Waduh! Gara-gara Berani Dukung Mantra-Kerta, Pecalang Ini Dipecat

Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 20741 Pengunjung

Waduh! Gara-gara Berani Dukung Mantra-Kerta, Pecalang Ini Dipecat

sumber foto :istimewa/grafis nett

Baliberkarya.com-Badung. Seorang pecalang bernama Made Sutama berasal dari Banjar Angas Sari, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dipecat dari posisinya sebagai pecalang karena mendukung dan lebih memilih pasangan calon (paslon) Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) ketimbang paslon lain sebagai pilihan politiknya.
 
 
Kepada media, Sutama menjelaskan, dirinya diajak rapat pecalang di tingkat banjar setempat pada Jumat (9/3/2018). Dalam rapat tersebut, dirinya ditanya oleh pengurus lainnya dengan pertanyaan, 'apakah masih mau satu komando atau tidak'. 
 
 
Satu komando yang dimaksud adalah memilih satu jalur atau memilih Koster-Ace. 
 
"Kalau masih mau satu komando, maka kita ajak. Kalau berbeda ya, berhenti dulu," ujar Sutama, Senin (12/3/2018), menirukan pimpinan pecalang dalam rapat tersebut.
 
Sutama mengaku dipecat dari keanggotaan pecalang karena dianggap memilih Mantra-Kerta. Alasannya, Banjar Angasari Desa Ungasan sudah memiliki kontrak politik dengan pasangan tertentu terkait Bansos dan Hibah. 
 
 
Selain itu, Sutama masih bekerja sebagai sopir pribadi anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Wayan Disel Astawa dan memilih untuk memenangkan Mantra-Kerta. Sutama dinilai lebih mengikuti majikannya dengan memilih Mantra-Kerta dan ini akan menghambat Bansos dan hibah yang sudah dijanjikan oleh Pemkab Badung. 
 
 
Masyarakat dijanjikan Bansos dan Hibah akan cair bila mampu memenangkan Koster-Ace di banjarnya masing-masing. Sebaliknya, bila kalah maka hibah dan Bansos seperti rehap pura, perbaikan wantilan, bale banjar dan sebagai tidak akan terlaksana.
 
Sementara Disel Astawa saat dikonfirmasi awak media menyatakan benar jika Sutama dipecat sebagai pecalang. Disel Astawa mengaku, sebagai majikan dirinya tidak pernah berdiskusi soal politik dan apalagi memaksa sopirnya itu untuk memilih pilihan dirinya. Urusan politik itu berbeda dengan urusan pekerjaan. Untuk pilihan politik, dirinya tidak ikut campur sekalipun berbeda dalam pilihan. 
 
 
"Saya tanya Sutama. Apakah Sutama memilih Mantra-Kerta hanya karena saya sebagai majikannya memilih Mantra-Kerta. Kalau itu yang terjadi saya akan minta dia untuk mengikuti arahanya di banjarnya. Sutama mengaku jika dirinya memilih Mantra-Kerta karena pilihannya sendiri dan tidak ada paksaan dari siapa pun. Dan kalau pun Sutama memilih pasangan lain, saya tidak masalah, dan tidak mungkin saya pecat Sutama sebagai sopir. Pekerjaan itu berbeda dengan pilihan politik. Dan inilah demokrasi yang sebenarnya," ujar Disel, Senin (11/3/2018).
 
Menurut Disel, tidak ada hubungan sama sekali antara keanggotaan sebagai pecalang dengan pilihan politik. 
 
"Pecalang itu benar-benar pengabdian total kepada desa, kepada banjarnya secara adat. Apa hubungan dengan memecat orang sebagai pecalang dengan pilihan politik. Seharusnya, siapa pun menjadi gubernur, pengabdian warga Bali kepada adat dan budaya tidak boleh diutak atik," ujarnya. 
 
Janji politik melalui Bansos dan Hibah sudah merusak tatanan budaya dan masyarakat di Bali di tingkat yang paling bawah. Ia menilai, dalam Pilgub kali ini tekanan dan intimidasi sungguh luar biasa di tingkat desa dan banjar.
 
Disel menyebutkan, untuk di Kabupaten Badung, seluruh desa di wilayahnya dijanjikan hibah dan bansos dengan syarat harus memenangkan Koster-Ace. Bila tidak, maka desa yang bersangkutan tidak akan dicairkan. 
 
 
 
"Ini pemaksaan luar biasa. Masyarakat ditekan, diintimidasi. Padahal hibah atau Bansos itu bukan uang pribadi sang bupati, tetapi uang rakyat, dari APBD. Kewajiban pemerintah untuk membangun berbagai infrastruktur masyarakat seperi pura, wantilan, jalan desa dan sebagainya," ujar mantan calon wakil bupati yang berpasangan dengan Prof.Wayan Wita itu. 
 
Kontrak politik seperti ini, menurut Disel, merusak tatanan hidup sosial dan budaya masyarakat Bali. Perpecahan di tingkat bawah tinggi, demokrasi dan pendidikan politik tidak berjalan. 
 
"Adat dan budaya Bali jangan ditarik ke politik. Kalau pun menang, gubernurnya milik rakyat, bukan milik kelompok tertentu," ujarnya. (BB)


Oleh : baliberkarya.com | 12 Maret 2018 | Dibaca : 20741 Pengunjung


TAGS : made sutama, badung, dukung mantra-kerta, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Juni 2018 00:05
Soal Reklamasi Teluk Benoa, Bendesa Sugita: Wayan Koster 'Janganlah Bersandiwara'
Baliberkarya.com-Denpasar. Konsistensi Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijay ...
Denpasar, 22 Juni 2018 23:55
Apresiasi Rai Mantra, Bendesa Sugita Minta Koster Jangan Jadi 'Pahlawan Kesiangan' Soal Reklamasi
Baliberkarya.com-Denpasar. Konsistensi Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijay ...
Badung, 22 Juni 2018 23:45
Ungkap Fakta, Sudikerta: Giri Prasta 'Keruk Keuntungan' dari Proyek Reklamasi Teluk Benoa
Baliberkarya.com-Badung. Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, I Ketut Sudikerta membeberkan fa ...
Denpasar, 22 Juni 2018 23:30
Beberkan Fakta, Sudikerta: Saya Penyelematan Pantai, 'Rekomendasi Giri Prasta' Untuk Investor
Baliberkarya.com-Badung. Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, I Ketut Sudikerta membeberkan fa ...
Denpasar, 22 Juni 2018 23:18
Sudikerta: 'Kirim ke Investor', Giri Prasta Rekomendasikan Reklamasi Teluk Benoa
Baliberkarya.com-Denpasar. Debat Terbuka Kandidat Pilgub Bali 2018, di Trans Hotel, Kerobokan, Ka ...
Badung, 22 Juni 2018 21:46
Jangan Balikkan Fakta, Sudikerta: Giri Prasta lah 'Terbitkan Rekomendasi' Reklamasi Teluk Benoa
Baliberkarya.com-Badung. Debat kandidat calon gubernur Bali di Trans Hotel, Kuta pada Jumat malam ...
Badung, 22 Juni 2018 21:42
Tak Dapat WTP Jadi Bupati Gianyar, Cok Ace "Ngeles" Bilang 5 Tahun Belum Cukup
Baliberkarya.com-Badung. Debat Terbuka Pemilihan Gubernur (Pigub) Bali sesi ketiga atau pamungkas ...
Badung, 22 Juni 2018 20:57
Ditanya Rai Mantra Pemerintahan Bebas Korupsi, Koster 'Gelagapan' dan 'Nyaplir‎'
Baliberkarya.com-Badung. Pasangan Calon Gubernur Bali nomor urut 1,  I Wayan Koster dan Tjok ...
Denpasar, 22 Juni 2018 20:49
Cok Rat: 27 Juni 'Mayoritas Rakyat Bali' Akan 'Melawan Intimidasi'
Baliberkarya.com-Badung. Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Anak Agung Ng ...
Denpasar, 22 Juni 2018 20:41
Luncurkan Buku ‘Utang’ di Hari Ulang Tahun, Gubernur Pastika Bertekad Manfaatkan Sisa Hidup Sebaik-Baiknya
Baliberkarya.com-Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meluncurkan buku berjudul 'Utang ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :