Awasi Fintech dan Perlindungan Konsumen, OJK Pilih 'Pendekatan Disiplin Pasar'

Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 2026 Pengunjung

Awasi Fintech dan Perlindungan Konsumen, OJK Pilih 'Pendekatan Disiplin Pasar'

sumber foto :baliberkarya

Baliberkarya.com-Badung. Otoritas Jasa Keuangan akan fokus pada kebijakan perlindungan konsumen dalam membangun Industri Financial Technology (Fintech) melalui pendekatan disiplin pasar sesuai sifat fintech yang fleksibel, market driven dan transparan.
 
 
 
"OJK memilih pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik fintech, yaitu pendekatan disiplin pasar untuk mengawasi fintech," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida saat membuka Seminar Internasional Kebijakan dan Regulasi Fintech dari Nusa Dua,  Bali, Senin (12/3/2018).
 
Seminar Internasional Kebijakan dan Peraturan Fintech Bali yang digelar dari 12-13 Maret 2018, menurutnya dengan fokus pada perlindungan konsumen maka pengembangan fintech diharapkan sejalan dengan tugas OJK dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat serta mendorong inklusi keuangan di masyarakat. 
 
 
Untuk melindungi kepentingan konsumen termasuk data nasabah, perusahaan fintech harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, seperti manajemen risiko sehingga mendorong transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, independensi dan keadilan. 
 
Nurhaida mengatakan, transparansi adalah faktor kunci keberhasilan pengembangan fintech, melalui sistem pelaporan yang jelas kepada konsumen dan kepada OJK. 
 
"Untuk meningkatkan transparansi, harus ada standar tentang jenis informasi apa yang harus dimiliki fintech dan bagaimana detail informasi seharusnya. Laporan tersebut harus bisa dikonfirmasi oleh otoritas,” katanya.
 
 
 
Transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.
 
OJK juga meminta perusahaan fintech wajib memberikan edukasi keuangan kepada konsumen agar pemahaman mengenai layanan fintech menjadi lebih baik.
 
Selain itu, diupayakan agar fintech membangun lingkungan keuangan digital yang sejalan dengan upaya Pemerintah mendorong suku bunga rendah. Sesuai amanat undang-undang, OJK adalah pengawas lembaga jasa keuangan, namun dalam prakteknya, pengawasan dengan pendekatan disiplin pasar ini dapat didelegasikan kepada pihak lain. 
 
Pilihan pengawasan fintech melalui Self Regulatory Organization (SRO) dalam implementasi pelaksanaan pasar juga bisa dilakukan karena SRO berada di dekat pasar dan industri, sehingga kebijakannya sejalan dengan dinamika pasar. Namun, netralitas dan integritas SRO ini harus dijaga. 
 
 
 
Sampai Januari 2018, perusahaan peer to peer lending yang terdaftar di OJK sebanyak 36 dan berijin 1 perusahaan. Sejumlah 42 perusahaan dalam proses pendaftaran. Total pinjaman yang disalurkan perusahaan sampai Januari 2018 mencapai Rp 3 triliun atau meningkat 17,1 persen (ytd), dengan jumlah penyedia dana 115.897 meningkat 14,82 persen (ytd) dan jumlah peminjam 330.154 tumbuh 27,16 persen (ytd). 
 
Seminar internasional ini digelar OJK bersama Bank Dunia dan dihadiri banyak perwakilan lembaga dalam dan luar negeri dan kementerian serta sejumlah perusahaan fintech di Indonesia. Dari seminar ini, diharapkan OJK bisa membangun kebijakan dan pengaturan sistem pengawasan Fintech yang tangguh dan merakit ekosistem fintech yang sehat di Indonesia melalui kerjasama sinergis dengan berbagai negara dan lembaga-lembaga internasional.(BB).


Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 2026 Pengunjung


TAGS : OJK, fintech, badung, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 21 Oktober 2018 19:39
Gelar Pemilihan Duta Endek 2018, Denpasar Lestarikan Kain "Endek" di Kancah Nasional
Baliberkarya.com-Denpasar. Kain Endek sebagai salah satu tenun ikat Bali memiliki ragam corak dan ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 19:16
OMG! Kepepet Bayar Asuransi, Ni Luh Putu Nekat Gasak ATM 'Mantan Kekasih'
Baliberkarya.com-Denpasar. Terdesak kebutuhan hidup untuk membayar semua keperluan hidupnya seora ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:37
Anak 'Zaman Now' Kecanduan Gadget Ini Solusinya!
Baliberkarya.com-Denpasar. Kekhawatiran para orang tua saat ini terhadap dampak ketagihan penggun ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:00
Jangan Diabaikan, Eko: Lembaga Non Formal 'Belum Tersentuh Anggaran' Pendidikan 20 Persen
Baliberkarya.com-Denpasar. Ekonom yang juga pendiri Ekonomi Bali Creatif H.M. Eko Budi Cahyono, S ...
Jembrana, 21 Oktober 2018 15:44
Mih Dewa Ratu! Bertabrakan dengan Truk, Pengendara Vespa Tewas
Baliberkarya.com-Jembrana. Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 22:01
Sambut Hari Santri 22 Oktober, 16 Ribu Santri Penuhi Lapangan Niti Mandala Renon Dukung NKRI
Baliberkarya.com-Denpasar. Menyambut Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2018 rencananya sekit ...
Gianyar, 20 Oktober 2018 17:58
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, BPR Kanti Ajak Pramuka 'Melek Digital'
Baliberkarya.com-Gianyar. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti menggelar Seminar Kesetaraan Gender ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 17:49
Kuatkan Produk Ekonomi Kreatif, Supadma Rudana Optimis RUU Ekonomi Kreatif Rampung 2019
Baliberkarya.com-Denpasar. Diera globalisasi, ekonomi kreatif diyakini akan semakin menggeliat da ...
Jembrana, 20 Oktober 2018 13:28
Heboh di Medsos, Ada Penodongan di Dekat SPBU Tuwed-Melaya, Jembrana. Polisi : Itu Hoax !
Baliberkarya.com-Jembrana. Warga netizen, Jumat (19/10) malam dihebohkan dengan postingan status ...
Denpasar, 19 Oktober 2018 23:00
Gelar 'Petinget Tumpek Landep ke-X', Ratusan Keris Dipamerkan di Denpasar
Baliberkarya.com-Denpasar. Dalam rangka memperingati hari Tumpek Landep, Pemkot Denpasar melalui ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :