki fintech dan bagaimana detail informasi seharusnya. Laporan tersebut harus bisa dikonfirmasi oleh otoritas,” katanya.
 
 
 
Transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.
 
OJK juga meminta perusahaan fintech wajib memberikan edukasi keuangan kepada konsumen agar pemahaman mengenai layanan fintech menjadi lebih baik.
 
Selain itu, diupayakan agar fintech membangun lingkungan keuangan digital yang sejalan dengan upaya Pemerintah mendorong suku bunga rendah. Sesuai amanat undang-undang, OJK adalah pengawas lembaga jasa keuangan, namun dalam prakteknya, pengawasan dengan pendekatan disiplin pasar ini dapat didelegasikan kepada pihak lain. 
 
Pilihan pengawasan fintech melalui Self Regulatory Organization (SRO) dalam implementasi pelaksanaan pasar juga bisa dilakukan karena SRO berada di dekat pasar dan industri, sehingga kebijakannya sejalan dengan dinamika pasar. Namun, netralitas dan integritas SRO ini harus dijaga. 
 
 
 
Sampai Januari 2018, perusahaan peer to peer lending yang terdaftar di OJK sebanyak 36 dan berijin 1 perusahaan. Sejumlah 42 perusahaan dalam proses pendaftaran. Total pinjaman yang disalurkan perusahaan sampai Januari 2018 mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 17,1 persen (ytd), dengan jumlah penyedia dana 115.897 meningkat 14,82 persen (ytd) dan jumlah peminjam 330.154 tumbuh 27,16 persen (ytd). 
 
Seminar internasional ini digelar OJK bersama Bank Dunia dan dihadiri banyak perwakilan lembaga dalam dan luar negeri dan kementerian serta sejumlah perusahaan fintech di Indonesia. Dari seminar ini, diharapkan OJK bisa membangun kebijakan dan pengaturan sistem pengawasan Fintech yang tangguh dan merakit ekosistem fintech yang sehat di Indonesia melalui kerjasama sinergis dengan berbagai negara dan lembaga-lembaga internasional.(BB).


Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 2164 Pengunjung


TAGS : OJK, fintech, badung, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Januari 2019 20:41
Sidak, Tim GDN Denpasar Masih Temukan ASN Tanpa Tanda Pengenal
Baliberkarya.com-Denpasar. Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kota Denpasar yang dikoordinir Bad ...
Jembrana, 23 Januari 2019 20:27
Konsleting, Motor 'Jadul' Hangus Terbakar Gegerkan Warga
Baliberkarya.com-Jembrana. Sepeda motor jadul yang melintas di jalan pedesaan tiba-tiba saja terb ...
Badung, 23 Januari 2019 19:04
'Sales Mission' ke India, BPPD Badung Optimis Datangkan 800 Ribu Wisatawan
Baliberkarya.com-Badung. Mengawali kegiatan promosi luar negeri tahun 2019, Dinas Pariwisata Badu ...
Badung, 23 Januari 2019 18:35
Dituding Kaku Tak Mendukung Raperda Kontribusi, Ini Jawaban Tegas GM Bandara Ngurah Rai
Baliberkarya.com-Badung. Terkait pemberitaan beberapa media cetak maupun online yang menyebutkan ...
Badung, 23 Januari 2019 18:23
Budayakan Sehat Tanpa Narkoba, Lapas Kerobokan Gelar Turnamen Futsal se-Badung Denpasar
Baliberkarya.com-Badung. Lapas Klas IIA Kerobokan akan menyelenggarakan ”TURNAMEN FUTS ...
Internasional, 23 Januari 2019 18:11
Hadiri World Economic Forum 2019, Indonesia Bersiap Hadapi Revolusi Industri ke-4
Baliberkarya.com-Internasional. Lebih dari 3,000 partisipan dari ranah pemerintahan, warga sipil, ...
Denpasar, 23 Januari 2019 17:29
Rumah di Perum Permata Arsandi Ludes Terbakar, Diduga Kompor Menyala saat Ditinggal Pergi
Baliberkarya.com-Denpasar. Peristiwa kebakaran di perumahan dengan padat penduduk kembali terjadi ...
Denpasar, 23 Januari 2019 15:56
Penculik Anak Disidangkan, Ibu Korban Minta Pelakunya Dihukum Berat
Baliberkarya.com-Klungkung. Hasan Halhadat (33) sempat jadi bulan-bulanan warga lantaran diduga m ...
Klungkung, 23 Januari 2019 15:44
Merantau ke Nusa Penida Malah Jadi Kurir Sabhu, Sasar Warga Lokal dan Wisatawan
Baliberkarya.com-Klungkung. Perkembangan pariwisata di Nusa Penida selain dilirik para investor t ...
Denpasar, 23 Januari 2019 14:30
Trio Sindikat Pencurian Mobil Hanya Diganjar 10 Bulan
Baliberkarya.com-Denpasar. Beberapa kasus pencurian dan penggelapan hasil vonis hakim di Pengadil ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :