Pernyataan Sikap

AJI dan IJTI Bali Mengecam 'Pelarangan Peliputan'

Oleh : baliberkarya | 11 Januari 2018 | Dibaca : 2425 Pengunjung

AJI dan IJTI Bali Mengecam 'Pelarangan Peliputan'

sumber foto :ilustrasi nett

Baliberkarya.com-Denpasar. Terkait adanya pelarangan peliputan yang dilakukan jajaran Polda Bali, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali mengecam tindakan tersebut. Karena jurnalis yang melakukan tugas jurnalistik sudah sesuai prosedur dan mendapatkan informasi juga dari korps Kepolisian Bali.
 
Pelarangan dan intimidasi ini dialami dua jurnalis. Yakni Wayan Sukarda (Reuters TV) dan fotografer  Miftahuddin Mustofa Halim (Radar Bali), hari Kamis (11/1/2017), berupa pelarangan dengan intimidasi dan penghapusan foto dari kamera.
 
Kronologi kejadian tersebut berawal ketika Kepala Urusan Kemitraan Subbidpenmas Bidang Humas Polda Bali Kompol Ismi Rahayu menyampaikan informasi kepada jurnalis tentang rencana penggerebekan di empat lokasi. Di empat lokasi tersebut dikabarkan ditempati ratusan warga negara Tiongkok yang diduga melakukan tindak kejahatan.
 
Berdasar informasi tersebut, Miftahuddin M. Halim, jurnalis foto koran Radar Bali melakukan kegiatan peliputan ke tempat kejadian perkara (TKP) 1 di Jalan Tukad Badung No. 22. Namun, setelah ditunggu cukup lama, tidak ada tanda-tanda aparat kepolisian melakukan penggerebekan di lokasi 1 sebagaimana diinformasikan. Kemudian, datang jurnalis Kompas, Cokorda Yudistira di lokasi tersebut.
 
Karena cukup lama menunggu tak juga ada kejelasan, maka Cok dan Miftah memutuskan menuju Lokasi 4 di Desa Kutuh, Kuta Selatan. Belakangan, ketika Miftah dan Cok sudah berangkat menuju TKP 4 di Jalan Darmawangsa Gang SDN 2 Kutuh No. 1X, baru muncul informasi bahwa Lokasi 1 yang disebutkan Kompol Ismi kurang lengkap. Yang benar adalah Jalan Tukad Badung XXI Nomor 22.
 
Ketika sudah tiba di TKP 4, ternyata sudah banyak anggota kepolisian yang berjaga di luar pagar sebuah rumah. Sebagian anggota kepolisian lainnya berada di dalam rumah yang dihuni puluhan warga negara Tiongkok.
 
Ketika baru tiba, Miftah juga ditanya dari mana oleh anggota kepolisian. Lalu Miftah menunjukkan kartu identitas pers (ID Pers).
 
Sebagai jurnalis, maka Miftahuddin melakukan pengambilan gambar foto (memotret) suasana penggerebekan dari luar rumah menggunakan kamera smarthphone.
 
Seketika itu, dua anggota kepolisian mendatangi Miftahuddin, dan salah satu anggota tersebut meminta agar Miftahuddin tidak memfoto. Anggota polisi ini juga meminta Miftahuddin menghapus foto suasana penggerebekan tersebut. Belum sempat Miftahuddin menghapus, anggota polisi ini mengambil smartphone tersebut lalu menghapus sendiri foto-foto tersebut.
 
Hal ini juga dialami oleh jurnalis Reuters, Wayan Sukarda yang kebetulan tinggal tidak jauh dari lokasi atau TKP 4. Dia mendapat larangan merekam atau mengambil gambar video suasana penggerebekan. Bahkan,  rekaman video suasana penggerebekan miliknya juga dihapus oleh anggota kepolisian.
 
Larangan peliputan juga terus dilakukan oleh anggota kepolisian yang menenteng senapan laras panjang ketika puluhan warga negara Tiongkok yang menghuni rumah itu digiring ke jalan untuk memasuki bus. Bahkan, ketika para terduga sudah memasuki bus, masih ada larangan terhadap tiga jurnalis yang merekam video dan memfoto peristiwa tersebut.
 
Aksi sepihak ini merupakan pelanggaran  pasal 18 ayat (1) UU No 40 tahun 1999 tentang pers, yang berbunyi : Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
 
Pasal 4 ayat 3 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 menyebutkan, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Di bagian lain, pada Pasal 8 UU Pers disebutkan, dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.
 
Untuk itu, kami dari AJI Denpasar dan IJTI Bali menyampaikan hal-hal berikut:
 
1. Tindakan menghalangi peliputan pada hari Kamis, 11 Januari 2018 di Desa Kutuh, Kuta Selatan ini merupakan kesombongan aparat yang tidak layak dilakukan di era keterbukaan informasi yang sudah sesuai dengan undang-undang.
 
2. AJI Kota Denpasar dan IJTI Bali mengecam perlakuan polisi yang telah menghambat jurnalis mencari dan meliput berita dan lebih jauh, tindakan ini mengancam kemerdekaan pers.
 
3. Tindakan menghalangi peliputan ini adalah melanggar Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, yakni menghalang-halangi dan menghambat pekerjaan jurnalis bisa dikenai pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.
 
4.  Meminta kepolisian untuk menghormati kerja jurnalistik wartawan dan memahami UU Pers.  AJI dan IJTI juga mengimbau kawan-kawan jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, mematuhi rambu-rambu UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (BB/rilis)
 
 
Denpasar, 11 Januari 2018
 
 
Ketua AJI Kota Denpasar               Ketua IJTI Bali
 
 
 
Hari Puspita                                     Agung Kayika
 
 
 
BACA JUGA : 


Oleh : baliberkarya | 11 Januari 2018 | Dibaca : 2425 Pengunjung


TAGS : opini, aji, ijti, baliberkarya




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Badung, 24 Januari 2019 11:38
Datangkan Wisatawan Eropa dan Inggris, Garuda Indonesia Terbang Perdana Rute London-Denpasar
Baliberkarya.com-Badung. Mengawali tahun 2019, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai kemb ...
Denpasar, 24 Januari 2019 11:22
Pakai Spion Kecil, Polisi Melanggar Ditilang Provos dan Disuruh "Push Up" 20 Kali
Baliberkarya.com-Denpasar. Dalam rangka meningkatkan disiplin anggota Polri dan PNS dalam tertib ...
Badung, 24 Januari 2019 10:37
Ramia Adnyana Yakin Pungutan Wisman 10 Dolar Datangkan 'Wisatawan Berkualitas' ke Bali
Baliberkarya.com-Badung. Pelaku pariwisata Bali merespon positif dan mendukung rencana pungutan s ...
Denpasar, 23 Januari 2019 23:00
Komit Lestarikan Lingkungan, Pelindo Tanam 50.000 Bibit Bakau di Kawasan Pelabuhan Benoa
Baliberkarya.com-Denpasar. Pelindo III bersama institusi maritim Pelabuhan Benoa dan warga melaks ...
Badung, 23 Januari 2019 22:05
Raih 2 Award, Royal Tulip Springhill Resort Jimbaran Makin Favorit dan Disukai Wisatawan
Baliberkarya.com-Badung. Seiring meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali, tingkat hunian (okupan ...
Nasional, 23 Januari 2019 21:43
AJI Kecam 'Remisi' Susrama, Terpidana Pembunuhan Jurnalis
Baliberkarya.com-Nasional. Presiden Joko Widodo memicu kekecewaan komunitas pers karena memberika ...
Nasional, 23 Januari 2019 21:22
Sulawesi Selatan 'Lautan' Banjir : 8 Tewas, 4 Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi
Baliberkarya.com-Nasional. Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang ...
Denpasar, 23 Januari 2019 20:41
Sidak, Tim GDN Denpasar Masih Temukan ASN Tanpa Tanda Pengenal
Baliberkarya.com-Denpasar. Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kota Denpasar yang dikoordinir Bad ...
Jembrana, 23 Januari 2019 20:27
Konsleting, Motor 'Jadul' Hangus Terbakar Gegerkan Warga
Baliberkarya.com-Jembrana. Sepeda motor jadul yang melintas di jalan pedesaan tiba-tiba saja terb ...
Badung, 23 Januari 2019 19:04
'Sales Mission' ke India, BPPD Badung Optimis Datangkan 800 Ribu Wisatawan
Baliberkarya.com-Badung. Mengawali kegiatan promosi luar negeri tahun 2019, Dinas Pariwisata Badu ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :