Leko Tarian Langka Asli Jembrana Mulai Dibangkitkan

Oleh : baliberkarya | 06 Maret 2018 | Dibaca : 2308 Pengunjung

Leko Tarian Langka Asli Jembrana Mulai Dibangkitkan

sumber foto :baliberkarya

Baliberkarya.com-Jembrana. Kesenian Leko merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup tua di Jembrana dan nyaris punah.
 
 
Kesenian yang tergolong langka ini, saat hanya bisa ditemui di Banjar Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Tarian tradisional diiringi dengan musik tradisional ini hampir menyerupai musik tradisional bumbung.
 
Seperti kesenian lainnya di Jembrana, Gamelan yang digunakan berbahan dasar dari bambu. Dari informasi masyarakat berkembangnya Leko, kesenian tari dan gamelan ini diciptakan sekitar tahun 1915.
 
Nada serta alunan iringan mengarah ke Legong Keraton. Seiring berjalannya waktu, kesenian ini kalah populer dengan dengan kesenian lainnya dan semakin sedikit yang menggelutinya.
 
Namun hingga kini kesenian Leko masih mampu bertahan. Bahkan beberapa kali, kesenian langka ini pentas di Pesta Kesenian Bali (PKB).
 
Bangkitnya kesenian kuno ini, dimulai di era Bupati Jembrana Ida Bagus Indugosa. Pada saat itu, sejumlah kesenian kuno yang sudah jarang ditemui kembali dihidupkan dengan pembinaan dan ruang untuk pentas di ajang event-event kesenian. Bahkan tampil saat even budaya PKB.
 
 
Kini, beberapa penari sudah berusia sepuh.  Diantara  para penari itu kini sudah tak sekuat dulu lagi. Sehingga untuk menari sudah tidak mampu.
 
Salah satu penggiat seni Leko, I Nyoman Dika, mengungkapkan  kesenian Leko ini kendati tidak ada catatan pasti, namun secara turun menurun kesenian ini diketahui diciptakan sekitar tahun 1915.
 
Dari penuturan para pengelingsir kesenian Leko sudah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka. Kesenian ini tercipta bermula dari masyarakat agraris di Pendem seusai menanam padi di lahan sawahnya.
 
Setelah melakukan tahap perabasan padi,  sembari melepas lelah usai bercocok tanam, mereka membuat gamelan dari bambu. Bahan yang mudah ditemui saat itu. Selanjutya tetabuhan dari hasil alat musik bambu itu mereka sebut dengan Leko.
 
Dari penuturan, pencipta musik gamelan tradisional Leko ini bernama Wayan Tragi. Kemudian dibantu temannya, Wayan Dresta membantu mengembangkan kesenian itu.
 
keterangan : seni leko mirip dengan tarian legong/nett
 
Awalnya menurutnya, hanya berupa gamelan saja. Namun seiring berjalannya waktu, kesenian gamelan itu berkembang dengan tarian. Dalam musik Leko, ada sejumlah istilah. Seperti Sebitan Penyalin, Ngendih-ngendih api dan Cunguh Landak. Istilah itu secara turun temurun masih digunakan hingga saat ini dan diterapkan dalam gamelan.
 
Berlanjut pada tarian. Secara umum, tarian Leko tidak terlalu beda jauh dengan tarian Legong. Setelah kesenian ini berkembang, bertambah kesenian dari alat bamboo lain yang tercipta seperti Bumbung Grantang dan Bumbung Kepyak.
 
 
Diakui, di jaman modern ini, regenerasi seni Leko ini memang sangat susah. Para remaja terutama di bagian menabuh atau penabuh gamelan kurang meminati. Tetapi untuk tarian, para generasi muda sudah mulai banyak yang berminat.  
 
Kesenian langka ini masih mendapat tempat bahkan menjadi perhatian tamu-tamu dari luar negeri. Sejumlah pemerhati kesenian ini di Pancardawa secara konsisten melestarikan Leko.(BB) 


Oleh : baliberkarya | 06 Maret 2018 | Dibaca : 2308 Pengunjung


TAGS : seni leko, jembrana, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Denpasar, 21 Oktober 2018 19:39
Gelar Pemilihan Duta Endek 2018, Denpasar Lestarikan Kain "Endek" di Kancah Nasional
Baliberkarya.com-Denpasar. Kain Endek sebagai salah satu tenun ikat Bali memiliki ragam corak dan ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 19:16
OMG! Kepepet Bayar Asuransi, Ni Luh Putu Nekat Gasak ATM 'Mantan Kekasih'
Baliberkarya.com-Denpasar. Terdesak kebutuhan hidup untuk membayar semua keperluan hidupnya seora ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:37
Anak 'Zaman Now' Kecanduan Gadget Ini Solusinya!
Baliberkarya.com-Denpasar. Kekhawatiran para orang tua saat ini terhadap dampak ketagihan penggun ...
Denpasar, 21 Oktober 2018 16:00
Jangan Diabaikan, Eko: Lembaga Non Formal 'Belum Tersentuh Anggaran' Pendidikan 20 Persen
Baliberkarya.com-Denpasar. Ekonom yang juga pendiri Ekonomi Bali Creatif H.M. Eko Budi Cahyono, S ...
Jembrana, 21 Oktober 2018 15:44
Mih Dewa Ratu! Bertabrakan dengan Truk, Pengendara Vespa Tewas
Baliberkarya.com-Jembrana. Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 22:01
Sambut Hari Santri 22 Oktober, 16 Ribu Santri Penuhi Lapangan Niti Mandala Renon Dukung NKRI
Baliberkarya.com-Denpasar. Menyambut Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2018 rencananya sekit ...
Gianyar, 20 Oktober 2018 17:58
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, BPR Kanti Ajak Pramuka 'Melek Digital'
Baliberkarya.com-Gianyar. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti menggelar Seminar Kesetaraan Gender ...
Denpasar, 20 Oktober 2018 17:49
Kuatkan Produk Ekonomi Kreatif, Supadma Rudana Optimis RUU Ekonomi Kreatif Rampung 2019
Baliberkarya.com-Denpasar. Diera globalisasi, ekonomi kreatif diyakini akan semakin menggeliat da ...
Jembrana, 20 Oktober 2018 13:28
Heboh di Medsos, Ada Penodongan di Dekat SPBU Tuwed-Melaya, Jembrana. Polisi : Itu Hoax !
Baliberkarya.com-Jembrana. Warga netizen, Jumat (19/10) malam dihebohkan dengan postingan status ...
Denpasar, 19 Oktober 2018 23:00
Gelar 'Petinget Tumpek Landep ke-X', Ratusan Keris Dipamerkan di Denpasar
Baliberkarya.com-Denpasar. Dalam rangka memperingati hari Tumpek Landep, Pemkot Denpasar melalui ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :